LAMPUNG, HELOINDONESIA.COM -- Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal dijadwalkan melantik kepengurusan Forum Pembauran Kebangsaan (FPK) Lampung di Balai Keratun, Kompleks Kantor Gubernur Lampung, Selasa (7/7/2026), pukul 13.00 WIB sampai selesai.
Sehari sebelumnya, Senin (6/7/2026), papan bunga ucapan selamat dari para mitra atas dilantiknya H. Darussalam, SH, MH dan jajaran pengurus FPK Lampung Periode 2025-2029 telah memeriahkan suasana di Komplek Kantor Gubernur Lampung.
"Selamat dan sukses H. Darussalam, SH, MH sebagai ketua FKP Lampung masa bakti 2025-2029," tulisan papan bunga yang dikirim Gubernur Mirza di teras masuk Gedung Balai Keratun. Ucapan serupa datang dari perorangan maupun berbagai lembaga.
Ketua DPRD Lampung Ahmad Giri Akbar turut mengirim papan bunga. Hingga Senin malam, papan bunga terus berdatangan ke sekitar lokasi acara. Pemprov Lampung dan FPK juga telah mengadakan gladi bersih buat prosesi pada Hari-H. "Doakan prosesi pelantikan berjalan lancar," kata Darussalam.
Dikatakannya, Darussalam bersama seluruh jajaran pengurus periode 2026–2029 menyatakan siap mengemban amanah sebagai garda terdepan dalam memperkuat pembauran, menjaga kerukunan, dan merawat persatuan di tengah keberagaman masyarakat Lampung.
"Alhamdulillah, seluruh pengurus semakin solid. Kami memiliki tekad yang sama untuk menjaga Lampung tetap damai. Jangan sampai perbedaan suku, agama, ras, maupun budaya menjadi alasan perpecahan. Justru keberagaman itulah kekuatan terbesar yang dimiliki Lampung," kata Darussalam.
Semangat kebersamaan itu telah terlihat sejak rangkaian persiapan pelantikan. Perwakilan 37 etnis dan suku yang hidup berdampingan di Provinsi Lampung duduk dalam satu forum, mengesampingkan segala perbedaan untuk menyusun langkah bersama membangun harmoni sosial.
Sekretaris FPK, Idris KS, menjelaskan bahwa forum tersebut merupakan wadah pembauran yang berfungsi memperkuat integrasi sosial dan budaya di tengah masyarakat yang majemuk.
"FPK hadir untuk menjaga, memelihara, dan memperkuat pembauran, persatuan, serta kesatuan masyarakat. Kami juga telah menyiapkan berbagai program kerja unggulan setiap tahun sebagai bentuk kontribusi nyata dalam mewujudkan Lampung Maju menuju Indonesia Emas 2045," ujarnya.
FPK dibentuk oleh Pemerintah Provinsi Lampung melalui Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Provinsi Lampung. Saat ini, forum tersebut menaungi 37 organisasi etnis dan suku yang menjadi representasi keberagaman masyarakat di Bumi Ruwa Jurai.
Darussalam mengaku optimistis semangat kebersamaan yang telah tumbuh di antara seluruh pengurus akan menjadi modal besar dalam menjalankan berbagai program organisasi.
"Semoga pelantikan ini bukan sekadar seremoni, tetapi menjadi awal pengabdian untuk terus merawat persaudaraan, memperkuat persatuan, dan menjaga Lampung tetap sejuk bagi semua," tuturnya.
Di sisi lain, seragam yang dikenakan para pengurus pun menyimpan filosofi mendalam. Elty Yunani, SH, MKn, MG, Ph.D., CLA, pemilik Elty Gallery, menjelaskan bahwa warna hitam dipilih sebagai simbol keteguhan, kewibawaan, dan kepercayaan diri.
Sementara benang emas yang terinspirasi dari motif tapis melambangkan kemuliaan budaya Lampung, kejayaan, sekaligus harapan agar setiap langkah pengurus selalu diterangi nilai-nilai kearifan lokal.
Di tengah derasnya arus informasi yang kerap memantik polarisasi, keberadaan FPK menjadi semakin relevan. Forum ini bukan sekadar organisasi, melainkan ruang perjumpaan bagi berbagai identitas untuk saling memahami dan menguatkan.
Sebab, sejarah telah mengajarkan bahwa bangsa yang besar bukanlah bangsa yang tanpa perbedaan. Bangsa yang besar adalah bangsa yang mampu menjadikan perbedaan sebagai kekuatan.
Dan di Bumi Ruwa Jurai, persatuan akan selalu menemukan jalannya ketika semua memilih duduk bersama, saling menghormati, dan menjaga rumah yang sama bernama Lampung. Tabik pun! (HBM)