Helo Indonesia

Ratusan Supir Angkot FRONT ASAM Geruduk Dishub Provinsi Tolak Trans Jatim

Satwiko Rumekso - Nasional -> Peristiwa
1 jam 29 menit lalu
    Bagikan  
Ratusan Supir Angkot FRONT ASAM
Liputan

Ratusan Supir Angkot FRONT ASAM - Ketua Adrone,Andre (tengah,memakai ikat kepala) bersama perwakilan supir angkot usai pertemuan dengan Dishub Provinsi Jatim.

HELOINDONESIA.COM -Aksi demostrasi ratusan pengemudi angkutan konvensional dan online yang tergabung dalam Asosiasi Driver Indonesia (ADRONE) bersama Serikat Sopir Indonesia (SSI) di bawah wadah Front Aliansi Sopir Angkutan Malang (Front ASAM) dilakukan di Dishub Provinsi Jatim, Surabaya (29/7/27).

Aksi ini diikuti oleh sekitar 500 orang massa dengan membawa 50 kendaraan yang bergerak beriringan dari Kota Malang mulai pukul 08.00 WIB menuju Kantor Dinas Perhubungan Provinsi Jawa Timur.

Aksi damai ini dilatarbelakangi oleh keresahan para sopir akibat anjloknya pendapatan harian yang drastis hingga mencapai 70%. Penurunan ini dirasakan sebagai dampak dari persaingan dengan transportasi online yang diperparah dengan hadirnya operasional bus Trans Jatim Koridor 1 di wilayah Malang Raya.

Menurut pengurus ANDRONE,Budi Andri Yanto (Andre) yang kami temui di kediamannya,di Komplek Perumahan Dau,Malang (1/8/27) menjelaskan hasil Audiensi Resmi Bersama Dinas Perhubungan Provinsi Jatim.

Setelah melakukan long march dan menyampaikan orasi,perwakilan massa aksi diterima untuk melakukan audiensi di Kantor Dinas Perhubungan (Dishub) Provinsi Jawa Timur mulai pukul 11.00 WIB hingga selesai.

Berdasarkan notulen audiensi,disepakati beberapa poin penting untuk menindaklanjuti keluhan para sopir,antara lain,satu bukan penolakan mutlak, Melainkan tuntutan perhatian pemerintah.

Para driver menegaskan bahwa mereka tidak secara mentah-mentah menolak kemajuan namun mendesak pemerintah agar lebih peka terhadap dampak negatif dan kerugian masif yang dialami para sopir sebagai pihak terdampak.

Kedua kajian Ulang Trans Jatim Koridor 1, Disepakati bersama perlunya dilakukan kajian ulang yang mendalam terkait proses dan mekanisme sebelum peluncuran Trans Jatim Koridor 1.

Ketiga adalah penyempurnaan koordinasi Jalur. Pertemuan lanjutan bersama para ketua jalur akan melibatkan dan mengundang ketua jalur yang baru agar representasi di lapangan lebih akurat.

Keempat usulan Insentif Pajak Pendapatan atau menerima usulan dari DPD Organda Jawa Timur agar alokasi minimal 2% dari insentif pajak pendapatan (baik tingkat Kota maupun Kabupaten) dialihkan untuk program pemberdayaan dan kesejahteraan sopir angkot.

Dan yang terakhir adalah agenda pertemuan lanjutan Pemerintah dan perwakilan aliansi sepakat untuk menggelar pertemuan lanjutan pada bulan Agustus 2026 dengan waktu yang akan diinformasikan kemudian.

Ketua ADRONE sekaligus perwakilan Front ASAM, Budi Andri Yanto,mendesak pemerintah agar segera merespons dan merealisasikan aspirasi para anggotanya.

"Agar mereka tetap bisa bekerja dan tidak tertindas, serta ada jaminan kepastian kesejahteraan hidupnya ke depan" Ujar Andre.

Senada dengan hal tersebut, Koordinator Lapangan Front ASAM,Bambang Kurniawan,mengungkapkan bahwa keberatan para sopir sebenarnya sudah disuarakan sejak lama. Namun, kebijakan pemerintah dinilai tetap memaksakan peluncuran Koridor 1 tanpa solusi konkret bagi transportasi lokal.

"Sekarang terbukti rekan-rekan semakin menderita karena pendapatan mereka turun drastis sampai 70% akibat akumulasi persaingan dengan transportasi online, dan kini ditambah dengan hadirnya Trans Jatim" Tegasnya

Perwakilan dari SSI menambahkan bahwa para sopir telah puluhan tahun mendedikasikan diri membangun sektor kearifan transportasi lokal di Malang. Jasa dan kontribusi tersebut,menurut mereka,seharusnya mendapatkan apresiasi dari pemerintah,bukan justru meminggirkan mata pencaharian mereka.

Sementara itu, perwakilan Dishub Jatim, Cito Eko Yuli Saputro,menyatakan pihaknya siap menindaklanjuti aspirasi tersebut dengan mengagendakan pertemuan lanjutan yang akan dilangsungkan langsung di Kota Malang dengan melibatkan berbagai elemen masyarakat, akademisi serta pihak-pihak terkait.

Front ASAM menegaskan harapan besar agar persoalan ini dapat diselesaikan dengan adil dan bijaksana. Jika tuntutan kesejahteraan dan perlindungan kerja ini tidak diindahkan oleh pemerintah,Front ASAM menyatakan sikap tegas untuk menolak keras operasional Trans Jatim di bumi Arema Malang Raya. Pertemuan Dishub Provinsi dan para sopir angkutan berdampak Trans Jatim akan dilaksanakan pada 3/8/27.***(Hermin)