HELOINDONESIA.COM - Ketua Umum Nasdem Surya Paloh telah memilih Cak Imin untuk menjadi bakal cawapres berpasangan dengan Anies Baswedan. Dan Surya Paloh tidak memilih AHY sebagai cawapres untuk Anies.
Bagi pengamat politik Musni Umar, setidaknya ada dua faktor sehingga Surya Paloh, Ketum NasDem dan para pentolan NasDem yang katanya tidak menolak AHY untuk menjadi Cawapres Anies, tetapi memilih Cak Imin.
Pertama, faktor elektoral. Dalam pemilu 2019, Partai NasDem hanya meraih kursi di DPR RI dari 11 Daerah Pemilihan di Jawa Timur sebanyak 9 kursi, sementara Partai Demokrat 13 kursi dan PKS 4 kursi.
“Kalau dipaksakan Cawapresnya AHY, maka peluang Koalisi Perubahan untuk Persatuan (KPP) meraih kemenangan di Jawa Timur dalam pemilihan presiden 2024 sangat berat. Pada hal Jawa Timur dan Jawa Tengah penentu kemenangan dalam pemilihan presiden RI ,” kata Musni Umar di X.
Baca juga: DPR: PJ Gubernur Lemah Secara Politis, Jadi Dobel Kelemahan Kalau Tidak Paham Daerah
Kedua, faktor jam terbang AHY untuk menjadi Cawapres. AHY adalah tokoh muda yang cerdas, ganteng dan putra presiden RI, tetapi dengan pengalaman politik yang masih minim. “Dugaan saya Surya Paloh dan NasDem tidak sreg sehingga perlu menunggu pengumuman cawapres Prabowo dan cawapres Ganjar,” ujarnya.
Oleh karena itu, Surya Paloh yang disebutnya sudah berdarah-darah dengan pengorbanan yang luar biasa dalam mencapreskan Anies Baswedan tidak mau mengambil resiko kalah dalam pemilihan presiden 2024.
“Dia mencapreskan Anies Baswedan adalah untuk menang demi restorasi Indonesia yang menjadi jargon NasDem,” ujar Musni lagi.
Baca juga: Penggiat Seni Tradisional Ikut Mangayubagyo Purna Tugas Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo
Surya Paloh, sebagai king maker dan ahli strategi, bertarung dengan mengambil keputusan yang amat berani dan penuh resiko berkoalisi dengan PKB dan mencawapreskan Muhaimin Iskandar. Resikonya NasDem bisa ditinggal pergi PKS dan Demokrat.
“Alhamdulillah PKS tetap bersama NasDem dan solid dukung Anies Baswedan, walaupun para kadernya tidak suka karena tidak didahului musyawarah. Patut disayangkan,” katanya.
Partai Demokrat akhir tidak mendukung Anies Baswedan dan keluar dari Koalisi Perubahan untuk Persatuan.
Menurut pengamat ini, patut disyukuri terobosan yang berani Bang Surya Paloh insya Allah Anies Baswedan memberi optimisme dan keyakinan bahwa Anies Baswedan bisa berlayar menuju pemilihan presiden 2024, walaupun akan menghadapi gelombang yang tinggi dan bahkan badai. Biiznillah mohon doa semua agar sampai tujuan dan meraih kemenangan,” kata Musni Umar. (**)
