Bang Een, Calon Legislator yang Propagandakan Hijau itu Kita,

Selasa, 20 Juni 2023 21:19
Bang Een, Calon Legislator yang Propagandakan Hijau itu Kita,

LAMPUNG, HELOINDONESIA.COM - Mochammad Nashir Badri terpanggil menanamkan kesadaran pentingnya pelestarian lingkungan hidup kepada para generasi pelanjut negeri ini. Lewat workshop dan lomba puisi, dia berharap bersemi kesadaran tersebut dalam dada para pelajar SMA/SMK se-Lampung.

Lewat Rumah Sastra Mata Dunia, penggagas dan penggiat diseminasi "Hijau itu Kita" sukses menggelar Workshop dan Lomba Baca Puisi Hijau 2023 di Gedung Dewan Kesenian Lampung (DKL), PKOR Wayhalim, Kota Bandarlampung, Minggu-Senin (18-19/6/2023).

Bakal calon anggota DPRD Lampung dari PPP daerah pemilihan Kota Bandarlampung ini berpendapat harus terus disuarakan, dipropagandakan, konsep-konsep go green, green development, green economy, serta banyak jargon-jargon pelestarian alam dan lingkungan.

"Generasi muda itu masa depan kita," kata Bang Een, panggilan akrabnya, kepada Helo Indonesia Lampung, Selasa (20/6/2023). Dia optimis lewat kegiatan semacam ini generasi muda dapat memahami dan mengimplementasikan nilai-nilai kecintaan terhadap alam dan lingkungan sebagai penopang utama kehidupan seluruh makhluk Tuhan di bumi.

Menurut dia, dalam proses membaca puisi, seseorang diharuskan untuk mampu menginterpretasi dan mengapresiasi tema dalam puisi dimaksud, sehingga tema "hijau" dalam kegiatan ini dapat diresapi sebagai nilai yang penting dalam kehidupan keseharian", demikian Nashir Badri dalam sambutannya.

Baca juga: Rumah Sastra Mata Dunia Sukses Gelar Workshop dan Lomba Baca Puisi

Bang Een juga menyampaikan bahwa upaya diseminasi Hijau itu Kita juga akan terus dikembangkan melalui bidang seni lain seperti seni rupa dan seni musik, bahkan bidang-bidang di luar kesenian dan budaya seperti ekonomi kerakyatan dan bidang-bidang sosial.

Semakin banyak bidang dan komunitas yang dijadikan sasaran diseminasi, akan semakin banyak orang yang memahami, dan diharapkan upaya-upaya tersebut dapat memberikan kontribusi pada pelestarian alam, katanya.

Dikatakannya, sangat banyak persoalan lingkungan yang dihadapi dunia saat ini seperti pemanasan global, deforestasi, polusi, degradasi daya dukung daya tampung lingkungan, banjir, longsor, sampah, dan lainnya yang menjadi ancaman serius kehidupan manusia baik saat ini maupun saatnya anak cucu kelak.

Untuk itu, sangat diperlukan upaya bersama untuk terus mengembangkan pemikiran dan implementasi pelestarian alam di berbagai bidang kehidupan. Nashir Badri juga berharap, sekecil apapun yang bisa dilakukan melalui diseminasi Hijau itu Kita, dapat membantu upaya penyelamatan bumi dan umat manusia.

Setiap kompetisi memang mengharuskan adanya pemenang, namun pemenang sejati adalah seseorang yang memahami hakikat dari setiap kegiatan yang dilakukan dalam kehidupan, termasuk di dalamnya membaca dan memahami puisi, ujarnya.

Baca juga: Dibandingkan DPS, DPT Pemilu 2024 Kendal Alami Penurunan Pemilih

Dalam penutup sambutannya, Bang Een juga menyampaikan apresiasi dan kekagumannya kepada para peserta dan para pendampingnya dengan ungkapan; "Anda layak disebut KEREN".

M NASHIR BADRI

M. Nashir Badri sempat turut mengantarkan suksesnya InReDS sebagai salah satu "gudang pemikir" pengembangan dan pembangunan daerah yang banyak bermitra dengan pemerintah daerah dalam pembangunan Kota Bandarlampung.

Bang Een juga berpengalaman sebagai tenaga ahli parlemen di level kabupaten. Terakhir, di periode 2014-2019 dia tercatat sebagai tenaga ahli Fraksi Demokrat di DPRD Tulangbawang Barat.

Dia juga pernah "mengawal" keberhasilan beberapa calon kepala daerah dan calon anggota legislatif di Provinsi Lampung. KPU Lampung pernah pula menggunakan "jasa" Nashir sebagai Ketua Tim Seleksi KPU Tulang Bawang Barat di tahun 2010.

Baca juga: Dibandingkan DPS, DPT Pemilu 2024 Kendal Alami Penurunan Pemilih

Een memiliki kedekatan dengan dunia kampus yang membawa orientasi pemikirannya pada konsep yang bersifat akademis dan terukur, berbudaya, dan berwawasan lingkungannya.

Pengetahuan dan teknologi, adalah seni yang bukan hanya jadi pertunjukan, tetapi mesti menyelami dan memenuhi kebutuhan orang banyak, sehingga tujuan berbangsa yang adil dan sejahtera bukan menjadi "visi bodong" semata, katanya.

Een berpengalaman dalam banyak organisasi. Sejak di kampus pada era 80-90 an dia menjadi aktivis Senat Mahasiswa FP Unila. Nashir adalah salah satu pendiri UKMBS Unila di tahun 1989 yang telah melahirkan banyak seniman dan budayawan terkenal.

Putra akademisi Unila ini juga pernah menjadi pengurus Pejuang Siliwangi Indonesia Provinsi Lampung, dan KOSGORO Provinsi Lampung. Hingga hari ini, Nashir masih menjadi Ketua Fokal Smanda 87 yang anggotanya mencapai 500 alumni dan berdomisili di Lampung, kota-kota besar di Indonesia, bahkan luar negeri.

Kedekatan Nashir dengan dunia kampus dan organisasi menjadikannya mudah menyelami pergaulan dengan banyak kalangan; akademisi, pengusaha, pemerintah daerah, UMKM dan petani, mahasiswa, buruh, seniman dan budayawan, aktivis lingkungan hidup, kaum milenial dan gen-z.

Nashir menjawab pertanyaan terkait tujuan menjadi anggota DPRD Provinsi Lampung dengan meminjam frase "mari hentikan omdo; omong doang" yang bermakna rakyat tidak akan pernah bahagia bila para pemimpin tidak bekerja keras dan serius untuk mensejahterakan mereka. (HBM)

Berita Terkini