LAMPUNG-HELOINDONESIA.COM----
Focus Group Discussion (FGD) bertema pengarusutamaan digitalisasi teknologi pertanian sukses digelar di Aula Berugo Cottage, Kelurahan Panaragan Jaya, Kabupaten Tulangbawang Barat (Tubaba), Lampung, Selasa (07/04/2026).
Kegiatan ini menjadi langkah strategis dalam mendorong transformasi sektor pertanian berbasis teknologi digital sekaligus meningkatkan kapasitas sumber daya manusia di daerah.
Dalam sambutan Kepala Balai Penerapan Standar Instrumen Pertanian (BPSIP) Lampung yang disampaikan oleh Penyuluh Pertanian Ahli Muda, Betty Mailina, ditegaskan bahwa FGD ini merupakan momentum penting untuk memperkuat sinergi lintas sektor dalam mewujudkan digitalisasi pertanian.
Betty juga menjelaskan bahwa Program I CARE, program pengembangan budaya pertanian yang didukung Bank Dunia hanya diterapkan di sembilan provinsi di Indonesia, dan Lampung menjadi salah satunya. Di tingkat kabupaten, program ini difokuskan pada empat wilayah, termasuk Kabupaten Tubaba.
Kegiatan ini juga sejalan dengan visi Asta Cita Presiden Republik Indonesia yang menargetkan tercapainya swasembada pangan nasional. Selain itu, FGD ini digelar untuk menjaring berbagai masukan yang akan menjadi bahan penyusunan materi bimbingan teknis (bimtek) bagi Kementerian Pertanian RI.
Program tersebut diharapkan mampu memperkuat prioritas pembangunan daerah, terutama dalam peningkatan kualitas SDM pertanian di Tubaba.
Sejumlah narasumber dari berbagai instansi strategis hadir dalam kegiatan ini, diantaranya Kepala Bapperinda Tubaba Yudiansyah, Kepala Dinas Pertanian Sarwo Haddy Sumarsono, Kepala Dinas Ketahanan Pangan Somad, Kepala Dinas Kominfo Aidil A. Pattikraton, serta Kepala Dinas Koperindag Achmad Nazarudin.
Dalam sesi diskusi, seluruh narasumber menekankan pentingnya komitmen dan kerja sama dari seluruh pihak guna membangun sinergi lintas sektor.
Penguatan kolaborasi ini dinilai krusial untuk mempercepat adopsi teknologi digital di bidang pertanian yang berdampak langsung terhadap peningkatan produktivitas, efisiensi, dan kesejahteraan petani.
Para narasumber juga menyoroti tantangan yang dihadapi sektor pertanian, mulai dari luasnya spektrum komoditas hingga dinamika iklim yang mempengaruhi hasil panen. Karena itu, pemanfaatan teknologi digital seperti sistem pemantauan berbasis data, prediksi cuaca, hingga manajemen informasi pertanian dinilai sangat penting dalam mendukung pengambilan kebijakan yang lebih akurat.
Melalui FGD ini, seluruh pemangku kepentingan berharap digitalisasi pertanian dapat memberikan manfaat nyata bagi sektor pertanian dan menjadi landasan dalam merumuskan arah pembangunan daerah di masa mendatang.
(Rohman).