Hanan-Aprozi Deal, Alzier Masih Berpeluang Besar Pimpin Kembali Golkar

Kamis, 14 Agustus 2025 13:54
Alzier dan Bahlil HELO LAMPUNG

LAMPUNG, HELOINDONESIA.COM — Peta politik menjelang Musyawarah Daerah (Musda) XI Partai Golkar Lampung masih penuh kejutan. Meskipun beredar kabar bahwa Hanan A Rozak akan duduk sebagai ketua dan Aprozi Alam menjadi sekretaris DPD I Golkar Lampung, senior partai Alzier Dianis Thabranie (ADT) mengingatkan bahwa semua itu belum “deal” seratus persen.

“Finalnya tetap di tangan Ketua Umum DPP Golkar, Bahlil Lahadalia,” ujar Alzier saat ditemui Helo Indonesia, Kamis (14/8/2025). Menurutnya, dinamika politik Golkar selalu cair, dan perubahan arah dukungan bisa terjadi bahkan dalam hitungan jam. “Selama ini terbukti, setiap detik bisa berubah,” tambahnya.

Alzier mengungkapkan bahwa ia optimistis Bahlil masih memegang komitmen untuk mendukung dirinya kembali memimpin Golkar Lampung. Ia menyinggung pengalaman tahun 2017, ketika mayoritas DPD II, DPD I, hingga organisasi sayap Golkar sudah mengusung Aziz Syamsudin.

Namun, pada detik-detik terakhir menjelang Musda, Ketua Umum Setya Novanto justru memutuskan Arinal Djunaidi sebagai ketua DPD I. “Itu pelajaran berharga. Politik Golkar itu penuh kejutan,” ujarnya.

Sebagai mantan tiga periode Ketua Golkar Lampung, Alzier mengaku telah meminta izin kepada Bahlil untuk mengembalikan masa keemasan Partai Golkar di Bumi Ruwa Jurai. Ia menilai periode sebelumnya partai kehilangan soliditas akibat keputusan pusat yang memaksakan figur tertentu. “Bahlil paham soal ini. Beliau tidak ingin sejarah kelam itu terulang,” tegasnya.

Menurut Alzier, sejumlah nama calon ketua yang muncul di Lampung dinilai Bahlil kurang meyakinkan. Karena itu, ia mengaku mendapat sinyal positif untuk kembali memimpin. “Alhamdulillah, Bahlil setuju dengan keinginan saya. Sepulangnya beliau dari China, kita masih punya waktu 17 hari untuk memantapkan langkah,” ujarnya.

Jika terpilih, Alzier berjanji memfasilitasi seluruh DPD II agar Golkar kembali menjadi kekuatan politik utama di Lampung pada periode 2025–2029. “Insyaallah, seperti dulu saat saya pimpin, Golkar akan kembali diperhitungkan,” katanya.

Terkait manuver politik Hanan-Aprozi, Alzier menilainya sebagai strategi untuk menjaga suasana kondusif menjelang Musda XI yang dijadwalkan di Hotel Novotel, Bandarlampung, pada 31 Agustus 2025. “Sudahlah, baru rundingan saja. Biar suasana adem dulu,” ucapnya.

Baginya, sejarah Golkar mengajarkan satu hal: kesepakatan di meja perundingan belum tentu sampai podium Musda. “Kita lihat saja nanti. Politik Golkar itu seperti permainan catur—perubahan langkah bisa terjadi kapan saja,” tutupnya.

Dinamika Kepemimpinan Golkar Lampung

2004 – 2009
Ketua DPD I: Alzier Dianis Thabranie.

Masa ini dianggap sebagai salah satu periode “emas” Golkar Lampung, dengan partai mendominasi kursi DPRD provinsi dan kabupaten/kota. Konsolidasi partai kuat karena Alzier punya jaringan luas sampai ke tingkat desa.

2009 – 2015
Alzier kembali memimpin setelah terpilih lagi di Musda.

Golkar masih kuat secara elektoral, meski mulai muncul faksi-faksi internal. Pemilihan legislatif 2014 Golkar tetap berada di papan atas, namun mulai menghadapi tantangan dari partai-partai baru.

2015 – 2017
Golkar Lampung dipimpin caretaker pasca-tensi internal tinggi.

Peta dukungan terbelah antara kubu pusat dan daerah.Dinamika nasional ikut memengaruhi situasi di Lampung.

2017 – Musda VIII
Mayoritas DPD II, DPD I, dan sayap partai awalnya mendukung Aziz Syamsudin.

Namun, di detik-detik terakhir Ketua Umum Setya Novanto menunjuk Arinal Djunaidi sebagai Ketua DPD I. Keputusan ini menimbulkan kekecewaan sebagian kader dan memicu turunnya soliditas partai.

2018 – 2023
Arinal Djunaidi memimpin Golkar Lampung sekaligus menjabat Gubernur Lampung.

Secara politik, Golkar masih punya kursi signifikan di DPRD, tapi dinilai kehilangan sentuhan akar rumput seperti era Alzier.Tensi antara “kubu Arinal” dan “kubu Alzier” tetap terasa.

2024 – Menjelang Musda XI
Muncul wacana regenerasi kepemimpinan di tubuh Golkar Lampung.

Nama-nama seperti Hanan A Rozak dan Aprozi Alam mulai disebut-sebut. Bocoran kabar menyebut Hanan bakal jadi ketua dan Aprozi sekretaris, namun Alzier menegaskan belum ada keputusan final.

Agustus 2025 – Menjelang Musda XI di Novotel Bandarlampung (31/8/2025)

Situasi politik internal penuh manuver. Alzier mengklaim sudah mendapat restu Ketum DPP Golkar Bahlil Lahadalia untuk maju kembali. Ia mengingatkan sejarah bahwa kesepakatan sebelum Musda sering kali berubah di saat-saat terakhir. (HBM)


 - 

Berita Terkini