LAMPUNG, HELOINDONESIA.COM -- Penelusuran, memasuki H-37 masa kampanye Pilkada Serentak 2024, Kamis (31/10/2024), dukungan politik elektoral dari komunitas dan organisasi masyarakat sipil kepada cagub-cawagub Lampung 2024 nomor urut 2 Rahmat Mirzani Djausal-Jihan Nurlela Chalim (Mirza-Jihan) terus mengalir.
Bak air bah, meminjam istilah seorang tokoh pendukung utama, dukungan demi dukungan itu seolah tak terbendung. Saking banyaknya.
Termasuk pula yang terkonfirmasi belakangan tergabung menyusul sedikitnya 221 organ relawan pendukung terverifikasi terdahulu, berdasar perjalanan politiknya, bagi anda pembaca 'Pilkada-mania', berikut pewarta saripatikan, dibagi dua klaster.
Pertama, elemen setia sejak era Pilpres 2024, dimana total elemen ialah barisan militan pemenangan capres-cawapres 2024-2029 pemenang terpilih terlantik kini bertugas, Prabowo Subianto - Gibran Rakabuming Raka (Prabowo-Gibran).
Itu dia lumrah, tak sedikit organ Mirza-Jihan, namanya terdapat kata nama Prabowo, Gibran, pun Presiden ke-7 RI, Joko Widodo (Jokowi), ayah Gibran kini Wapres ke-14.
Kedua, elemen baru 'darah segar' tergabung selama masa sosialisasi hingga resmi masuki tahapan Pilkada pun hingga warta ini naik siar. Dukungan, seperti pernah oleh cagub Mirza ungkapkan, tulus murni dan bukan dukungan berbayar, apatah lagi berembel oportunisme kapital.
Dukungan, dirangkum, terpantik kedahsyatan performansi politik 24 jam mesin pemenangan serta keluarbiasaan stamina fisik-mental dan energi kinetik duet paslon sekompak. Berikut, kemampuan personal bius politik Mirza-Jihan meyakinkan rakyat calon pemilih sesiapa pun, dalam seluruh kesempatan pertama pidato kampanye.
Seperti kerap tertangkap kamera, tak sedikit warga yang bahkan hingga melongo, demi sekadar menyimak isi pidato.
"Pak Mirza kuwi mengko seng didukung pak Prabowo nggo ngelakoni, kersane ngawal programe pak Prabowo nang kene lho Mbok," antara lain hasil nguping obrolan simak pidato oleh ibu dan anak, nenek renta 77 tahun, putrinya ibu muda 32 tahun, di satu lokus kampanye, awal Oktober.
Lalu, kecakapan Mirza-Jihan dan total barisan para komandan hingga punggawa lapangan Tim Pemenangan Terpadu (TPT) Mirza-Jihan pimpinan duet mantan pejabat kini advokat Bachtiar Basri dan advokat top Abi Hasan Muan, dalam menerjemahkan arahan direktif Mirza-Jihan, dan hasil analisa dan evaluasi, berikut monitoring dan evaluasi (anev-monev) kinerja pemenangan.
Dilapisi, kesetiaan (persistensi) politik pada garis strategi taktik pemenangan nan serba terukur. Ke dalam keseluruhan turunan kerja politik pemenangan. Salah satu poin plus, yakni relatif berhasilnya getok tular karkhas Mirza-Jihan: santun politik santun berpolitik, ke segenap warga tim pemenangan. Genzi bilang, 'oyeh uga', boleh juga.
Tunjuk hidung, salah satu nama dibalik sukses dinamisasi lapangan terkait kian mengalir kian tak terbendungnya 'bah' dukungan politik, ini. Komandan Bidang Organisasi dan Komunitas TPT Mirza-Jihan, Haji Darussalam.
Tokoh kecabangan provinsi, Keluarga Besar Batanghari Sembilan (KBBS) Lampung ini, diperkuat 40 punggawa bidang. Yakni Abdi Muslim, pewirausaha tani bos percetakan pegiat HIPMI Aep Susanto, Afrikianza Arla, dan aktivis Gerakan Petani Lampung (GPL) Ahmad Jayani.
Lalu, aktivis muslim Ahmad Rusdi Oemar, Amri Koto, Ana Ervina, Andri Prayogi, politisi cum anggota legislatif (aleg) Fraksi Demokrat DPRD Lampung Angga Satria Pratama, Bejo Susanto, Ketua PW Gerakan Pemuda (GP) Ansor Lampung kini aleg Fraksi PKB DPRD Lampung Budi Hadi Yunanto.
Berikut, tokoh pemuda Dendi Albar, Desti Ramadani, aktivis perempuan eks Direktur LAdA Damar kini aleg Fraksi PAN DPRD Lampung Diah Dharma Yanti, dan aktivis Muhammadiyah eks cawabup Pringsewu 2017 Edi Agus Yanto.
Juga, Fitria Sari Devi, Hamzah, Harniwati, Herman Tamin, Hermawan, Ibnu Hafiz, Jepri Agus Setiawan, Lindawuni, Lusiana, Martalena, Ketua DPP Bela Budaya Mulyono, dan Ketua DPW Paguyuban Keluarga Besar (PKB) Pujakesuma Lampung Ki Nuryono.
Lainnya, Melinda, Rahmawati Idris, Rangga Wijaya, Ria Andari, Ustad Romli, Sofwan Alie, Supriyanto Erwandi, eks Ketua KNPI Lampung Teguh Wibowo, eks Kadis PPPA Lampung Theresia Sormin, Tommy Rianta P, Koordinator Ruang UMKM Lampung Tri Indah Noviana, Ketua Perhimpunan Perempuan Demokratik (Perada) Lampung Yuliati, aleg Fraksi NasDem DPRD Lampung dapil V Yusse Sogoran.
Olah data, organisasi sosial kemasyarakatan dan organisasi komunitas ragam latar lintas aktor lintas sektor pendukung Mirza-Jihan ini.
SKALA NASIONAL
Berskala nasional, Advokat Rakyat Nusantara (ARUN) pimpinan aleg DPR/MPR Lampung II Partai Gerindra Bob Hasan, Asosiasi Profesi Satpam Indonesia (APSI) Lampung pimpinan Andri Meyrdian Syarief, Bandung Karate Club (BKC) Lampung pimpinan Tony Eka Candra.
Kemudian, Bundo Kanduang Lampung pimpinan Hazlinda, Asosiasi Pengemudi Ojek Daring Garda (Gabungan Aksi Roda Dua) Indonesia Lampung pimpinan Alex Chandra.
Lalu, Gerakan Masyarakat Bawah Indonesia (GMBI) Lampung pimpinan Heri Prasojo, GRIB Jaya Lampung, Himpunan Kerukunan Tani Indonesia (HKTI) Lampung, dan Himpunan Nelayan Seluruh Indonesia (HNSI) Lampung pimpinan Nasir.
Berikut, Keluarga Besar Batanghari Sembilan (KBBS) Lampung, Keluarga Besar Forum Komunikasi Putra-Putri Purnawirawan dan Putra-Putri TNI-Polri (KB FKPPI) Daerah VIII Lampung pimpinan Tony Eka Candra, dan Keluarga Besar Sumatera Barat (KBSB) Lampung pimpinan Afdi Muslim.
Lainnya, Kontak Tani Nelayan Andalan (KTNA) Lampung pimpinan aleg DPR/MPR dapil Lampung II Partai Golkar Hanan A Rozak.
Juga, Laskar Lampung Indonesia pimpinan Nerozely Agung Koenang, Laskar Merah Putih Indonesia (LMPI) Lampung pimpinan Johan Asri, Paguyuban Keluarga (Paku) Banten Indonesia pimpinan Hendra Mukri, dan Paguyuban Keluarga Besar Pujakesuma Lampung pimpinan Ki Nuryono.
Lalu, Paguyuban Panginyongan Wilayah Lampung pimpinan Biyung Dewi Widianingsih, Paguyuban Sosial Marga Tionghoa Indonesia (PSMTI) Lampung pimpinan Cristian Chandra, dan Pemerhati Pembangunan Lingkungan Hidup (PPLHI) Lampung pimpinan Merry Mita.
Ada lagi, Perguruan Karate Shotokan Kandaga Indonesia (Shokaido) Lampung pimpinan Ary Meizari Alfian, Perguruan Silat Persaudaraan Setia Hati Terate PSHT Lampung, Perguruan Silat Tjimande Tari Kolot Kebon Jeruk Hilir (TTKKDH) Lampung, dan Persatuan Tunanetra Indonesia (Pertuni) Bandarlampung pimpinan Setiawan.
Terpisah, klaster relawan berskala nasional, yakni Arus Bawah Jokowi (ABJ) Lampung pimpinan Dahlan Sulaeman, Barisan Jokowi (Badjo) Lampung pimpinan Gebes Sutikno, Bela Jokowi (BeJo) Lampung pimpinan Marlinda Jaya, Bro Gibran Lampung pimpinan MA Silmi, dan DPP Gerakan Cinta Prabowo (GCP) pimpinan Mujiyo Kurniawan.
Berikutnya, Gemoi Lampung pimpinan Viky Firkansyah, Gerakan Sehati Prabowo Gibran Lampung pimpinan M Eral Targadi, Indonesia Prabowo Menang (IPM) 08 Lampung pimpinan Abdul Razak, dan Kami Prabowo Lampung pimpinan M Galang Putra Rahman (aleg Fraksi Gerindra DPRD Lampung).
Seturut, Massa Prabowo (Massbro) Lampung pimpinan Topan Napitupulu, Pejuang Gibran Lampung pimpinan Sabilli Ahsin, Persaudaraan 08 Lampung pimpinan Sam Rifai, Persaudaraan 98 Lampung pimpinan Joni Maizar, Pos Rakyat (Posraya) Indonesia Lampung pimpinan Sandy Arianto.
Kini lantas menjadi terasa istimewa lantaran pentolan nasional organ ini ditunjuk Presiden Prabowo menjadi anggota Kabinet Merah Putih 2024-2029, Relawan Prabowo Budiman (Prabu) pimpinan Ketua Umum Arvindo Noviar dan DPD Lampung Achmad Munawar dirian Budiman Sudjatmiko (kini Kepala Badan Percepatan Pengentasan Kemiskinan), dan Relawan Pro Jokowi (Projo) pimpinan Ketua Umum DPP Budi Arie Setiadi (kini Menteri Koperasi) dan DPW Lampung Arief Budiman.
Lainnya, Relawan Emak-Emak Militan Prabowo Subianto (Rempas) Lampung pimpinan Primadani Mofaje Carepobuka, Relawan Gema Prabowo Nusantara (RGPN) Lampung pimpinan Budi Siswanto, Rumah Gibran Lampung pimpinan Ridia Fauni, Team Garuda 08 Lampung pimpinan Oliviana SM Mantovani, dan Tim 8 Relawan Jokowi Bergerak Bersama Prabowo (RJBBP) Lampung pimpinan Anggi Maulana.
SKALA LOKAL
Selanjutnya, ormas dan organ komunitas pro Mirza-Jihan yang berskala lokal yakni Advokat Bela Rakyat (ABR) pimpinan Hermawan, DPP Bela Budaya, Dewan Anak Adat Lampung Selatan pimpinan Andi Aziz, Federasi Adat Megou Pak Tulang Bawang pimpinan Herman Artha gelar Sutan Kuasa Marga, FGD Desa Kawasan Hutan (DKH) Lampung penaung 580 DKH pimpinan eks bacawagub 2024 Abu Hasan, dan Gerakan Petani Lampung (GPL).
Juga, Ikatan Keluarga Buruh Lampung (IKBL) pimpinan Agus Sujatma Surnada, Jaringan Perempuan Nahdliyin (JPN) Lampung, Kelompok Wanita Tani (KWT) Lampung pimpinan Yunita Sari, Koalisi Masyarakat Peduli Lampung (KMPL) pimpinan Al Firman Sanjaya, Komunitas UMKM Baidhosto Lampung pimpinan Abdullah Rizaki, Perhimpunan Perempuan Demokratik (Perada) Lampung, Perhimpunan Petambak Pembudidaya Udang (P3UW) Lampung pimpinan Suratman.
Lalu, Persatuan Perkumpulan Pengemudi Armada Lampung (Permala) pimpinan Sidik Nurseto, Ruang UMKM Lampung pimpinan Robby Herdian, Relawan Sedulur Mirzani penaung 321 organ tergabung pimpinan Ary Meizari Alfian yang juga Komandan Bidang Relawan TPT Mirza-Jihan.
Air bah dukungan ini belum termasuk yang diprakarsai sporadik para tokoh. Juga, para pimpinan informal terafiliasi politik partisan parpol pengusung dan pendukung. Pun belum termasuk dukungan politik tertutup yang oleh pertimbangan tertentu tak dipublikasikan.
"Separo" tsunami, dukungan terpantau makin menderas pascapelantikan Presiden dan Wapres terpilih Prabowo-Gibran 20 Oktober lalu. Afirmasi demi afirmasi dukungan terus Mirza-Jihan dapatkan, tak terkecuali dari warga Kabinet Merah Putih Prabowo-Gibran.
Lumrah, Mirza notabene ketua Partai Gerindra provinsi pemenang Pileg 2024 tingkat provinsi satu-satunya di Sumatera. Juga, cagub pertama yang dideklarasikan Gerindra di Indonesia. Ingat tagline "Mirza (kini Mirza-Jihan) Pilihan Prabowo"?
Sekadar kisi-kisi, rasanya transedental, dicuplik kembali, penggalan pidato sambutan Ketua Ikatan Keluarga Buruh Lampung (IKBL) yang juga Ketua Koperasi TKBM Pelabuhan Panjang Bandarlampung, Agus Sujatma S, saat deklarasi dukungan kepada (saat itu masih bacagub) Mirza, 28 Juli 2024 lalu.
"Beliau masih muda, memiliki wawasan yang luas, dan senantiasa berkoordinasi dengan Allah SWT. Kami yakin dibawah kepemimpinan beliau, Lampung akan maju," penggalan itu. Satu pidato berani yang terasa bak testimoni. Demi mempidatokannya, seperti pantauan lokasi saat itu, Agus Sujatma dalam keadaan sadar jiwa raga. Bulu kuduk pewarta, berdiri.
Om Bach, sapaan eks Sekda Lampung Utara 2003-2008, Pj 2008-2011 lanjut Bupati Tulang Bawang Barat 2011-2014, Wagub Lampung 2014-2019 kini Ketua TPT Mirza-Jihan, Bachtiar Basri, didampingi Ketua Dewan Penasihat TPT Mirza-Jihan cum mantan Sekdaprov Lampung Rachmat Abdullah, menyebut tiga poin sederhana pesan bijaknya bagi rakyat calon pemilih Pilgub Lampung dan Pilbup/Pilwalkot se-Lampung 2024, pada kampanye tatap muka terbatas Mirza-Jihan di Kampung Bangun Rejo, Kecamatan Bangun Rejo, Lampung Tengah, Rabu (23/10/2024).
“Memilih pemimpin yang memiliki karakter yang kuat ini penting. Seorang pemimpin harus memiliki tiga hal. Pertama, dia harus mampu menjadi guru, berarti berilmu. Kedua, mampu menjadi pelayan, artinya rendah hati, dekat dengan rakyat. Ketiga, mampu menjadi kawan, berarti tidak sombong dan selalu membaur dengan masyarakat. Dan, semua itu ada dalam diri Mirza,” ujar Om Bach impresif, ujung-ujungnya menggugah. (Muzzamil)
-
