✕

Ludes Terbakar, Mobil Rombongan Ziarah KH Gusmat dari Lamteng di Jember, Jatim

Sabtu, 24 Oktober 2026 19:25
Mobil KH Gusmat saat terbakar (Foto Helo Indonesia) HELO LAMPUNG

LAMPUNG, HELOINDONESIA.COM — Mobil Isuzu Elf bernomor polisi B-7207-II milik KH Gusmat dari Pondok Pesantren Bumi Shalawat, Desa Wates, Kecamatan Bumiratu Nuban, Kabupaten Lampung Tengah, terbakar di Dusun Gemuling, Krajan Lor, Kecamatan Wuluhan, Kabupaten Jember, Jawa Timur, Sabtu (24/10/2026), sekitar pukul 04.00 WIB.

Mobil milik KH Ahmad Karimullah, yang akrab disapa Kyai Gusmat, itu terbakar saat rombongan tengah beristirahat di sebuah pondok pesantren di kawasan Gemuling. Lokasi kejadian berada di sekitar perbatasan Kecamatan Wuluhan dengan Desa Sumberejo, Kecamatan Ambulu.

Mobil Isuzu Elf bernomor polisi B-7207-II milik KH Gusmat sebelum terbakar 

Beruntung, tidak ada korban jiwa dalam musibah tersebut. Namun, sejumlah tas berisi pakaian milik para peziarah dilaporkan ludes terbakar bersama kendaraan yang mengangkut rombongan dari Lampung tersebut.

Rombongan itu melakukan perjalanan untuk berziarah ke makam Wali Songo, sembilan tokoh penyebar Islam yang memiliki peran penting dalam sejarah Islam di Tanah Jawa. KH Gusmat, pengasuh Pondok Pesantren Bumi Shalawat, turut serta dalam perjalanan tersebut.

Informasi yang dihimpun HeloIndonesia.com menyebutkan, mobil baru sekitar dua jam beristirahat sebelum api muncul dari bagian mesin belakang kendaraan. Para santri dan orang-orang di sekitar lokasi berupaya memadamkan api secara manual.

Namun, kobaran api terus membesar hingga melalap seluruh kendaraan. Upaya pemadaman yang dilakukan secara mandiri tidak berhasil menyelamatkan mobil tersebut.

Sementara itu, bantuan mobil pemadam kebakaran disebut tidak tiba di lokasi karena jarak yang cukup jauh. Akibatnya, api terus membesar hingga kendaraan tidak dapat diselamatkan.
Api Muncul Saat Rombongan Beristirahat

Kebakaran pada dini hari itu menjadi musibah yang tak terduga bagi rombongan peziarah asal Lampung Tengah. Perjalanan yang semula bertujuan untuk beribadah dan menapaktilasi sejarah penyebaran Islam di Jawa harus diwarnai kehilangan kendaraan dan barang bawaan.

Meski demikian, tidak adanya korban jiwa menjadi hal yang patut disyukuri. Kerugian yang teridentifikasi dalam informasi awal berupa kendaraan yang terbakar serta sejumlah tas berisi pakaian para peziarah.

Hingga informasi ini disusun, penyebab pasti kebakaran belum dapat dipastikan. Dugaan bahwa api berasal dari bagian mesin belakang masih memerlukan pemeriksaan lebih lanjut untuk mengetahui pemicu awal munculnya api.

Belum diperoleh pula keterangan resmi dari pihak kepolisian, petugas pemadam kebakaran setempat, maupun pengelola pondok pesantren mengenai kronologi lengkap kejadian, taksiran kerugian, dan langkah penanganan setelah kebakaran. (Zen)

Berita Terkini