REMBANG, HELOINDONESIA.COM - Rembang Expo 2026 yang digelar mulai 31 Juli hingga 9 Agustus 2026, tampil berbeda dibanding tahun-tahun sebelumnya. Selain menghadirkan ratusan stan pameran, penyelenggara menghadirkan wahana dinosaurus sebagai daya tarik baru bagi masyarakat yang berkunjung ke Gedung Balai Kartini Rembang.
Inovasi tersebut mendapat sambutan positif dari masyarakat. Sejak hari pertama pembukaan, kawasan expo dipadati pengunjung yang datang bersama keluarga untuk menikmati pameran sekaligus berbagai hiburan yang disediakan.
Baca juga: Cetak Advokat Berintegritas, FH USM dan DPN Peradi Resmi Buka PKPA Angkatan XXIX
Ketua Paguyuban Rembang Kreatif, Edi Siswanto, mengatakan penyelenggaraan Rembang Expo 2026 berjalan lancar dengan antusiasme masyarakat yang cukup tinggi.
Menurutnya, tahun ini terdapat sekitar 160 stan yang terdiri atas lebih dari 20 stan OPD, sekitar 50 stan UMKM Kabupaten Rembang, serta puluhan stan peserta umum dari berbagai daerah melalui mekanisme subsidi silang.
"Alhamdulillah pelaksanaan berjalan lancar dan respons masyarakat sangat positif. Tahun ini memang kami mencoba menghadirkan sesuatu yang berbeda agar masyarakat semakin tertarik datang ke expo," ujar dia dalam keterangannya Sabtu 1 Agustus 2026.
Salah satu pembeda tahun ini adalah hadirnya wahana dinosaurus yang menjadi daya tarik utama, khususnya bagi anak-anak dan keluarga. Selain itu, setiap hari pengunjung juga disuguhi berbagai pertunjukan seni dan hiburan di panggung utama.
Edi menjelaskan panggung hiburan diisi oleh penampilan masyarakat lokal dengan dukungan sejumlah perangkat daerah, seperti Dinas Kepemudaan dan Olahraga, Dinas Perdagangan, Koperasi dan UKM, Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga, serta berbagai instansi lainnya.
Ruang Hiburan
Menurutnya, konsep tersebut sengaja dihadirkan agar Rembang Expo tidak hanya menjadi tempat berbelanja, tetapi juga menjadi ruang hiburan dan apresiasi terhadap kreativitas masyarakat.
Baca juga: Ratusan Supir Angkot FRONT ASAM Geruduk Dishub Provinsi Tolak Trans Jatim
Selain menghadirkan pelaku usaha lokal, penyelenggara juga mengundang peserta dari luar daerah. Langkah tersebut dilakukan untuk menciptakan iklim persaingan yang sehat sekaligus mendorong pelaku UMKM Rembang agar terus meningkatkan kualitas produk, inovasi, dan pelayanan.
"Kehadiran peserta dari luar daerah bukan untuk menjadi pesaing semata, tetapi menjadi motivasi agar UMKM Rembang semakin kreatif, terus berinovasi, dan mampu bersaing di pasar yang lebih luas," jelasnya.
Melalui konsep tersebut, Rembang Expo diharapkan mampu menjadi ajang promosi, hiburan, sekaligus ruang belajar bagi pelaku UMKM untuk meningkatkan daya saing usahanya.
Edi berharap penyelenggaraan Rembang Expo ke depan dapat terus berkembang dengan menghadirkan lebih banyak inovasi sehingga mampu menarik lebih banyak pengunjung, meningkatkan transaksi ekonomi, serta memperkuat semangat "Rembang Bangkit" melalui kolaborasi pemerintah, komunitas kreatif, pelaku usaha, dan masyarakat. (Aji)