Disperkim Kota Bandarlampung Akan Benahi Tiang WiFi di Dalam Drainase, Penataan Utilitas Dimulai Dua Pekan

Rabu, 29 Juli 2026 19:12
Disperkim benahi tiang jaringan WiFi yang tertanam di dalam saluran drainase (siring) di samping Fly Over Kali Balok, Jalan Pangeran Antasari.

LAMPUNG, HELOINDONESIA.COM----Pemerintah Kota (Pemkot) Bandarlampung melalui Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman (Disperkim) akan membenahi tiang jaringan WiFi yang tertanam di dalam saluran drainase (siring) di samping Fly Over Kali Balok, Jalan Pangeran Antasari.

Keberadaan tiang tersebut dinilai berpotensi menghambat aliran air. Apabila hasil evaluasi teknis menyatakan perlu, tiang akan dipindahkan ke lokasi yang lebih aman tanpa mengganggu fungsi drainase maupun pelayanan jaringan telekomunikasi.

Kepala Disperkim Bandarlampung, Muaihim, mengatakan langkah tersebut merupakan bagian dari upaya Pemkot meningkatkan kualitas infrastruktur drainase sekaligus menata utilitas telekomunikasi yang selama ini dinilai semrawut.

"Penataan ini menjadi bagian dari upaya meningkatkan kualitas infrastruktur drainase sekaligus merapikan utilitas telekomunikasi di Kota Bandarlampung," ujar Muaihim, Rabu (29/7/2026).

Menurutnya, penataan dilakukan melalui koordinasi dengan seluruh penyedia layanan telekomunikasi agar kabel-kabel yang menjuntai dapat dirapikan. Langkah ini bertujuan menjaga keselamatan pengguna jalan, memperindah wajah kota, serta mengurangi potensi genangan saat musim hujan.

"Kami akan berkoordinasi dengan seluruh provider. Penataan dilakukan secara bertahap selama kurang lebih dua pekan," jelasnya.

Selain menyasar jalan-jalan protokol, tim gabungan juga akan merapikan kabel di kawasan permukiman dan gang-gang yang selama ini dipenuhi jaringan utilitas yang tidak tertata.

Sementara itu, Camat Kedamaian Joni menegaskan pihaknya akan mengevaluasi keberadaan tiang-tiang WiFi yang dipasang di dalam saluran drainase.

"Kami akan mengevaluasi keberadaan tiang-tiang WiFi yang dipasang di dalam siring. Keberadaannya jelas sangat mengganggu. Selain menghambat aliran air, kondisi ini juga menyulitkan proses pembersihan sedimentasi. Apalagi saat musim hujan, air berpotensi meluap hingga ke badan jalan," tandas Joni.( Hajim).

Berita Terkini