SEMARANG, HELOINDONESIA.COM - Suasana demokratis mewarnai jalannya Musyawarah Kota (Muskot) Komite Sepeda Tua Indonesia (KOSTI) Kota Semarang. Dalam forum yang digelar di Kantor Kesbanglimas Provinsi Jawa Tengah pada Minggu (12/7/2026), Patih Suwondo akhirnya kembali terpilih untuk memimpin KOSTI Kota Semarang masa bakti 2026–2030.
Kemenangan Patih terbilang tipis. Sang petahana berhasil mengantongi 10 suara, unggul tipis dari rivalnya, Bastian Jopi Mandagi, yang meraih 8 suara.
Baca juga: Dukung Gerakan Gamas, Pemprov Jateng Terapkan Flexi Time untuk ASN Ayah
Jalannya pemilihan berlangsung seru dan tertib di bawah komando Sujito selaku pimpinan sidang, didampingi Irfan Sarapan sebagai sekretaris, dan Yayan Kujang sebagai anggota sidang.
Pimpinan Sidang, Sujito, menjelaskan bahwa konstelasi suara dalam Muskot kali ini sebenarnya memperebutkan total 22 hak suara dari klub-klub yang bernaung di bawah KOSTI Semarang. Namun, pada pelaksanaannya, hanya 18 suara yang dinyatakan sah dan digunakan.
Dua klub tidak menggunakan hak suaranya, yakni Klub KORO dan KOMPOS yang dinyatakan gugur karena surat mandatnya tidak ditandatangani.
Dalam sambutannya saat membuka Muskot, Ketua KOSTI Jawa Tengah M Bob Riza mengapresiasi KOSTI Kota Semarang yang terus aktif menyelenggarakan berbagai kegiatan. Ia berharap seluruh klub dan komunitas sepeda tua memberikan dukungan penuh kepada ketua terpilih agar organisasi semakin berkembang. Selain itu, Bob Riza juga mendorong KOSTI untuk memberi ruang kepada generasi muda agar semakin mencintai sepeda onthel dan sepeda tua sebagai bagian dari pelestarian budaya.
"Pengurus KOSTI saya minta terus mendekatkan kepada anak muda agar juga mencintai dan gemar bersepeda tua hal itu untuk melestarikan budaya,'' ungkap Bob Riza.
Hal Wajar
Sementara itu, Ketua Harian KORMI Kota Semarang Agus Supriyanto mengatakan pergantian kepengurusan merupakan hal yang wajar dalam sebuah organisasi.
Menurutnya, KOSTI merupakan organisasi yang mandiri sehingga seorang ketua sering kali harus mengeluarkan biaya pribadi demi menjalankan roda organisasi. Meski demikian, Ia menegaskan bahwa keikhlasan menjadi modal utama dalam mengembangkan organisasi.
Baca juga: Ngawur! Program MBG Untuk Lapangan Kerja, Bedakan Tujuan dan Dampak Kebijakan
Agus juga mengajak seluruh anggota KOSTI dan komunitas sepeda tua untuk terus memperluas kiprah organisasi sekaligus memasyarakatkan kegemaran bersepeda. Ia menegaskan bahwa KOSTI merupakan salah satu Induk Organisasi Olahraga (Inorga) yang berada di bawah naungan Komite Olahraga Rekreasi Masyarakat Indonesia (KORMI).
Ketua KOSTI Kota Semarang terpilih, Patih Suwondo, menyatakan komitmennya untuk terus menggiatkan organisasi selama masa kepemimpinannya. Ia akan memperkuat hubungan dengan KORMI sebagai organisasi induk serta menjalin kerja sama dengan Pemerintah Kota Semarang, khususnya Dinas Pariwisata, dan berbagai pihak swasta guna mendukung berbagai program KOSTI.
"Kami berterima kasih kepada KORMI yang selalu men-support organisasinya. Selain itu satu hal yang terus dilakukan adalah kerjasama dengan pemkot Semarang maupun sektor swasta dengan harapan, KOSTI menjadi organisasi yang sehat serta merakyat,'' tutur Wondo , panggilan akrabnya.
Terpilihnya Patih Suwondo menandai periode kepemimpinan keduanya setelah sebelumnya menjabat Ketua KOSTI Kota Semarang pada periode 2022–2026.
Muskot KOSTI Kota Semarang diikuti oleh 11 klub sepeda tua yakni , SOPAN, SOC, SOS, PGS, KUJANG, POS KUBURAN , PAPITOES, KOSKLAMT, KORO, KOMPOS dan PASPASAN. (Aji)