Helo Indonesia

Pengamat Ini Sebut Anies Baswedan Akan Ubah Indonesia Seperti Jakarta Titik Beratnya Keadilan

Winoto Anung - Nasional -> Politik
Minggu, 23 Juli 2023 15:03
    Bagikan  
Anies Baswedan
Twitter / @NasDem

Anies Baswedan - Capres Koalisi Perubahan, Anies Baswedan saat pidato di Stadion Utama GBK Senayan, Jakarta, Minggu 16 Juli 2023. (Foto: Twitter / @NasDem)

HELOINDONESIA.COMAnies Baswedan di mata pendukung telah sukses saat memimpin Jakarta. Di masa Anies menjadi Gubernur DKI Jakarta, Anies telah membawa perubahan dan perbaikan yang berkeadilan. Namun, bagi pihak sebelah, Anies Baswedan telah gagal memimpin Jakarta.

Bagi pihak pendukung, memberi bukti bahwa Anies terlah berhasil saat menjadi Gubernur DKI Jakarta, yakni pembangunan yang dia lakukan oleh pihak luar negeri selalu memberi apresiasi atas kesuksesan Anies Baswedan membangun DKI Jakarta hanya selama 5 (lima) tahun. Salah satu contohnya Tebet Eco Park mendapat penghargaan dari Singapura.

Kini Anies akan maju untuk Pilpres 2024. Menurut pendukung, yang kebetulan seorang pengamat, yaitu Musni Umar, Anies Bawwedan akan mengubah Indonesia seperti Jakarta. Itu seandainya kalau di terpilih dalam pilpres 2024.

Menurut dia, saat ini dunia usaha wait and see menghadapi pemilu 2024. Mereka menunggu hasil pemilu 2024,  tidak mau melakukan investasi kecuali di pasar modal. Mereka khawatir ada perubahan pasca pemilu 2024.

Baca juga: Soal Cawapres Anies, Sosok Gatot Nurmantyo Kian Bergulir, AHY Tanpa Henti Bermanuver

“Merespon kekhawatiran tersebut, Anies Baswedan, bakal calon Presiden dari Koalisi Perubahan untuk Persatuan,  berdasarkan pengalaman selama 5 (lima) tahun memimpin DKI Jakarta, saya yakin tidak akan melakukan kebijakan secara drastis apalagi melakukan politik bumi hangus,” ujarnya.

Semua yang baik dan memberi manfaat besar bagi rakyat akan diteruskan dan ditingkatkan.  Sebagai contoh, Kartu Jakarta Pintar (KJP) yang digagas dan dijalankan Jokowi dan Ahok pada saat memimpin DKI Jakarta, karena dinilai baik dan sangat bermanfaat bagi warga Jakarta, Anies Baswedan tingkatkan dan perluas penerimanya.

Itu diperluas dan ditingkatkan oleh Anies, termasuk anak-anak warga DKI  yang belajar di sekolah agama dan pesantren yang diberi nama KJP Plus. Begitu juga Kartu Jakarta Sehat (KJS Plus).

Baca juga: Gawat! Politisi PSI Prediksi 2024 Bukan Tahunnya Ganjar jadi Presiden, Relawan Terbelah Gegara PDIP Oleng

Contoh lain, Stadion JIS,  Jakarta Internasional Stadium,  yang dirintis pembangunannya, jika tidak salah sejak Gubernur Fauzi Bowo sampai Jokowi dan Ahok, Anies Baswedan bangun dengan sangat megah dan berstandar internasional (FIFA) Plus.

Titik Berat keadilan

Dalam berbagai kesempatan, Gubernur DKI Jakarta 2017-2022 selalu mengemukakan: jika diberi amanah memimpin Indonesia akan memberi titik perhatian pada pelaksanaan keadilan sosial. 

Masalah keadilan sosial, sejak Orde Baru sampai Orde Reformasi, harus diakui minus dalam pelaksanaannya. Pada hal masalah keadilan merupakan sila ke-2 dan sila ke-5 dari Pancasila.

Baca juga: Jangan Anggap Remeh, Kurang Tidur Bisa Memicu 6 Penyakit Kronis

Semua undang-undang dan kebijakan serta implementasinya harus  selalu mendasarkan teknokratis,   kesetaraan dan keadilan bagi semua. Memberi perhatian pada keadilan tidak akan mengecilkan yang besar. 

Membesarkan yang kecil tidak akan mengecilkan yang besar, karena yang besar diperlukan untuk menghela dan mempercepat kemajuan Indonesia.

Potret kemajuan Jakarta di era Anies Baswedan insya Allah akan tergambar di seluruh Indonesia. 

“Oleh karena itu, beri amanah kepada Anies Baswedan untuk memimpin Indonesia dalam  pemilu 2024, insya Allah kita akan saksikan Indonesia seperti DKI Jakarta, yang maju, adil, setara, tidak ada diskriminasi, damai dan berkembang demokrasi,” kata Musni Umar.

Dia mengungkap, ada partai politik, yang selalu berupaya menipu rakyat Indonesia dengan mengatakan Anies gagal memimpin DKI Jakarta.

“Tetapi mereka yang berakal sehat dan jujur dari dalam dan luar negeri selalu memberi apresiasi atas kesuksesan Anies Baswedan membangun DKI Jakarta hanya selama 5 (lima) tahun bukan 10 tahun seperti yang lain,” tandas Musni Umar. (*)

(Winoto Anung)