LAMPUNG, HELOINDONESIA.COM -- Jelang Musda DPD 1 Partai Golkar Lampung 23 Februari 2025, dinamikanya semakin hot sampai "adu pantun". Para kandidat saling adu ilmu mengisi kursi ketua periode 2005-2030 pascalengsernya Arinal Djunaidi.
Para kandidat ternyata diam-diam sudah saling kasak-kusuk melobi atas-bawah dan kiri-kanan. Ada juga yang punya " trik" bagaimana menarik perhatian para kader bahwa dirinya paling pantas memimpin partai ini di Lampung.
Hal ini terungkap dari Plt Ketua Golkar Lampung Adies Kadir kepada Helo Indonesia, Kamis (23/1/2025). Kata Wakil Ketum DPP Partai Golkar itu, ada beberapa calon yang telah meminta izin maju dan bicara pribadi kepada dirinya,
Disebutkannya kader yang sudah sowan, yakni Aliza Gunado, Hanan A Rozak, Aziz Syamsudin, Ismet Roni, dan Aprozi Alam. "Selain itu belum ada lagi yang ke saya menyampaikan keinginan maju," katanya.
Aprozi Alam agaknya yang terlihat gesit. Usai pulang berdoa umroh, anggota DPR RI ini langsung memboyong 12 DPD kabupaten/kota bertemu Adies Kadir di Jakarta, Rabu (22/1/2025).
DPD II yang diangkutnya adalah Bandarlampung, Lampung Timur, Tulangbawang, Metro, Pringsewu, Mesuji, Pesisir Barat, Lampung Utara, Lampung Timur, Tanggamus, dan Lampung Tengah.
Sisa delapan DPD II, yakni Tulangbawang Barat, Lampung Selatan dan Pesawaran. Mereka menyatakan dukungannya mantap kepada Aprozi Alam. Kata mereka kepada Adies, tokoh muda yang mumpuni untuk memimpin Golkar Lampung.
Catatan Helo Indonesia, tak hanya nama-nama tersebut yang telah menyatakan minatnya memimpin Partai Golkar Lampung, jauh-jauh hari, yakni politikus senior M Alzier Dianis Thabranie (ADT).
Mantan tiga periode Partai Golkar Lampung ini bahkan terbilang yang pertama menyatakan ingin kembali membesarkan Partai Golkar Lampung.
Setelah itu berseliweran nama-nama tenar kader partai ini, yakni Rycko Menoza, Abi Hasan Muan, Bakhtiar Basri, dan masuk radar Eva Dwiana. Di sela-sela nama tersebut, muncul Khairudin Gustam dan Yuhadi.
ADT meminta tidak ada sikap diskriminasi menjelang digelarnya Musda DPD Partai Golkar Lampung. Dia menyikapi adanya “manuver” kandidat yang “memboyong” beberapa ketua DPD Partai Golkar Kabupaten/Kota di Lampung ke DPP.
Menurut Alzier, semua kader atau kandidat harusnya memiliki kesempatan yang sama untuk maju sebagai calon ketua DPD Partai Golkar Lampung. Dia menilai cara itu “kampungan”. Diingatkannya, DPP Golkar jangan sampai bersikap diskriminasi.
Alzier menilai upaya memobilisasi para pemilik suara seperti itu mencederai semangat demokrasi. Semua kandidat seperti Ismet Roni, Abi Hasan Muan, Hanan A.Rozak dan beberapa nama lainnya juga harus memiliki kesempatan yang sama untuk berkompetisi.
Tak pakai lama, komentar Alzier langsung direspon Plt Ketua DPD Golkar Provinsi Lampung Adies Kadir. Dia menyarankan para calon percaya diri, dekati pemilik suara, inovasi dan kreatif dalam mengambil hati pemilih yang cuma 20 suara.
"Jangan baper dan berkoar-koar saja di media tapi tidak ada yang dilakukan, bagaimana bisa menang," tandasnya. Ditegaskannya, DPP Golkar tidak akan diskriminasi dan intervensi, semua calon asalkan kader Partai Golkar silahkan berkompetisi.
"Musda Golkar itu selalu sangat dinamis, sampai detik terakhir pemilihan, semua calon-calon kreatif. Macam gak ngerti dinamika di Golkar saja," katanya.
Kata dia, siapapun calon boleh menemuinya, apalagi ketua-ketua DPD kabupaten/kota. "Saya menerima siapa saja calon yang ingin maju sebagai ketua untuk bersilaturahmi maupun minta ijin maju, silahkan saja dan tidak ada perkecualian," ujarnya.
Apalagi yang ingin silaturahmi ketua-ketua DPD kabupaten/Kota dari Provinsi Lampung. "Saya kan plt ketua mereka. Kalau mereka membawa aspirasi itu sah-sah saja, saya cuma menerima. Namanya juga kontestasi menjelang musda, silahkan saja masing-masing calon ketua yang mau maju berkreatifitas," pungkasnya. (HBM)
-