Kabupaten Pati Bergolak, Bupati Sudewo Dilempari Sandal, Korban 34 Luka-Luka

Rabu, 13 Agustus 2025 19:39
Aparat kepolisian melindung Bupati Sudewo (Foto Ist) HELO LAMPUNG

HELOINDONESIA.COM – Situasi di Kabupaten Pati, Jawa Tengah, memanas pada Rabu (13/8/2025), pukul 11.00 WIB. Aksi unjuk rasa di depan Kantor Bupati berujung ricuh hingga memakan korban luka sampai beredar isu dua orang dilaporkan meninggal dunia.

Berbagai media sempat memberitakan dua korban meninggal pada rapat paripurna DPRD sekitar pukul 13.00 WIB. Hal tersebut sempat diperkuat oleh pernyataan anggota DPRD Teguh Bandang Waluyo yang menyebut ada korban jiwa inisial “S dan Z.”

Namun, Kabid Humas Polda Jateng, Kombes Artanto menyatakan bahwa laporan korban meninggal adalah hoaks. Menurut data Polda, ada 34 orang luka-luka, termasuk 7 petugas polisi.

Korban dari massa mayoritas menderita luka ringan seperti lebam, robek kulit, dan sesak napas akibat paparan gas air mata. Beberapa dirawat di RS Soewondo Pati, sedangkan beberapa lainnya sudah diperbolehkan pulang.

LEMPAR BUPATI

Aliansi Masyarakat Pati Bersatu mendesak Bupati Sadewo keluar dan menemui mereka. Sekitar pukul 12.16 WIB, Bupati Sudewo akhirnya muncul dari atas mobil rantis polisi dengan kemeja putih, peci, dan kacamata.

Namun, massa yang masih gelisah melempari botol dan sandal ke arahnya. “Bismillahirrahmanirrahim. Saya mohon maaf yang sebesar-besarnya, saya akan berbuat yang lebih baik," katanya. Sudewo segera kembali berlindung ke dalam kendaraan.

Beberapa saksi mata menyebut, insiden pelemparan sandal ke arah Bupati Sadewo terjadi ketika ia mencoba keluar dari gedung. Lemparan tersebut memicu reaksi massa yang semakin beringas

Aksi yang awalnya berjalan biasa berubah tegang setelah massa mulai melempari aparat dengan botol air mineral. Tak lama kemudian, lemparan batu menghujani jendela sekretariat kantor bupati hingga kaca pecah berserakan.

Ketegangan memuncak saat sejumlah pengunjuk rasa mendorong pagar dan mencoba masuk ke area kantor. Aparat kepolisian merespons dengan menembakkan gas air mata untuk membubarkan massa.

Aksi saling kejar pun terjadi di sekitar lokasi, dan seorang anggota polisi tampak terluka hingga harus ditandu keluar.

Dugaan Provokator

Kapolresta Pati Kombes Pol Jaka Wahyudi mengatakan eskalasi kericuhan diduga dipicu oleh pihak-pihak tertentu yang menyusup dalam aksi tersebut. “Disinyalir ada kelompok-kelompok penyusup aksi ini,” ujarnya di Kantor Bupati Pati.

Beberapa saksi mata menyebut, insiden pelemparan sandal ke arah Bupati Sadewo terjadi ketika ia mencoba keluar dari gedung. Lemparan tersebut memicu reaksi massa yang semakin beringas.

Peristiwa ini menambah daftar panjang ketegangan politik dan sosial di Pati. Sejumlah pihak mendesak pemerintah daerah dan aparat keamanan untuk melakukan investigasi menyeluruh, agar penyebab bentrokan dan jatuhnya korban jiwa dapat terungkap, serta mencegah terulangnya tragedi serupa.

Kronologi Lengkap dan Konteks: Demo Pati yang Mencuat Hingga Merembet ke Isu Pemakzulan

Aksi unjuk rasa besar di Kabupaten Pati pada Rabu, 13 Agustus 2025, dipicu oleh penolakan tajam terhadap keputusan Bupati Sudewo menaikkan tarif Pajak Bumi dan Bangunan Perdesaan dan Perkotaan (PBB-P2) sebesar 250 persen.

Kebijakan itu dianggap tidak pro-rakyat dan menimbulkan kemarahan luas masyarakat. Bahkan, video pernyataannya yang menantang “bawa 50 ribu orang, saya tidak akan gentar” menjadi viral dan memperparah situasi.

PEMAKZULAN

Dalam rapat paripurna, DPRD Pati menyatakan akan membentuk pansus untuk mengusut kemungkinan pemakzulan Bupati Sudewo. Alasan DPRD antara lain masalah pengisian direktur rumah sakit dan pengelolaan anggaran.

Bahkan, beberapa fraksi—termasuk PKB dan Gerindra—menyatakan mendukung jalur hak angket untuk menjaga pemerintahan yang transparan dan kondusif. (HBM)

 - 

Berita Terkini

Sekolah Kok Bodong

Opini • Jumat, 5-Juni-2026 14:16