LAMTIM LAMPUNG, HELOINDONESIA.COM — Wakil Menteri Sosial (Wamensos) Agus Jabo Priyono usai anjangkarya ke Bumi Jejama Secancanan Kabupaten Pringsewu menyerahkan bantuan Asistensi Rehabilitasi Sosial (ATENSI) ke warga, meninjau lansia membatik, memonitor distribusi bantuan ATENSI dan beramah tamah dengan PPPK Kemensos sini, lanjut meninjau Sekolah Rakyat dua kecamatan Bumi Tuwah Bepadan Kabupaten Lampung Timur, Kamis (11/6/2026). Di sana, Wamensos menitipkan lima pesan 'kebapakan'.
Senada di Pringsewu disambut Bupati Riyanto Pamungkas, Wabup Umi Laila, jajaran Pemkab dan DPRD setempat, kehadiran Wamensos Agus Jabo Priyono didampingi staf beserta rombongan termasuk Kadissos Lampung Aswarodi disambut tak kalah hangat oleh Bupati Lampung Timur Ela Siti Nuryamah serta jajaran, juga para murid Sekolah Rakyat baik Sekolah Rakyat (rintisan) di SKB Desa Taman Asri, Kecamatan Purbolinggo, maupun Sekolah Rakyat Desa Muarajaya, Kecamatan Sukadana, Kamis siang.
Disaksikan Bupati Ela dan hadirin kunjungan, kepada total 64 murid Sekolah Rakyat (rintisan) di SKB Desa Taman Asri, Kecamatan Purbolinggo meliputi 30 murid laki-laki dan 34 murid perempuan jenjang SD dan SMP, Wamensos Agus Jabo menitipkan sedikitnya lima pesan yang bukan saja bijak menyentuh tetapi juga bernada 'kebapakan'. Apa saja?
Pertama, Wamensos meminta para murid untuk belajar dengan sungguh-sungguh. “Harus pintar, berkarakter baik, dan punya keterampilan. Itu modal capai cita-cita,” pesan Gus Jabo sapaan akrabnya.
Kedua, dia mengingatkan segenap murid setempat untuk menjauhi perilaku nir-adab perundungan (bullying). “Tidak boleh ada perundungan, intoleransi, apalagi pelecehan seksual. Segera lapor guru kalau ada masalah,” lugasnya.
Ketiga, Wamensos yang terlahir dari keluarga petani namun juga alumnus FKIP Universitas Negeri Sebelas Maret (UNS) Solo, dikenal sebagai aktivis prodemokrasi sejak era 80-an: veteran PII, pendiri SMID-PRD, pernah petinggi Gerindra, pendiri dan Ketua Umum Partai Rakyat Adil Makmur (PRIMA) ini meminta para murid untuk senantiasa menghormati kedua orang tua. Apapun latar belakang profesinya.
"Apapun pekerjaan orang tua kalian, petani, buruh, atau sopir, kalian harus bangga. Buktikan kalian bisa berhasil lewat pendidikan,” pesan penyemangat dia.
Dijelentrehkan, kunjungan Gus Jabo bukan hanya sekadar untuk memastikan kesiapan dari program Sekolah Rakyat, tetapi juga untuk menebalkan keberpihakan kolektif agar program prioritas unggulan pemerintahan Presiden Prabowo ini dibukakan lebar-lebar pintu partisipasi.
“Perlu pendekatan ke orang tua. Gelar open house, ajak tokoh masyarakat lihat langsung Sekolah Rakyat. Sekolah Rakyat adalah alat negara putus kemiskinan antargenerasi. Jangan sampai, anak berhenti sekolah karena bantu kerja orang tua. Ingat, pendidikan jalan rubah masa depan,” wanti Wamensos, diangguki komitmen kesiapan Bupati Ela untuk menggesa tindak lanjut arahan direktif tersebut.
Untuk pengingat, program Sekolah Rakyat khusus jenjang SD hingga SMA mulai tahun ajaran 2025/2026 merupakan program prakarsa Presiden Prabowo, bagian solusi guna uber target pengentasan kemiskinan ekstrem dengan fokus investasi sumber daya manusia dan akses pendidikan dasar keluarga miskin ekstrem —mandatori Instruksi Presiden (Inpres) Nomor 8/2025 tentang Optimalisasi Pelaksanaan Pengentasan Kemiskinan dan Penghapusan Kemiskinan Ekstrem (berlaku 27 Maret 2025 - 31 Desember 2029) yang menarget sebarannya hingga 0% pada 2026.
Pelaksanaan program Sekolah Rakyat jadi satu bagian pula dari strategi kebijakan pengurangan beban pengeluaran masyarakat, selain strategi peningkatan pendapatan masyarakat dan penurunan jumlah kantong kemiskinan tepat sasaran melalui panduan manunggal Data Tunggal Sosial dan Ekonomi Nasional (DTSEN) sesuai Inpres 4/2025.
Sebagai informasi, Agus Jabo sebagai orang nomor dua di Kementerian Sosial (Kemensos) mendampingi Menteri Sosial Saefullah Yusuf (Gus Ipul), notabene kementerian pengampu program ini bersama Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) selaku pengampu penyiapan kurikulum dan pengadaan tenaga pendidik dan tenaga kependidikan. Serta Kementerian PU selaku unsur pengampu pelaksana pembangunan infrastruktur fisiknya.
Di Lampung, selain rintisan di Purbolinggo, Lampung Timur; serta sejumlah lokasi lain di Bandarlampung dan Lampung Selatan; hingga Mei 2026 sedikitnya terdapat tiga lokasi pembangunan Sekolah Rakyat di sini. Dengan total luasan lahan ketiganya 95.478 m², dikebut pembangunannya oleh Kementerian PU dengan kontraktor pelaksana skema kerja sama operasional (KSO) BUMN PT Brantas Abipraya dan PT Sumber Bangun Sentosa.
Yakni, Sekolah Rakyat SD-SMA di areal kurang lebih 10 hektar di Kota Baru Bandar Negara, Kecamatan Jati Agung, dan di Kecamatan Kalianda, keduanya di Lampung Selatan; serta yang dikunjungi hari ini di Sukadana, Lampung Timur. Di mana Gus Jabo sempat menyapa sobat seperjuangan lamanya, Purnama Hidayah dan Anug Rama. (Muzzamil)