LAMPUNG, HELOINDONESIA.COM - Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Pesawaran, belum maksimal dalam menyosialisasikan Pemilihan Umum (Pemilu) tahun 2024 kepada kaum milenial.
Menurut pantauan Heloindonesia.com di lapangan, masih banyak masyarakat khususnya kaum milenial, yang tidak mengetahui jadwal pasti kapan pelaksanaan Pemilu yang akan diselenggarakan tahun 2023 mendatang, bahkan parahnya masih banyak masyarakat yang tidak peduli tentang pemilu atau bersikap apatis.
Salah satu masyarakat Irvan (25) warga Desa Sukaraja Kecamatan Gedongtataan mengatakan, dirinya tidak mengetahui kapan pelaksanaannya dan bahkan dirinya tidak mau tahu.
“Kayaknya sih sebentar lagi ya, karena sudah banyak banner calon dewan yang terpasang, saya juga merasa, gak terlalu penting juga lah kapan digelarnya, karena toh masih sama saja kita gini-gini aja,” kata Irvan, Jumat (7/7/2023).
Baca juga: Tepat, Doa dan Naluri 3 Tokoh Ini, Jenazah Mahasiswa Tenggelam Muncul Hari ke-3
Hal yang sama disampaikan Ari (26), menurutnya belum ada petugas dari penyelenggara pemilu yang datang atau bertemu dengan nya untuk menyosialisasikan jadwal pelaksanaan pemilu.
“Seingat saya belum ada ya atau saya yang terlalu sibuk kerja ya, jadinya saya gak tau sama sekali kapan pemilu itu akan dilaksanakan, waktu itu pernah ada orang yang mendata dan menempel stiker di rumah dari KPU kalau tidak salah,” kata Ari.
Sementara, Komisioner KPU Pesawaran Divisi Sosialisasi, Pendidikan Pemilih, Partisipasi Masyarakat dan SDM Murniati Indah Permatasari, pihaknya masih terus melakukan sosialisasi kepada masyarakat baik secara tatap muka ataupun media sosial.
Baca juga: Relawan Jokowi Mulai Dukung Prabowo, Pengamat : Karena Kedekatan Pemimpinnya
“Sejujurnya, untuk menyosialisasikan tentang pemilu kepada kaum milenial ini kami manfaatkan media sosial, karena saat ini kaum milenial lebih akrab dengan gadgetnya, makanya kami memanfaatkan itu untuk sosialisasi tentang pemilu, namun tidak dipungkiri memang masih ada kaum milenial tidak tertarik dengan Pemilu ini,” kata Indah.
Untuk itu, lanjut Indah, setiap sosialisasi yang dilakukan kepada masyarakat, pihak KPU selalu memberikan tips untuk menjadi pemilih cerdas.
“Pasti ada masyarakat yang bilang, untuk apa pemilu toh masih gini-gini saja, nah pemahaman yang seperti ini harus kita luruskan, sehingga mereka bisa menjadi pemilih yang cerdas dan mereka mengetahui kalau suara mereka itu berharga untuk menentukan kemajuan daerah yang kita cintai ini,” pungkasnya. (Rama)
