Dari Kaos, Jenazah Tanpa Kepala Diduga Nelayan Asal Indramayu

Selasa, 19 September 2023 21:31
Kaos yang dipakai salah satu jenazah jadi petunjuk awal identintas jenazah yang ditemukan tanpa kepala mengambang di perairan Bakauheni (Foto Ist/Helo)

LAMPUNG, HELOINDONESIA.COM - Identitas jenazah tanpa kepala yang ditemukan ngambang di perairan pesisir Bakauheni, Kabupaten Lampung Selatan mulai ada titik terang setelah seorang wanita dari Indramayu, Provinsi Jawa Barat, mengenal kaos yang digunakan korban.

Wanita bernama Juni tersebut mengaku lewat hotline whatsapp Polres Lampung Selatan bahwa saudaranya hilang akibat kecelakaan laut dan belum diketemukan hingga kini. Dia kemudian menunjukkan kaos yang sama.

Dihubungi petugas Polres Lampung Selatan, orangtuanya, Kayim mengatakan dua putranya, Kasi (35) dan Tarsoni (25) berlayar bersama belasan rekannya dengan kapal tersebut sekitar sebulan lalu, kata Kapolres Lampung Selatan AKBP Yusriandi Yusrin.

Baca juga: DBH Kota Balam Akan Dipotong Rp21 M, Ini Tanggapan Wali Kota Eva

Polda Lampung juga koordinasi dengan Polda Jabar, Polda Metro Jaya dan beberapa Polda di wilayah Sumatera. Hasilnya, 21 Agustus 2023, terjadi kecelakaan di perairan laut Jawa. Dari 12 kru, 3 selamat dan 9 hilang, kata Kabid Humas Polda Lampung Kombes Pol Umi Fadilah, Selasa (19/9/2023).

Kapal yang mengalami kecelakaan tersebut merupakan kapal nelayan Bintang Mutiara Jaya di perairan seputar Cirebon, Provinsi Jawa Barat, yang sedang mencari tangkapan cumi cumi.

Polda Lampung telah menemukan 4 mayat, 2 di Kabupaten Tanggamus dan 2 di Kabupaten Lampung Selatan. Keempat mayat tersebut tidak memiliki kepala, telapak tangan dan telapak kaki.

Baca juga: Ancam Piting Warga Rempang, Panglima TNI Minta Maaf

Polda juga telah mengajukan permohonan otopsi di RS Bob Bazar Kalianda dan RS Bhyangkara Polda Lampung untuk memastikan bukti otentik kedua mayat tersebut. Pihak kepolisian akan melakukan test DNA dengan mencocokkan data dari keluarganya.

Namun, keluarga yang merasa kehilangan, sampai saat ini belum bisa datang. Karena mereka membutuhkan biaya untuk datang ke Lamsel. (Hajim/HBM)

Berita Terkini