LAMPUNG, HELOINDONESIA.COM - Rorojongrang lagi, sehari setelah 300 ton sampah dibersihkan dari Pantai Payang Sukaraja, Pemkot Bandarlampung mengaspal jalan menuju ke pantai tersebut: Jalan Ikan Selar RT 10 LK 1, Kelurahan Sukaraja, Kecamatan Bumiwaras.
Hendra (79), warga setempat, pengrajin ikan asin layur mengaku kaget jalan sudah diaspal ketika ke lokasi esok paginya. "Pas masuk kesini, tahu-tahu jalannya sudah diaspal, pengerjaannya malam," ujarnya kepada Helo Indonesia Lampung, Rabu (12/7/2023).
Dia mengaku senang gerak cepat Pemkot Bandarlampung memperbaiki kawasan yang sempat viral oleh Tiktoker @Pandawara yang mengajak seribuan warga membersihkan lautan sampah yang sudah puluhan tahun di kawasan nelayan tradisional tersebut..
" Ya, kita sih senang dengan jalannya diaspal, ini kan termasuk akses masuk ke pelelangan ikan, apalagi Dinas Lingkungan Hidup (DLH) sudah menyediakan tempat pembuangan sampah, ada petugas yang bersih-bersih untuk dibawa ke TPS," ujarnya.
Baca juga: Para Mandor HGU
Ali, nelayan sekaligus Pelindung Masyarakat (Linmas) Kelurahan Sukaraja mengungkapkan rencananya akan bersih-bersih lagi pada hari Jumat nanti. Sampah masih ada yang tersisa di lokasi tersebut.
"Kita turun lagi, dari RT, Kaling, dan Linmas serta warga Sukaraja membersihkan sampah pantai ini," katanya kepada Helo Indonesia Lampung. Dikatakannya juga, di era Wali Kota Herman HN, setiap Jumat bersih-bersih di lokasi tersebut.
Kondisi pantai pascasampah 300 ton dikeroyok warga dan Wali Kota Eva Dwiana bersama seribuan personelnya (Foto Hajim/Helo)
"Sepengetahuan saya, sampah di jalan ikan selar ini dulu pernah dibersihkan waktu wali kotanya Herman HN, sering bahkan setiap Jumat kita kerja bakti, tapi ya itu tadi sampah ini bukan berasal dari warga nelayan, namun muaranya memang ke laut, " katanya.
Dia bersyukur setelah dibersihkan bersama-sama sampahnya berkurang, walaupun tidak semuanya ke angkut minimal kita nelayan payang bisa dapat ikan banyak,l.
Baca juga: Golkar Lampung Masih Harga Mati Airlangga Calon Presiden RI
Seharusnya, kata Samsul, konsumen ikan di lokasi tersebut, Pemkot Bandarlampung bisa melihat peluang kawasan tersebut, misalnya dengan menjadikan lokasi tersebut sebagai destinasi wisata.
"Tontonan tersendiri, bagaimana para nelayan menarik jaring payang dari pantai," katanya. Warga bisa langsung memilih ikan segar yang terjaring payang. Banyak juga pengunjung yang datang hanya buat melihat aksi para nelayan payang.
Bahkan, ikan-ikan tangkapan nelayan dapat langsung dibakar buat pangganan pengunjung sambil melihat matahari tergelincir di balik perbukitan Kota Bandarlampung. "Saya yakin, jika digalakan, ramai yang datang," pungkasnya. (Foto Hajim/Helo)