SEMARANG, HELOINDONESIA.COM - Sebanyak 65 guru yang terdiri atas kepala Sekolah Dasar (SD) dan guru Pendidikan Jasmani, olahraga, dan Kesehatan (PJOK) Se- Kecamatan Banyumanik Kota Semarang mengikuti Orientasi Kepalangmerahan di Aula UDD PMI Kota Semarang pada Selasa-Kamis, 28-31 Juli 2025.
Kegiatan yang dibuka oleh Ketua Bidang Anggota & Relawan Pengurus PMI Kota Semarang Wiwit Rijanto, SH, MH ini menghadirkan beberapa narasumber antara lain Saiful Hadi MKom, Bambang Kristiyono, Danang Baskhoro Adhi, Bariyanto, dan Ahmad Habib.
Baca juga: Mahasiswa Undip Dorong Legalitas Usaha Shuttlecock Serengan untuk Daya Saing Ekonomi Lokal
Menurut Wiwit Rijanto bahwa tujuan kegiatan ini adalah agar para guru mengenal lebih dekat tentang Palang Merah Indonesia (PMI).
“Selam aini banyak orang yang mengenal PMI hanya sebatas donor darah saja, dengan adanya orientasi ini para guru bisa mengenal lebih dekat tentang PMI yang merupakan organisasi kemanusian yang banyak kmembantu Masyarakat,” ungkap Wiwit.
“Kami berharap kepala sekolah bisa membentuk relawan melalui Palang Merah Remaja (PMR) di masing-masing sekolah,” tambahnya.
Materi Sejarah dan Tugas
Pada kesempatan tersebut para meserta mendapatkan materi tentang Sejarah Gerakan kepalangmerahan, prinsip dasar Palang Merah dan Bulan Sabit Merah Internasional, fungsi lambing, PMI dan tugasnya, serta dasar pertolongan pertama.
Baca juga: BPS: Jumlah Warga Miskin di Jateng Turun, Pertumbuhan Ekonomi Naik
Salah satu narasumber yang juga dosen Universitas Semarang (USM) Saiful Hadi mengaku senang dengan adanya kegiatan orientasi kepalangmerahan ini pasalnya banyak Masyarakat yang belum mengenal lebih detail tentang PMI.
“Melalui orientasi ini para guru mengenal lebih detail tentang kegiatan PMI mulai dari pertolongan pertama, pelayanan Kesehatan, bantuan kemanusiaan saat bencana alam, donor darah, evakuasi, dan msih banyak kegiatan PMI diantaranya adalah pembinaan relawan baik PMR, KSR, maupun TSR,” ungkap Saiful. (Aji)