HELOINDONESIA.COM - Ketua Umum Partai Golkar Airlangga Hartarto menyatakan, partainya tidak akan mendukung Anies Baswedan pada Pilpres 20224 mendatang. Meski demikian Golkar juga belum menentukan arah pilihannya.
Menanggapi hal itu pengmat Musni Umar mengatakan, diduga ada tekanan kepada Airlangga, karena sudah beredar selama ini, dia diperiksa terkait ekspoe CPO.
“Saya duga keras ketua umum Golkar Airlangga Hartarto bakal jadi tersangka korupsi jika berani dukung Anies,” tulis Musni Umar (@musniumar).
Hanya saja, dalam perkembangan dan gejala yang muncul selama ini, lanjut Musni Umar, antara Golkar strukturan dan para kadernya banyak yang tidak sejalan. Banyak kaderGolkar yang memilih mendukung Anies Baswedan.
Baca juga: Manuver Angka 8 dan Zig Zag Dihapus Untuk Ujian SIM, Berlaku Mulai Besok
“Ketemu dgn Anies saja sdh diperiksa sebagai saksi. Secara kelembagaan Golkar tdk dukung Anies, tapi massa Golkar dukung Anies. Para petinggi Golkar banyak yg bertemu mas Anies,” ujar Musni Umar.
Hal menarik disoroti netizen terkenal dengan akun @hc_poirot jelas ada masa yang menyeberang ke Anies. Soal pertemuan Airlangga dan Anies, dia yakin pertemuani itu ada.
“Jelas sekali bahwa memang ada pertemuan antara Airlangga Hartarto dan Anies Baswedan yang menyiratkan bahwa sesungguhnya sebagian kader Golkar ingin bergabung dlm koalisi perubahan seperti halnya yg diperlihatkan dgn adanya koalisi kuning-ijo-biru, kib dari kader² partai terkait,” tulisnya.
Baca juga: Didatangi Prabowo, PSI Harusnya Malu, Kan Dulu Beri Penghargaan Kebohongan Terlebay Awal Tahun 2019
Sementara itu diberitakan, Kader Partai Golkar asal Jambi, Veri Aswandi dan Asyari Syafeii, menyatakan tetap mendukung bakal capres Koalisi Perubahan untuk Persatuan, anies Baswedan, di Pilpres 2024 usai dipanggil DPD.
Wakil Ketua DPD I Partai Golkar Provinsi Jambi Adri menjelaskan, pihaknya telah melakukan pemanggilan terhadap lima kader yang terdaftar sebagai relawan Go Anies Provinsi Jambi, termasuk Veri dan Asyari, pada Rabu 2 Agustus 2023.Dia
Dia menyebut, tiga di antaranya masih belum menentukan sikap ihwal langkah politik mereka dalam menyongsong pesta demokrasi nanti. (*)
(Winoto Anung)
