Hingga Malam Hari Petugas DLH Angkut Sampah TPS Beringin Raya Ke TPA Bakung

Kamis, 30 Juli 2026 05:03
Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Bandarlampung

LAMPUNG, HELOINDONESIA.COM ----Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Bandarlampung melanjutkan pengangkutan sampah di Tempat Penampungan Sementara (TPS) Bringin Raya, Kecamatan Kemiling, hingga malam hari untuk mengatasi sisa penumpukan sampah yang masih terjadi.

Petugas UPT Kemiling, Subeki, mengatakan sampah yang masuk ke TPS berasal dari warga sekitar. Kalau di sini sekitar 5 sampai 6 ton per hari. Itu satu kelurahan, tetapi ada juga yang masuk sampah liar. Bukan hanya warga sini, ada juga warga luar yang membuang sampah di sini.

Ia menjelaskan, pengangkutan sampah dilakukan sebanyak tiga rit setiap hari. Kegiatan dimulai sejak subuh dengan mengangkut sampah hasil penyisiran jalan. Setelah itu, armada membawa sampah menuju Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) Bakung sebelum kembali ke TPS untuk melanjutkan pengangkutan.

"Mulai dari sekitar jam lima pagi mengangkut sampah sisiran. Selesai sekitar jam enam langsung dibawa ke TPA Bakung. Setelah selesai membuang di sana, sekitar jam tujuh pagi armada kembali ke TPS," katanya,Rabu.( 29/7/2026).dilokasi TPS Beringin Raya.

Selain pengangkutan pada pagi hari, petugas juga tetap bekerja hingga malam apabila masih terdapat sampah yang belum terangkut.
"Kalau malam masih mengangkut lagi untuk menyelesaikan sampah yang tertinggal," tambahnya.

Dalam operasional sehari-hari, TPS Beringin Raya didukung oleh sekitar lima petugas yang berjaga di lokasi. Sementara armada pengangkut dioperasikan oleh sekitar 12 sopir yang bertugas mengangkut sampah menuju TPA Bakung.

Keberadaan TPS Beringin Raya menjadi salah satu titik penting dalam sistem pengelolaan sampah di Kecamatan Kemiling. Namun, tingginya volume sampah liar yang dibuang oleh masyarakat menunjukkan masih rendahnya kesadaran dalam membuang sampah pada tempat yang semestinya.

Kondisi ini tidak hanya menambah beban petugas, tetapi juga berpotensi mengganggu kebersihan lingkungan apabila tidak diimbangi dengan peningkatan kesadaran masyarakat dan pengawasan dari pihak terkait.

Sementara Camat Kemiling Andi Syaputra Kesuma mengatakan, pengangkutan dilakukan dengan melibatkan jajaran DLH, mulai dari sekretaris dinas, kepala bidang, hingga petugas Unit Pelaksana Teknis (UPT). Selain armada yang ada, DLH juga mengerahkan bantuan mobil pengangkut dari luar wilayah Kemiling guna mempercepat proses pembersihan.

"Karena masih ada sisa dan memang masih terjadi penumpukan. Malam ini teman-teman DLH hadir, mulai dari sekretaris, kabid, hingga UPT untuk melakukan pengangkutan. Kami juga dibantu armada dari luar Kemiling," ujar Camat Kemiling.

Pada sore hari, dua unit truk telah lebih dahulu melakukan pengangkutan. Sementara pada malam hari, tiga unit truk kembali diterjunkan untuk mengangkut sampah menuju Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) Bakung.

DLH menargetkan seluruh sampah yang menumpuk di TPS Bringin Raya dapat segera terangkut sehingga kondisi TPS kembali bersih.

"Kalau sudah bersih, ke depannya akan lebih mudah dijaga tetap bersih. Tetapi kalau sudah menumpuk, penumpukan akan semakin banyak dan tentu memicu keluhan warga. Itu yang ingin kita hindari," jelasnya.

Camat Kemiling memastikan TPS Beringin Raya hanya melayani pembuangan sampah dari warga Kelurahan Beringin Raya. Satu-satunya pengecualian adalah satu RT yang menggunakan TPS Kalpataru sebagai lokasi pembuangan.

".Untuk mencegah masuknya sampah dari luar wilayah, pengawasan dilakukan secara ketat oleh petugas Perlindungan Masyarakat (Linmas). Pos penjagaan di pintu masuk dioperasikan setiap hari mulai pukul 20.00 hingga 24.00 WIB dengan empat personel yang bertugas pada setiap jadwal piket," tegasnya.

"Kami sudah bersepakat bahwa TPS ini hanya untuk warga Bringin Raya. Tidak diperbolehkan warga dari luar membuang sampah di sini," kata Andi Syaputra Kesuma.

" Melalui pengangkutan intensif dan pengawasan yang berkelanjutan, Pemerintah Kota Bandarlampung berharap penumpukan sampah di TPS Bringin Raya dapat segera teratasi sehingga kebersihan lingkungan tetap terjaga dan kenyamanan masyarakat tidak terganggu," tutupnya.( Hajim).

Berita Terkini