Rakornas Samsat 2026 di Lampung Perkuat Sinergi Tiga Pilar dan Dorong Transformasi Digital

Selasa, 14 Juli 2026 17:11
Direktur Jenderal Bina Keuangan Daerah Kementerian Dalam Negeri Agus Watoni, Direktur Utama Jasa Raharja Muhammad Awaluddin, Wali Kota Bandarlampung Eva Dwiana Saat Berikan Keterangan Di Novotel.( Hajim).

LAMPUNG, HELOINDONESIA.COM ---- Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) Samsat Tahun 2026 yang digelar di Provinsi Lampung menjadi momentum strategis untuk memperkuat sinergi tiga pilar Samsat sekaligus mendorong berbagai inovasi dalam meningkatkan kualitas pelayanan publik dan optimalisasi Pendapatan Asli Daerah (PAD).

Kegiatan yang dihadiri oleh jajaran Korps Lalu Lintas (Korlantas) Polri, Direktorat Jenderal Bina Keuangan Daerah Kementerian Dalam Negeri, PT Jasa Raharja, serta Pmerintah daerah dari seluruh Indonesia ini menjadi forum konsolidasi nasional dalam memperkuat kolaborasi penyelenggaraan Samsat.

Direktur Jenderal Bina Keuangan Daerah Kementerian Dalam Negeri Agus Watoni menegaskan bahwa Rakornas ini bertujuan membangun kesamaan pemahaman sekaligus mendorong lahirnya inovasi dan terobosan di seluruh Samsat di Indonesia agar mampu meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat dan mengoptimalkan penerimaan daerah.

"Melalui Rakornas ini, kita ingin memperkuat sinergi seluruh komponen penyelenggara Samsat. Forum ini juga menjadi ruang berbagi pengalaman dan praktik terbaik antar daerah sehingga berbagai inovasi dapat diterapkan untuk meningkatkan kinerja Samsat," ujar Agus Watoni, Selasa.( 14/7/2026).di Ballroom Hotel Novotel.

Untuk memperkaya wawasan peserta, Rakornas menghadirkan sejumlah narasumber yang kompeten di bidangnya.

" Materi yang disampaikan diharapkan dapat menjadi bekal bagi seluruh peserta dalam mengembangkan inovasi di daerah masing-masing," tuturnya.

Dalam arahannya, Dirjen Bina Keuangan Daerah juga menekankan pentingnya kreativitas pemerintah daerah dalam meningkatkan kapasitas fiskal. Selain optimalisasi pajak dan retribusi daerah, khususnya pajak kendaraan bermotor, pemerintah daerah juga didorong mengembangkan berbagai skema creative financing.

Upaya tersebut meliputi optimalisasi Badan Usaha Milik Daerah (BUMD), Badan Layanan Umum Daerah (BLUD), pemanfaatan Barang Milik Daerah (BMD), penguatan kerja sama pemerintah daerah dengan badan usaha, optimalisasi program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (CSR), penguatan peran Badan Amil Zakat Nasional (Baznas), hingga peningkatan kolaborasi antar daerah.

Sementara Direktur Utama Jasa Raharja Muhammad Awaluddin menyampaikan, bahwa koordinasi seperti Rakornas Samsat akan terus dilaksanakan di berbagai daerah sebagai bagian dari upaya berkelanjutan untuk meningkatkan kinerja Samsat di seluruh Indonesia.

" PT Jasa Raharja sebagai salah satu pilar Samsat Nasional menyatakan dukungan penuh terhadap penguatan sinergi tersebut," terangnya.

Bersama Korlantas Polri dan Direktorat Jenderal Bina Keuangan Daerah Kementerian Dalam Negeri, PT Jasa Raharja berkomitmen terus mendorong transformasi penyelenggaraan Samsat agar semakin adaptif terhadap kebutuhan masyarakat.

Dalam forum tersebut, PT Jasa Raharja menyampaikan tiga agenda utama yang dinilai penting bagi penguatan Samsat Nasional.
Pertama, perlunya transformasi pengelolaan Samsat dari pendekatan yang selama ini lebih bersifat administratif menuju ekosistem kolaboratif yang melibatkan seluruh pemangku kepentingan.

" Dengan dukungan pemerintah daerah, Kementerian Dalam Negeri, Korlantas Polri, dan PT Jasa Raharja, forum Samsat dinilai memiliki potensi besar untuk meningkatkan kepatuhan masyarakat dalam membayar pajak kendaraan bermotor yang berdampak langsung pada peningkatan PAD," ujarnya.

Kedua, PT Jasa Raharja mendorong pengelolaan data secara terintegrasi antarlembaga. Mengingat penyelenggaraan Samsat melibatkan berbagai instansi lintas sektor, integrasi data dinilai menjadi kebutuhan yang mendesak agar seluruh pemangku kepentingan memiliki basis data yang sama, memperkuat sinergi, meningkatkan efektivitas pelayanan, serta mendukung penyusunan kebijakan yang lebih tepat.

Ketiga, percepatan transformasi digital menjadi prioritas bersama. Masyarakat saat ini menginginkan pelayanan yang mudah, cepat, dan praktis. Karena itu, seluruh pilar Samsat perlu terus menghadirkan inovasi digital, termasuk memperluas kanal pembayaran pajak kendaraan bermotor secara elektronik agar pelayanan semakin efisien dan mudah diakses.

PT Jasa Raharja meyakini bahwa melalui kolaborasi yang semakin kuat, inovasi yang berkelanjutan, serta pemanfaatan teknologi digital, tingkat kepatuhan wajib pajak kendaraan bermotor akan terus meningkat.

Pada akhirnya, hal tersebut akan memberikan kontribusi nyata terhadap peningkatan Pendapatan Asli Daerah sekaligus menghadirkan pelayanan publik yang semakin modern, cepat, dan berkualitas.

" Rakornas Samsat 2026 di Lampung diharapkan menjadi titik awal penguatan transformasi penyelenggaraan Samsat secara nasional melalui sinergi tiga pilar, integrasi data, inovasi pelayanan, dan digitalisasi guna mendukung pembangunan daerah yang berkelanjutan," tandas Direktur Utama PT Jasa Raharja oleh Muhammad Awaluddin.(Hajim).

Berita Terkini