Kembali Sandang Bandara Internasional, Tulisan Radin Inten II-nya Ompong

Sabtu, 23 Agustus 2025 22:36
Bandara Radin Inten II (Foto HBM/Helo) HELO LAMPUNG

LAMPUNG,HELOINDONESIA.COM -- Baru saja kembali menyandang status sebagai bandara internasional, para pengelolanya masih bermental domestik. Nama Bandara Radin Inten II terlihat "ompong" pada malam hari.

Neon huruf bandara yang merupakan estalase identitas pertama pendatang mendarat ke Provinsi Lampung tak semuanya menyala sehingga setelah senja turun hanya terbaca dari jendela pesawat: Radi I Ten II.

Neon boks huruf dua huruf "N" dan "I" dibiarkan mati oleh pengelola bandaranya. Tulisan lainnya, Bandara Internasional" tak terbaca sama sekali setelah malam hari. Mungkin, tak ada neon hurufnya.

Bandara Radin Inten II Lampung kembali resmi naik kasta pada Agustus 2025 lewat Keputusan Menteri Perhubungan Nomor KM 37 Tahun 2025. Pada tahun 2018, bandara ini sempat menyandang status internasional.

Status internasional pertama kali disematkan pada 18 Desember 2018 melalui SK Menteri Perhubungan Nomor KP 2044/2018, di era M. Gubernur Ridho Ficardo.

Lampung kala itu optimistis membuka jalur langsung ke luar negeri, terutama untuk umrah dan haji. Namun, realisasi jauh dari harapan. Hingga April 2019, tak ada satupun maskapai reguler yang melayani rute internasional.

Upaya terobosan dilakukan dengan mencarter pesawat Citilink Airbus A320 rute Lampung–Kuala Lumpur pada 4 Mei 2019. Penerbangan ini menjadi yang pertama sekaligus terakhir sebelum aktivitas internasional kembali vakum.

Namun, pada tahun 2023, status internasionalnya diturunkan. Minimnya penerbangan luar negeri membuat Kementerian Perhubungan menghapus status internasional Bandara Radin Inten II pada 2023.

Data Ditjen Perhubungan Udara kala itu menunjukkan hanya 32 dari 340 bandara di Indonesia yang berstatus internasional, dan Radin Inten II tidak lagi masuk daftar.

Meski sudah berstatus internasional, hingga kini penerbangan reguler ke luar negeri belum berjalan mulus. Tidak banyak maskapai yang membuka rute internasional dari Lampung karena jumlah penumpang masih rendah. Bandara ini juga kalah bersaing dengan Soekarno-Hatta di Cengkareng yang jaraknya hanya sekitar 3–4 jam perjalanan darat.

Selain itu, akses transportasi menuju bandara juga masih menjadi pekerjaan rumah. Jaraknya yang sekitar 28 kilometer dari pusat Kota Bandar Lampung belum ditunjang transportasi umum yang memadai. Warga masih mengandalkan kendaraan pribadi, taksi online, atau travel.

Fasilitas di dalam bandara pun belum sepenuhnya memuaskan. Pada jam-jam sibuk, penumpang sering mengeluhkan antrian panjang dan keterbatasan ruang tunggu. Layanan parkir dan transportasi lanjutan juga masih terbatas.

Masalah lain yang tak kalah penting adalah soal pengelolaan. Hingga kini, Radin Inten II masih dikelola oleh pemerintah pusat melalui UPT Kementerian Perhubungan, belum diserahkan ke PT Angkasa Pura II. Hal ini membuat pengembangan bisnis, investasi swasta, dan layanan komersial berjalan lebih lambat dibanding bandara besar lainnya.

Harapan ke Depan

Meski penuh tantangan, Bandara Radin Inten II tetap memegang peran vital sebagai wajah Lampung di mata dunia. Dengan potensi wisata, pertanian, dan industri yang dimiliki Lampung, bandara ini diharapkan benar-benar bisa menjadi bandara internasional yang ramai, bukan sekadar status di atas kertas. (HBM)

Berita Terkini