JAKARTA, HELOINDONESIA.COM - Di era global, lulusan pendidikan Sespim (sekolah kepemimpinan) Polri harus menjadi garda terdepan dalam menjaga stabilitas keamanan nasional, percepatan transformasi digital, serta meningkatnya ekspektasi masyarakat terhadap pelayanan kepolisian.
"Alumni pendidikan Sespim merupakan awal pengabdian, punya tanggung jawab lebih besar untuk menjadi pemimpin Polri yang profesional," kata Wakapolri (Wakil Kepala Kepolisian Negara Republik Indonesia) Komjen Dedi Prasetyo kepada wartawan, pada Jumat (3/7/2026) di Jakarta.
Dia katakan, juga mesti adaptif, berintegritas, dan mampu menjawab tantangan tugas yang semakin kompleks dan dinamis.
Komjen Dedi Prasetyo menyampaikan hal itu, saat memimpin upacara penutupan pendidikan Sespimti Polri Dikreg Ke-35, Sespimmen Polri Dikreg Ke-66, Sekolah Pengembangan Profesi Kepolisian (SPPK) Angkatan Ke-3, dan Sespimma Polri Angkatan Ke-75 Tahun Anggaran 2026 di Sespim Lemdiklat Polri.
Sebanyak 418 peserta didik Sespim telah menyelesaikan pendidikan, terdiri atas 57 peserta Sespimti, 201 peserta Sespimmen, 35 peserta SPPK, dan 125 peserta Sespimma.
“Kelulusan ini merupakan awal pengabdian dan tanggung jawab yang lebih besar untuk menjadi pemimpin Polri yang profesional, adaptif, dan berintegritas, serta mampu menjawab tantangan tugas yang semakin kompleks dan dinamis,” ujar Wakapolri.
Program Sespimti diikuti 47 peserta Polri, delapan peserta TNI, serta dua peserta dari Kejaksaan Agung dan Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan.
Sementara Sespimmen diikuti peserta Polri, TNI, serta dua peserta mancanegara, yakni Timor Leste.