LAMPUNG, HELOINDONESIA.COM----
Pemerintah Kabupaten Tulangbawang Barat (Tubaba), Lampung, terus menunjukkan komitmennya dalam membangun sepak bola usia muda melalui penyelenggaraan Tubaba Football League U-17 Season 1 Tahun 2026.
Kompetisi tersebut resmi dibuka oleh Bupati Tubaba, Novriwan Jaya, didampingi Wakil Bupati Nadirsyah, di Lapangan Sepak Bola Tiyuh Kibang Budi Jaya, Kecamatan Lambu Kibang.
Ajang ini menjadi tonggak penting dalam upaya pembinaan sepak bola usia muda di Tubaba. Selain menjadi wadah kompetisi, liga tersebut juga diharapkan mampu menjaring dan mengembangkan talenta-talenta muda yang berpotensi mengharumkan nama daerah hingga level nasional dan internasional.
Ketua Pelaksana Tubaba Football League U-17, Alpredo Isnopendi, mengatakan kompetisi yang mengusung tema “Membangun Kolaborasi Meraih Mimpi, Menggapai Prestasi Mendunia” itu merupakan bentuk komitmen bersama dalam mendukung pembinaan sepak bola generasi muda.
“Kompetisi ini tidak hanya menjadi ajang pertandingan, tetapi juga sarana menjaring, membina, dan mengembangkan bibit-bibit pesepak bola muda yang berpotensi menjadi atlet berprestasi di masa depan,” ujar Alpredo.
Ia menjelaskan, sebanyak 10 klub sepak bola dari berbagai wilayah di Tubaba ambil bagian dalam kompetisi tersebut. Para peserta dibagi ke dalam dua grup dan akan bertanding selama sembilan pekan dengan total 48 pertandingan yang digelar secara bergilir di sejumlah kecamatan.
Menurut Alpredo, pelaksanaan liga juga diharapkan memberikan dampak positif bagi perekonomian masyarakat, terutama pelaku UMKM di sekitar lokasi pertandingan.
Dalam sambutannya, Bupati Tubaba Novriwan Jaya menegaskan bahwa Tubaba Football League U-17 merupakan langkah nyata pemerintah daerah dalam membangun sistem pembinaan sepak bola usia muda yang berkelanjutan.
Menurutnya, kompetisi ini bukan sekadar mencari juara, melainkan menjadi wadah pembentukan karakter, peningkatan kemampuan, serta pengembangan bakat para pemain muda.
“Keberhasilan kompetisi ini tidak hanya diukur dari hasil pertandingan, tetapi dari sejauh mana kompetisi mampu melahirkan pemain-pemain muda yang disiplin, sportif, bermental kuat, dan memiliki kualitas untuk bersaing di tingkat yang lebih tinggi,” kata Novriwan.
Ia menambahkan, penggunaan jersey Tim Nasional Indonesia pada seremoni pembukaan menjadi simbol harapan agar para pemain muda Tubaba memiliki motivasi untuk terus berkembang dan suatu saat mampu memperkuat daerah maupun Indonesia di level yang lebih tinggi.
Novriwan juga mengajak seluruh elemen sepak bola, mulai dari pengurus PSSI, pelatih, wasit, klub hingga para pemain untuk bersama-sama membangun sepak bola Tubaba yang lebih maju dan berprestasi.
Apresiasi terhadap penyelenggaraan kompetisi tersebut datang dari pelatih nasional Rahmad Darmawan yang hadir dalam pembukaan liga. Ia menilai langkah Pemerintah Kabupaten Tubaba sangat tepat karena menjawab salah satu tantangan utama dalam pembangunan sepak bola nasional.
Menurut Rahmad, kemajuan sepak bola ditentukan oleh empat faktor utama, yakni peningkatan kualitas kepelatihan, ketersediaan infrastruktur yang memadai, pembinaan usia dini dan usia muda, serta terselenggaranya kompetisi yang rutin dan berkelanjutan.
“Saya melihat apa yang dilakukan Kabupaten Tulang Bawang Barat hari ini merupakan langkah yang sangat tepat. Kompetisi ini mendorong pelatih untuk terus berkembang, memacu peningkatan infrastruktur olahraga, serta memberikan ruang bagi pemain muda untuk memperoleh pengalaman bertanding yang sangat dibutuhkan dalam proses pembinaan,” ujarnya.
Rahmad juga mengapresiasi format kompetisi yang melibatkan 10 klub dari sembilan kecamatan dengan sistem home and away. Menurutnya, format tersebut mampu menumbuhkan budaya kompetisi yang sehat sekaligus memperkuat pembinaan sepak bola hingga tingkat kecamatan.
Ia berharap kompetisi serupa dapat terus berlanjut secara berjenjang hingga kelompok usia yang lebih tinggi sehingga tercipta jalur pembinaan yang berkesinambungan bagi para atlet muda.
“Talenta sepak bola Lampung tidak pernah habis. Yang dibutuhkan adalah pembinaan yang tepat, kompetisi yang konsisten, dan dukungan seluruh pihak. Saya optimistis melalui kompetisi ini akan lahir generasi-generasi baru yang mampu mengharumkan nama Lampung dan Indonesia,” tambahnya.
Dukungan juga datang dari Pemerintah Provinsi Lampung melalui Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga Provinsi Lampung, Meiry Harika Sari, yang hadir mewakili Gubernur Lampung.
Meiry menyebut Tubaba Football League U-17 sebagai langkah strategis dalam memperkuat ekosistem pembinaan sepak bola usia muda di daerah. Ia bahkan menyebut Tubaba sebagai daerah pertama di Lampung yang menyelenggarakan liga U-17 secara terstruktur seperti saat ini.
“Atas nama Pemerintah Provinsi Lampung, kami memberikan apresiasi kepada Pemerintah Kabupaten Tulang Bawang Barat atas inisiatif dan komitmennya dalam menyelenggarakan kompetisi ini,” ungkapnya.
Pada kesempatan tersebut, Pemerintah Kabupaten Tubaba juga menyerahkan bantuan bola kepada sejumlah Sekolah Dasar dan Sekolah Sepak Bola (SSB) sebagai bentuk dukungan terhadap pembinaan sepak bola usia dini.
Melalui penyelenggaraan Tubaba Football League U-17 Season 1 Tahun 2026, Pemkab Tubaba berharap dapat membangun fondasi sepak bola yang kuat dan berkelanjutan, sekaligus melahirkan generasi atlet muda yang mampu mengharumkan nama daerah, Provinsi Lampung, hingga Indonesia di masa depan.
(Rohman)