Helo Indonesia

Awas, Pemilu Rawan Terjadinya Intimidasi pada Pemilih, Penyelenggara Hingga peserta

Drajat Kurniawan - Nasional -> Politik
Selasa, 3 Oktober 2023 21:20
    Bagikan  
Ilustrasi Logo Bawaslu
Foto : Ist

Ilustrasi Logo Bawaslu - (Ist)

HELOINDONESIA.COM - Anggota Bawaslu RI Herwyn Malonda meminta semua pihak mewaspadai dalam penyelenggaraan pemilu rawan terjadinya intimidasi baik kepada peserta, penyelenggara dan pemilih.

Sehingga adanya intidasi tersebut dapat mengganggu keamanan proses pemilu. Bahkan potensi intimidasi tersebut disebut-sebut bakal melibatkan para elit politik. “Bahkan melibatkan tokoh-tokoh politik dan pemerintahan,” kata Herwyn dalam keterangannya, Selasa (3/9).

Oleh karena itu ia mengajak TNI-Polri untuk menguatkan sinergi dalam menyukseskan Pemilu dan Pilkada 2024. "Tentu saja sesuai ketentuan, TNI-Polri juga harus ikut menjaga netralitasnya dalam hajatan demokrasi lima tahunan," ungkap dia.

Sebelumnya Herwyn menyebut beberapa daerah yang rawan terjadinya gangguan keamanan pemilu sperti DKI Jakarta, Jawa Barat, Kalimantan Timur, Sulawesi Utara dan Maluku Utara.

Baca juga: Jelang Pemilu 2024, Bawaslu Ingatkan Potensi Gangguan Keamanan Akibat SARA

"Sedangkan untuk kabupaten/kota paling rawan, pertama ada Kabupaten Intan Jaya, Jayawijaya, Bandung, Yalimo, dan Mappi,” tuturnya.

Menurut dia, pontensi kerawanan gangguan keamanan tersebut berbasis SARA (suku, agama, ras, dan antargolongan) di Pemilu serentak 2024

“Dipredikdisi adanya kemungkinan di daerah-daerah tertentu terjadi kekerasan, kerusuhan yang berbasis SARA (suku, agama, ras, dan antargolongan) dalam hal politik dan pemilu,” tandasnya.