HELOINDONESIA.COM -Festival Generasi Z Bebas Narkoba digelar meriah di Lapangan Balai Pemuda, Alun-Alun Surabaya, pada 7–8 Juni 2025. Acara yang diinisiasi oleh relawan anti-narkoba BNNP Jawa Timur ini menampilkan beragam talenta anak muda dalam upaya menyuarakan perlawanan terhadap narkoba.
Selama dua hari, panggung festival dipenuhi penampilan generasi Z dari berbagai latar belakang. Mereka menunjukkan prestasi melalui aksi menyanyi, menari, robotika, dai cilik, penutur kisah nabi, cosplay, band cilik hingga band rock.
Salah satu peserta adalah Selin, siswi TKB Cinta Kasih Surabaya. Meskipun masih kecil, Selin tampil percaya diri menyanyikan lagu berbahasa Inggris.
"Karena aku juga bisa berbahasa Inggris," ungkapnya, 8 Juni 2025
Selin telah menjuarai berbagai lomba tingkat kota. Lagu-lagu dengan tingkat kesulitan tinggi berhasil ia bawakan dengan sempurna, berkat ketekunan dan latihan rutin.
Lain halnya dengan Megan Suwandi dari Surabaya Grammar School. Ia dikenal memilih lagu-lagu sulit dengan tingkat dinamika tinggi.
"Megan merasa bahwa lagunya itu cocok buat Megan," ujarnya.
Tak hanya cocok, Megan juga sudah sering menjuarai kompetisi tingkat provinsi. Kepiawaiannya mengatur nada, tempo, dan emosi lagu menunjukkan kematangan musikalitasnya meski masih belia.
Dari panggung cosplay, Juri Cosplay Jhey Azalea memuji kreativitas para peserta.
"Peserta kali ini sudah maksimal menunjukkan karakter yang diperankan cosplay-nya gitu ya," katanya.
Ia menambahkan ada banyak karakter unik, salah satunya adalah cosplay tokoh Ipin bertubuh kekar yang jarang terlihat.
Di sela-sela acara, pengunjung juga bisa menikmati jajanan dari berbagai UMKM. Salah satunya adalah Bakso Tetelan milik Hartini.
"Jual pentol, tahu, tahu putih, tahu goreng, somay, sama gorengan, serta tetelannya," ucap Hartini.
Hartini mengaku spesialis berjualan di event dan belum memiliki tempat tetap.
"Sering ikut event di Surabaya, ya untunglah, kalau nggak untung kan nggak sering ikut event," tuturnya.
UMKM lainnya, Faska Manisan, biasanya mangkal di Kodam V/Brawijaya. Namun saat festival, mereka ikut ambil bagian.
"Tiap harinya jual di Kodam, namun bila ada event ya kita ikut, keliling Surabaya," ujar Chusnul Khotimah, pemiliknya.
Pimpinan Gensana (Generasi Anti Narkoba), Dian Gen, penyelenggara Festival, menegaskan pentingnya menyelamatkan generasi muda dari narkoba.
"Sangat disayangkan bila nantinya generasi Z yang dicanangkan menjadi generasi emas 2045 justru rusak karena narkoba," tegasnya.
Festival ini menjadi ruang bagi generasi muda untuk mengekspresikan diri, sekaligus pengingat pentingnya menjauh dari bahaya narkoba menuju masa depan yang gemilang.***(Adi)