Belajar dari Kiai Soleh Darat, Ning Nawal: Kartini Masa Kini Wajib Balance Intelek dan Spiritual

Selasa, 21 April 2026 08:10
Ketua TP PKK Jateng Hj Nawal Arafah Yasin saat talkshow Hari Kartini 2026 di Museum RA Kartini Rembang

REMBANG, HELOINDONESIA.COM - Di balik keanggunan RA Kartini, tersimpan pemikiran revolusioner yang melampaui zaman. Semangat inilah yang ditegaskan kembali oleh Ketua TP PKK Provinsi Jawa Tengah, Hj Nawal Arafah Yasin MSi dalam peringatan Hari Kartini 2026.

Hadir di Museum RA Kartini Rembang 2026 dalam talkshow bertajuk “Kartini Menginspirasi: Berjiwa Independen, Teguh Berintegritas”, yang digelar oleh Otoritas Jasa Keuangan, Senin (20/4/2026), perempuan yang akrab disapa Ning Nawal ini membawakan pesan kuat: emansipasi tidak boleh melupakan akar spiritualitas.

Baca juga: Refleksi Peringatan Hari Kartini, Prof Kesi Ingatkan Budaya Tepi Sliro

Menurutnya, Kartini merupakan perempuan yang mampu berpikir melampaui zamannya. Sosok Kartini tidak hanya visioner, tetapi juga memiliki gagasan-gagasan besar yang hingga kini tetap relevan.

Nawal menekankan, spirit dan perjuangan RA Kartini, terutama terkait emansipasi kaum perempuan, diharapkan dapat terus diteladani dan dihidupkan oleh perempuan masa kini.

"Kartini bisa berpikir melampaui zamannya. Kartini bisa memiliki visi-visi yang sampai sekarang ini relevan. Dan beliau sudah memancarkan cahayanya, sehingga wanita-wanita pada saat ini harapannya bisa lebih menghidupkan cahaya-cahaya Kartini," katanya, usai kegiatan.

Nawal yang hadir di acara menjalankan perintah Gubernur Jateng Ahmad Luthfi dan Wakilnya Taj Yasin Maimoen (Gus Yasin), itu, menuturkan, perjuangan pahlawan nasional tersebut dapat dilihat saat mendirikan sekolah perempuan pertama pada 1912 di Semarang, di tengah keterbatasan ruang gerak perempuan.

Keseimbangan

Tidak hanya berfokus pada pendidikan, Kartini juga memiliki dimensi religiusitas yang kuat. Pada usia muda, Kartini pernah belajar agama kepada Kiai Soleh Darat, bahkan mendorong lahirnya kitab tafsir Al-Qur’an berjudul Faidur Rahman.

Dari hal tersebut, Nawal menekankan, perempuan tidak cukup hanya berbekal ilmu pengetahuan. Namun juga pentingnya keseimbangan antara intelektualitas, karakter, dan spiritualitas.

"Maka perempuan itu bukan hanya berilmu ya, harus memiliki karakter yang baik. Seperti acara saat ini dengan tema integritas, perempuan juga perlu memiliki spiritualitas yang baik," ucap istri Wakil Gubernur Jateng ini.

Dalam konteks kekinian, dia juga mengajak perempuan untuk mengambil peran aktif dalam melindungi dan memberdayakan sesama. Nawal menilai, nilai-nilai perjuangan Kartini tetap relevan, untuk menjawab berbagai persoalan sosial saat ini.

Baca juga: Grand Final Proliga 2026: Misi Hattrick Bhayangkara Presisi dan Ambisi Revans LavAni

Terkait hal itu, perempuan didorong untuk aktif memerangi kekerasan seksual, kekerasan dalam rumah tangga (KDRT), poligami, serta konsisten menyuarakan isu-isu kesetaraan gender.

"Maka, Kartini masa kini harus bisa menjadi pelindung perempuan sekitarnya, bisa memberdayagunakan perempuan sekitarnya seperti saat ini," beber Ketua Badan Kerja Sama Organisasi Wanita (BKOW) Jateng tersebut.

Nawal menekankan, semangat perjuangan Kartini harus terus dilanjutkan, melalui aksi nyata yang berdampak bagi masyarakat. Dia juga mengajak kaum perempuan Jawa Tengah untuk berkontribusi dalam pembangunan daerah.

"Maka ini menjadi pesan, untuk kita terus memperjuangkan nilai-nilai Kartini sampai hari ini," pungkas Ning Nawal. (Aji)

Berita Terkini