LAMPUNG, HELOINDONESIA.COM----
Pemerintah Kabupaten Tulangbawang Barat (Tubaba), Lampung, memaparkan berbagai capaian pembangunan dan inovasi daerah saat Verifikasi Faktual Penghargaan Kinerja Pembangunan Daerah (PKPD) Kabupaten/Kota se-Provinsi Lampung Tahun 2026 di Ruang Rapat Bupati Tubaba, Senin (6/7/2026).
Pemaparan dipimpin langsung Sekretaris Daerah Tubaba, Ir. Iwan Mursalin, S.Si., M.M., M.T., di hadapan Tim Penilai Utama (TPU) dan Tim Penilai Independen (TPI) Provinsi Lampung. Hadir pula Wakil Ketua I DPRD Tubaba, jajaran kepala OPD, Ketua Baznas, dan Ketua Bolo Ngarit.
Ketua tim penilai, Yasir Wijaya, S.Si., M.Si., mengatakan verifikasi dilakukan untuk memastikan kesesuaian antara dokumen perencanaan dengan implementasi di lapangan. Penilaian juga diarahkan pada kontribusi daerah terhadap indikator makro nasional, seperti pengentasan kemiskinan, penurunan stunting dan pengangguran, pertumbuhan ekonomi, serta inovasi pembiayaan daerah.
Dalam pemaparannya, Iwan Mursalin menegaskan komitmen Pemkab Tubaba dalam mendukung Program Makan Bergizi Gratis (MBG). Pemerintah daerah telah membentuk Satgas MBG dan mengoperasikan 42 dapur aktif yang memenuhi standar higienitas. Pada 2026, program tersebut ditargetkan menjangkau lebih dari 102 ribu penerima manfaat, mulai dari pelajar, balita, ibu hamil hingga anak putus sekolah.
Menurutnya, pelaksanaan MBG tidak hanya berdampak pada peningkatan gizi masyarakat, tetapi juga menggerakkan ekonomi lokal. Melalui program Bolo Ngarit, kebutuhan daging kambing dipasok langsung oleh peternak Tubaba. Dalam enam bulan terakhir, sebanyak empat ton daging kambing terserap dengan nilai ekonomi mencapai Rp560 juta.
Di sektor pertanian, Tubaba mencatatkan peningkatan luas tanam padi sebesar 60,31 persen, tertinggi di Provinsi Lampung. Produksi tersebut membuat daerah ini mencatat surplus beras sekitar 16,8 juta kilogram per tahun, sementara cadangan pangan di Bulog dinilai mencukupi untuk memenuhi kebutuhan masyarakat.
Sektor peternakan juga menunjukkan pertumbuhan signifikan. Populasi kambing mencapai 186.297 ekor pada 2026 dengan pengiriman sekitar 5.000 ekor per bulan ke wilayah Jabodetabek dan Sumatera. Pengembangan usaha peternak turut diperkuat melalui penyaluran Kredit Usaha Rakyat (KUR) Super Mikro senilai Rp8,32 miliar kepada 363 peternak.
Di bidang pendidikan, Pemkab Tubaba telah merevitalisasi 34 sekolah, mengembangkan Kelas Khusus Olahraga di 16 SMP, serta memperluas akses beasiswa bagi siswa berprestasi dan keluarga kurang mampu. Sementara pada sektor infrastruktur, jumlah paket pembangunan jalan meningkat dari 15 paket pada 2024 menjadi 24 paket pada 2025 melalui skema yang lebih efisien dan melibatkan partisipasi dunia usaha.
Pada sektor kesehatan, layanan hemodialisis di RSUD Tubaba menjadi salah satu inovasi yang diunggulkan. Dengan dukungan 10 mesin cuci darah dan tenaga medis spesialis, layanan tersebut telah melayani ratusan pasien BPJS sehingga warga tidak lagi harus berobat ke luar daerah. Kehadiran layanan ini juga turut mendorong peningkatan status RSUD Tubaba dari rumah sakit Tipe D menjadi Tipe C.
Melalui verifikasi faktual PKPD 2026, Pemkab Tubaba berharap berbagai inovasi pembangunan berbasis potensi lokal yang telah dijalankan mampu menjadi nilai tambah dalam penilaian sekaligus memperkuat posisi daerah sebagai salah satu kabupaten dengan kinerja pembangunan terbaik di Provinsi Lampung.
(Rohman)