SEMARANG, HELOINDONESIA.COM - Sejumlah mahasiswa yang tergabung dalam Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Kendal beraudiensi dengan Bupati Kendal, Dyah Kartika Permanasari dengan membawa sejumlah tuntutan bersama di Gedung Abdi Praja Setda Kendal, Senin sore 8 September 2025.
Audiensi yang difasilitasi oleh Badan Kesbangpol Kendal juga dihadiri oleh Ketua DPRD Kendal, Mahfud Sodiq dan jajaran, Kabagops Polres Kendal, Kompol Abdullah Umar, Pj Sekda Kendal, Agus Dwi Lestari dan jajaran kepala dinas terkait.
Baca juga: Viral Oknum Guru di Kendal Selingkuh Digerebek Warga, Jika Terbukti Disdikbud Siapkan Sanksi Tegas
Ada sejumlah tuntutan yang menjadi isu lokal di Kabupaten Kendal yang disampaikan oleh BEM kepada Pemerintah Kabupaten Kendal. Diantaranya terkait isu persoalan penanganan banjir, penanganan sampah, pengentasan kemiskinan, perbaikan infrastruktur, peningkatan kualitas pendidikan, melibatkan mahasiswa untuk mengawal kegiatan dan kinerja pemerintahan.
"Ada 6 tuntutan isu nasional, 6 tuntutan untuk Pemkab Kendal dan 5 tuntutan untuk TNI dan Polri," ujar Korlap BEM Kendal, Najib didampingi Ketua BEM Kendal, Irsyad.
Dia menegaskan, BEM Kendal bakal memberikan tenggang waktu satu hingga dua bulan agar Pemkab Kendal dapat menindaklanjuti tuntutan terkait isu-isu lokal yang telah disampaikan kepada Bupati Kendal.
"Ini tidak bisa diterima secara langsung, mungkin kita tunggu satu atau dua bulanlah. Kami mahasiswa akan terus mengawal agar tuntutan kami bisa ditindaklanjuti," ungkapnya.
Ditindaklanjuti
Bupati Kendal, Dyah Kartika Permanasari mengatakan, Pemkab Kendal telah menerima tuntutan yang disampaikan BEM Kendal dan akan segera menindaklanjutinya.
"Alhamdulillah sarasehan bersama BEM Kendal berjalan aman, lancar dan kondusif. Kami sudah menerima tuntutan mereka. Ya tentunya nanti akan segera kami tindaklanjuti," ujar Bupati Tika.
Baca juga: Pejuang Kemanusiaan Romo Mangun Diabadikan Menjadi Nama Jalan di TPA Jatibarang
Menurutnya, dalam audiensi tersebut, para mahasiswa menyampaikan sejumlah tuntutan terkait persoalan penanganan sampah, infrastruktur, pendidikan, ketenagakerjaan dan lain sebagainya.
"Kalau yang ditujukan untuk Kabupaten Kendal tadi tuntutannya mengenai sampah, infrastruktur, pendidikan, terus kerusakan lingkungan termasuk dampak galian C. Alhamdulillah kami kan sudah membentuk Satgas MBLB yang ketuanya Pak Wabup," terang Bupati Tika.
Ia menyatakan, tuntutan yang ditujukan kepada Pemkab Kendal telah menjadi program prioritas yang akan segera ditangani dan diselesaikan.
"Kan memang semuanya sudah kami rencanakan akan kami laksanakan tapi memang tidak bisa dalam waktu singkat. Penanganan sampah itu juga bertahap karena keterbatasan anggaran. InsyaAllah kalau tuntutan yang ditujukan kepada Pemerintah Kabupaten Kendal kami bisa tindaklanjuti dan hampir semuanya sudah kami laksanakan," pungkasnya.(Anik)