LAMPUNG, HELOINDONESIA.COM ---- Anjangsana Tim Penyaringan dan Penjaringan (TPP) PON XXIII Tahun 2032 Lampung-Banten dipimpin Waketum I KONI Pusat cum Ketua PON, Mayjen TNI Purn Dr. Suwarno, ketua tim; didampingi jajaran KONI Lampung guna visitasi surveilans 36 lokasi calon venue cabor di beberapa kabupaten/kota di Lampung 14-17 April 2026 lalu dengan komentar cukup puas dan kalimat beragregat "Lampung memenuhi syarat", turut kontan publik Lampung respons hangat. Apresiasi tak hanya dari masyarakat olahraga setempat.
Dukungan semburat sekaligus harapan tersirat mimpi tuan rumah kelak kenyataan, antara lain menyembul dari raut ekspresi Wakil Bupati Pringsewu Umi Laila, dan Walikota Metro Bambang Iman Santoso terpisah, saat sama-sama mendampingi TPP PON KONI Pusat dan KONI Lampung mensurvei total lokasi bakal venue setempat. Pun Walikota Bandarlampung Eva Dwiana saat kesempatan audiensi.
Bersyukur kepercayaan diberikan, Wakil Bupati Pringsewu Umi Laila didampingi Kepala Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Mesuji Sekampung Ditjen SDA Kementerian PU Dr. Elroy Koyari, Kamis (16/4/2026) menegaskan komitmen Pemkab Pringsewu dukung suksesnya taja PON 2032.
“Penunjukan ini menjadi peluang besar bagi daerah untuk mendorong kemajuan sektor olahraga, pariwisata, serta perekonomian masyarakat. Kami siap berkolaborasi dan lakukan berbagai persiapan secara optimal,” ujar wabup perempuan pertama di Bumi Jejama Secancanan.
Walikota Bambang, sebelumnya melalui Kadispora Metro berkomitmen terus berkoordinasi dengan KONI Pusat dan KONI Lampung dalam persiapan ini, misal dengan telah usulkan venue spesifik seperti Gedung Sesat Agung yang telah disurvei sebelumnya untuk cabor bela diri kurash. "Harapan kami usulan ini diterima sehingga Metro dapat berkontribusi nyata dalam even nasional ini," ujar Kadispora setempat disitat dari RRI.
“Kami akan lakukan inventarisasi terhadap seluruh fasilitas yang ada, kemudian mengintegrasikannya dengan potensi daerah lain. Harapannya, beberapa venue di Kota Metro dapat dimanfaatkan sebagai lokasi pertandingan PON 2032,” ujar Suwarno, didampingi Wakil Ketua VI KONI Pusat Josef Nae Soi, Wakil Ketua TPP Brigjen Purn Ahmad, dan Sekretaris Eman Sumusi, serta anggota Kolonel (Purn) Irvan Bachtiar, dalam rapat di KONI Lampung, Jum'at (17/4/2026).
Meski beberapa fasilitas memerlukan peningkatan, Metro berpeluang jadi salah satu tuan rumah cabor. Sejumlah fasilitas termasuk GOR Sesat Agung telah ditinjau, dan pada prinsipnya Pemkot Metro telah serius menyiapkan potensi yang ada secara maksi agar dapat berpartisipasi apabila Lampung terpilih sebagai tuan rumah PON 2032.
Setali tiga uang, Walikota Bandarlampung Eva Dwiana, sebut kesempatan Lampung tuan rumah 2032, menjadi kesempatan besar pula bagi Kota Tapis.
"Kami siap berbenah dan melengkapi fasilitas yang masih kurang,” ujar Bunda Eva sapaannyi, saat audiensi TPP PON KONI Pusat dan KONI Lampung di ruang kerjanya, Jum'at (17/4/2026), berharap dukungan KONI Pusat, Pemprov dan KONI Lampung dalam standar perbaikan venue milik Pemkot yang ada agar sesuai standarisasi nasional.
Bunda Eva sefrekuensi, audiensi itu menjadi langkah awal memetakan kesiapan Lampung sebagai tuan rumah PON, sekaligus memperkuat sinergi pemda dan KONI Pusat dalam pengembangan infrastruktur olahraga.
Dukungan Lampung tuan rumah PON 2032 juga mengudara lintas elemen.
Panglima Nero, sapaan Ketua Umum DPP Laskar Lampung Indonesia yang juga eks Ketua Pengprov Persatuan Tinju Nasional (Pertina) Lampung Nerozely Koenang yang kini bareng PABTI, tengah disibukkan rencana gelaran Laskar Lampung Boxing Cup 2026 Piala Gubernur Lampung di Gedung Sumpah Pemuda PKOR Way Halim Bandarlampung 20-23 Mei mendatang, melalui Sekjen Panji Nugraha bilang, PON 2032 adalah sekaligus ajang emas mempopulerkan kembali khazanah kekayaan adat istiadat Lampung.
"Rakyat Indonesia mesti kita ingatkan kembali, peradaban Lampung dan Banten sebagai saudara. Banten adalah 'saudara tua' Lampung. Populasi warga Banten di Lampung cukup banyak. Misalnya saja, dunia kelaskaran di Lampung juga banyak diwarnai para jawara Banten. Di Banten bahkan ada Kampung Cikoneng yang khas Lampung," ujar Panji, Senin (20/4/2026).
Adaoyn, aktivis 1998, organiser rakyat miskin kota, eks aktivis Urban Poor Consortium (UPC) dan tokoh pemuda Lampung, Faisal Sanjaya menelisik hajat pesta olahraga nasional terbesar itu nanti bakal jadi ladang cuan dadakan bagi pegiat UMKM dan koperasi. Serta menggeliatkan roda ekonomi pegiat wisata olahraga bahkan industri olahraga.
"Kesempatan emas kadang tak datang dua kali. Bisa datang berkali-kali. Tapi saat PON 2032 datang nanti, jangan sedikit pun terlewatkan. Coba kita berkaca dari PON Aceh-Sumut," tutur Faisal, dikontak Senin (20/4/2026), mengilustrasikan efek berantai PON terhadap geliat perekonomian rakyat selama hajat berlangsung.
Plt Ketua Pengprov Muaythai Indonesia (MI) Lampung Abu Hasan dalam taklimat dukungannya, Selasa (21/4/2026) menegaskan seluruh Pengprov dan Pengkab/Pengkot induk cabor diperlaga bahkan cabor non diperlaga lainnya di Lampung sudah selayaknya mendukung perhelatan PON 2032 tidak hanya dengan komitmen untuk menjadi bagian tuan rumah yang baik sesuai dipersyaratkan, ramah tetamu, ramah fairplay, dan paripurna.
Tetapi juga sekaligus dengan komitmen untuk jadi bagian dari klasemen utama juara. "PON 2032 kelak harus dapat kita manfaatkan nilai plusnya sebagai tuan rumah juga untuk mendulang rekor lima besar, paling tidak," ujar Abu Hasan didampingi sekretaris Akbar Singagerda Indra Putra.
Sebelumnya, dari luar daerah, meski baru lisan, dukungan berikut saran agar KONI dan induk cabor kabupaten/kota baik di Lampung pun Banten memobilisasi tekad jadi tuan rumah serta menggalakkan sosialisasi bersama di pelbagai agenda keolahragaan misal Porwil, dibesut Ketua KONI Sumatra Utara Kolonel Purn Hatunggal Siregar melalui Wakil Ketua KONI Lampung Riagus Ria, awal Februari lalu. (Muzzamil)