HELOINDONESIA.COM - Politisi PKB menyemprot Ketua Umum PAN Zulkifli Hasan (Zulhas) yang menyoroti pernyataan Cak Imin mengatakan tidak diajak diskusi oleh Prabowo Subianto terkait nama koalisi. PKB juga menyentil Prabowo.
Dalam hal ini koalisi pendukung bakal capres Prabowo saat HUT ke-25 PAN Senin lalu diubah oleh Prabowo dari Koalisi Kebangkitan Indonesia Raya (KKIR) menjadi Koalisi Indonesia Maju.
Menurut Zulhas, pergantian nama koalisi itu terjadi secara nspontan dan tanpa adanya perencanaan terlebih dulu. "Tidak didiskusikan, tidak di anu semua. Ya, spontan aja di situ," ungkap Zulhas saat acara 28 Agustus itu.
Politisi PKB Umar Hasibuan menyemprot Zulhas yang seenaknya bicara katanya spontan. Namun, bagi politisi PKB dalam berkoalisi harus menjunjung etika politik.
Baca juga: Hasil Riset, Partai Gelora Usulkan Capres Pilih Cawapres Perempuan
Menurut Umar Hasibuan, bagi Zulhas itu dianggap spontan, karena dia baru masuk bergabung denan koalisi pendukung Prabowo. Tapi bagi PKB yang sudah satu tahun koalisi dengan Gerindra, hal itu tidak beradab.
“Bagi pak Zulhas yg baru msk koalisi itu spontan tp bagi PKB yg sdh 1 thn koalisi dgn Gerindra itu hal yg tdk beradab,” ungkap Umar Hasibuan dalam unggahan di X (Twitter) dengan akun @Umar_Hasibuan__.
Menurutnya, dalam politik, untuk berkoalisi harus menjunjung tinggi etika. “PKB sll menjunjung etika berpolitik. Itu yg pak Zulhas hrs ketahui,” tambah Umar hasibuan, di medsos terkenal dengan sebutan Umar Al Chesea.
Baca juga: Tiga Makna Jokowi Menunjuk-nunjuk Ganjar di Depan Prabowo, di Antaranya Sebagai Penerusnya
Dalam unggahan sebelumnya, politisi PKB asal Sumatera Utara (Sumut) itu juga menyentil Prabowo Subianto soal komitmennya membentuk koalisi KKIR. Selanjutnya, dia juga menyentil soal mengubah nama koalisi tanpa berembuk dengan PKB.
“Membentuk koalisi KKIR dgn komitmen dan muji muja PKB. Lalu saat PAN dan Golkar msk merubah koalisi tanpa pamit aplg berembuk dgn PKB,” ujar Umar Hasibuan, politisi PKB.
Tampaknya, dia sudah tidak betah berkoalisi dengan Prabowo dan Gerindranya. Waktunya check out. “Sdh saatnya PKB check out dr koalisi dgn Gerindra yg arahnya sdh keliatan kemana,” tandasnya.
Baca juga: Berebut Pengaruh Jokowi, Prabowo dan Ganjar Disebut Sebagai Figur Lemah
Dia pun menyitir pernyataan sesama politisi PKB, yakni Luluk Nur Hamidah, ketua DPP PKB, yang menyinggung soal berkoalisi dengan Gerindra.
“Keren ucapan mbak Luluk : Koalisi dengan Gerindra, bukan satu-satunya pintu. Ada juga minat partai lain untuk mengajak PKB bersama-sama membangun koalisi yang sangat kuat,” tulis Umar Al Chelsea (@Umar_Hasibuan__).
Satu lagi sentilan ke Prabowo yang disampaikan Umar, yakni soal koalisi kaitannya dengan usia. “Karna Faktor usia jadi lupa kalau sudah ada nama koalisi lalu bikin koalisi baru. Usia 71 thn gak bisa dibohongi,” ujarnya. (**)
