HELOINDONESIA.COM - Ketua Umum (Ketum) Partai Solidaritas Indonesia (PSI) Kaesang Pangarep menemui para influencer di Ternate, Maluku Utara pada Selasa (26/12/2023).
Disana, Anak Bungsu Presiden Jokowi itu menemui masyaratan dan para influencer.
Namun, ada salah satu influencer ternyata ada yang berprofesi sebagai dosen.
Pada kesempatan tersebut, Kaesang menanyakan pekerjaan mereka disamping menjadi influencer.
"Kalian kalau di Instagram atau sosial media jadi influencer, lebih besar mana pendapatannya dari pada pekerjaan tetap kalian yang full time itu?" tanya Kaesang di Rumah Makan Popeda Ci Yati, Ternate, Maluku Utara, Selasa (26/12/2023).
Baca juga: Jabatan Wakil Wali Kota Berakhir, H Sachrudin Pesan ke Masyarakat Jaga Kebhinekaan Kota Tangerang
"Influencer," jawab para influencer.
Mendengar jawaban itu, Kaesang menilai saat ini pekerjaan guru masih kurang sejahtera.
Sehingga memaksa guru untuk memiliki pekerjaan sampingan untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.
Untuk itu, Kaesang mengungkapkan, perlu ada perubahan agar pekerjaan sebagai guru dapat lebih sejahtera, sehingga mereka dapat fokus dengan profesinya.
Selain itu, Kaesang Pangarep mengatakan tidak setuju dengan peribahasa Guru Pahlawan Tanpa Tanda Jasa.
Baca juga: Lukas Enembe Meninggal, Diterbangkan ke Papua Rabu Malam
Ia menilai seharusnya profesi guru diberikan tanda jasa yang besar.
"Saya tidak setuju denga peribahasa 'guru adalah pahlawan tanpa tanda jasa' karena menurut saya, guru harus diberikan tanda jasa yang sebesar-besarnya," kata Kaesang.
Ia mengaskan bahwa profesi guru bertugas untuk mendidik generasi penerus bangsa.
Sehingga guru memiliki peran besar dalam mencetak anak-anak yang berkualitas dan memiliki daya saing.
"Ini juga salah satu yang pengen kami perjuangkan di PSI, yaitu kesejahteraan guru. Kami ingin guru bisa fokus mendidik anak-anak dan mencetak anak-anak muda yang berkualitas," tegas Kaesang.
Menurutnya, kesejahteraan guru harus lebih diperhatikan.
Baca juga: Blusukan ke Pasar Jamu, Ganjar Janji akan Pomosikan Jamu di Kancah Internasional
Apabila kesejahteraan guru cukup, maka mereka dapat fokus dengan tugasnya mendidik anak-anak dan tidak perlu mencari pekerjaan sampingan.
"Dan itu harus diikuti dengan kesejahteraan yang cukup untuk para guru. Sehingga para guru tidak perlu mencari pekerjaan kedua atau ketiga," tandasasnya.
