HELOINDONESIA.COM - Miftah Maulana Habiburrahman atau lebih dikenal dengan Gus Miftah dalam sepekan ini menjadi viral lantaran aksi bagi-bagi duitnya di hadapan ratusan orang.
Banyak tayangan video yang memperlihatkan Gus Miftah memberikan sejumlah uang kepada jamaah pengajian.
Namun dalam video terakhir, terlihat Gus Miftah membagikan dua lembar uang Rp 50 ribuan kepada para jamaah ibu-ibu.
Terlihat dalam video yang diunggah akun media sosial X (at)ch_chatimah pada Selasa (2/1/2024) terlihat pimpinan Pondok Pesantren Ora Aji di Sleman, Yogyakarta itu dikawal puluhan orang membagikan uang kepada sejumlah perempuan.
Baca juga: Pasca Gempa Sumedang, Kementerian PUPR Pastikan Terowongan Cisumdawu Aman Dilalui
Tiap perempuan, baik yang menggendong anak, maupun sendiri menyalami Gus Miftah usai menerima uang tersebut.
Bahkan, sebagian ada yang mencium tangannya usai menerima uang.
Spontan, aksi Gus Miftah mengundang kontroversi dari sejumlah pihak terutama dari para lawan-lawan politiknya.
Gus Miftah dituding telah bermain politik uang di masa kampanye Pemilu dan Pilpres 2024.
Bahkan tak sedikit yang mau melaporkan pderbuatan Gus Miftah ke Bawaslu lantaran dinilai sebagai tindak pidana Pemilu.
Apalagi, Gus Miftah secara terang benderang sebagai tim kampanye Paslon 02 Prabowo-Gibran.
Dia juga terlihat saat debat Capres Cawapres duduk bersama tim lainnya.
Baca juga: Koramil 1714-02/Ilu Gelar Baksos Bersama Masyarakat Kampung Yelekpelek
Belakangan, Tim Kampanye Nasional (TKN) Prabowo-Gibran menegaskan kalau Gus Miftah bukan bagian dari TKN.
Tak hanya itu, pembelaan pun datang dari tokoh Nahdlatul Ulama asal Yogyakarta, Abah Icong.
Menurut ahli supranatural ini, aksi bagi-bagi uang oleh Gus Miftah adalah hal yang lumrah sebagai orang di kalangan pesantren.
Menurut Abah Icong, Gus Miftah merupakan keturunan ke 9 Kiai Muhammad Ageng Besari, pendiri Pesantren Tegalsari di Ponorogo.
"Jadi beliau bukan orang sembarangan yang mau bertindak di luar aturan. Apa yang dilakukan beliau membagikan uang di pesantren itu hal yang biasa," jelasnya.
Menurut abah Icong, kelebihan Gus Miftah itu sering berbagi uang, berbagi rejeki.
Baca juga: Drama Korea Marry My Husband Episode 2 Sub Indo
"Beliau dermawan, tanpa ada acara Pilpres ini pun beliau sering berbagi uang dengan santrinya, sama jamaahnya. Kebetulan yang viral ini pas Pilpres dan dipolitisir oleh lawan politik atau mereka yang tidak suka dengan beliau," jelasnnya.
Abah Icong mengaku sudah lama mengenal Gus Miftah karena sama-sama sebagai tokoh agama di kalangan NU di Yogyakarta.
"Dia banyak uang karena dermawan, itu saja. Jamaahnya, santri, habaib, ulama dan kiai memang orangnya seperti itu suka bagi-bagi uang di depan umum. Artinya di saat pengajian kan banyak orang," tambahnya.
Abah Icong mengatakan momen tersebut dibuat viral seperti itu karena banyak orang yang tidak suka dengan Gus Miftah.
Baca juga: 7 Drama Korea Tayang Bulan Januari 2024, Cek Tanggal Rilisnya Berikut Ini!
"Terutama ulama dan habaib, beliau suka sowan. Terutama sama Abah (Habib) Luthfi bin Yahya dan Gus Am," ujarnya.
Menurut abah Icong, uang yang dibagikan saat videonya viral itu bukan uang pribadinya, melainkan uang Haji Her yang diminta untuk dibagikan kepada para jamaah.
"Biasalah di Pilpres ini suhu politik kan panas. Kebetulan Gus Miftah itu pendukung paslon 02, jadi dimanfaatkan oleh lawan-lawan politiknya," tandasnya.