LAMPUNG, HELOINDONESIA.COM -- Lagi, pengusaha diduga obrak-abrik perbukitan Kota Bandarlampung. Kali ini, warga warga Perumahan Villa Bukit Tirtayasa dan Bahtera Bumi Indah erdampak banjir akibat penggerusan Bukit Campang Raya.
Entah kemana pihak berwenangnya, sejak tahun lalu, warga kedua perumahan selalu kebanjiran air berlumpur dengan warna kecoklatan setiap hujan deras akibat galian C yang diduga tanpa izin.
Zamidin, warga RT 02, di luar perumahan, yang jaraknya sangat dekat dengan penggerusan, mengalami banjir dengan airkeruh kecoklat-coklatan bisa sampai selutut orang dewasa.
"Sebelumnya ada penambangan tidak pernah banjir di komplek ini, terutama yang terdampak warga perumahan Blok E3 dan E4 ," kata Gani, warga perumahan Villa Bukit Tirtayasa.
BUKIT KECAPI
Sebelumnya, pengusaha baru saja memporak-porandakan kawasan resapan air diduga tanpa izin di Bukit Kecapi, Kelurahan Campang Jaya, Kecamatan Sukabumi, Kota Bandarlampung.
Bagaimana tidak mengangkangi pemerintah, di dekat lokasi pengerukan, ada papan pengumuman yang terang benderang menyatakan kawasan bukit tersebut merupakan daerah resapan air Kota Bandarlampung.
BUKIT PJR
Para pemangku sempat tutup mata atas penggerusan bukit yang diduga tanpa izin atau ilegal di jalan lingkar Kota Bandarlampung, tepatnya di Tanjakan PJR, Jl. Sutami, Kelurahan Wayubak, Kecamatan Sukabumi.
Walau penggerusan bukit telah berlangsung sekitar tiga bulan, pihak yang kompeten tak ada yang tegas menyikapinya malah cenderung tutup mata dan buang badan, mulai dari kelurahan, kecamatan, hingga OPD terkait. (Hajim)
-