LAMPUNG, HELOINDONESIA.COM - Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Partai Gerindra Kabupaten Pesawaran akan objektif dan akan sikat habis para kader yang membuat malu partai.
Hal itu menindaklanjuti surat laporan dari Dewan Pengurus Daerah (DPD) Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) Brigade Anak Negeri Kawal Indonesia (BANKI) terkait pernah tersandung seorang kadernya inisial ES.
Ketua DPC Partai Gerindra Kabupaten Pesawaran A. Rico Julian mengatakan pihaknya telah melakukan pemanggilan terhadap yang bersangkutan.
"Kita sudah bahas persoalan ini dan yang bersangkutan sudah saya panggil juga, tapi yang bersangkutan bilang sudah ada Surat Perintah Penghentian dan Penyidikan (SP3) dari Kepolisian," kata Rico, melalui pesan WhatsApp, Senin (3/6/2023)
Baca juga: Di Google Maps, Gedung DPR Berubah Nama Kandang dan Peternakan Tikus
Dijelaskan, yang bersangkutan ES telah menunjukan SP3 yang artinya tidak terbukti dan pihaknya juga harus mengedepankan asas praduga tak bersalah.
"Terkecuali ada laporan lanjutan yang ditangani yang membuat gejolak, misal laporan Polisi baru atau lainnya yang akan mengganggu Partai Gerindra khususnya, ya akan kita lakukan evaluasi kepada yang bersangkutan," ujarnya.
Menurutnya, kalau memang yang bersangkutan meresahkan masyarakat dan terbukti, pihaknya tidak akan mencalonkan yang bersangkutan.
"Daftar Calon Tetap (DCT) ditetapkan pada Oktober 2023 dan jika terbukti ya bisa kita coret. Masa bikin malu partai tetap dicalonkan?" kata dia.
Terpisah, tokoh masyarakat setempat Erland Syofandi menyampaikan, seharusnya ada investigasi internal terhadap dugaan kasus asusila tersebut karena menurutnya masih banyak kader yang jauh lebih baik.
Baca juga: SMAN 4 Bukannya Minta Maaf Tahan Ijazah 2 Tahun, Korban Direkam Minta Maaf dan Bilang Ijazah Gratis
"Pada intinya kami masyarakat hanya menginginkan wakil rakyat yang benar-benar serius membangun Kabupaten, Gerindra partai besar dan saya yakin kaya akan kader yang memiliki track record yang baik," kata Erland.
Lebih jauh kata Erland, sanksi sosial terhadap partai mau tidak mau akan didapat partai jika masyarakat menilai tidak ada ketegasan dalam mengambil keputusan.
"Masalah ini pernah viral dan sempat dibawa ke BK DPRD Pesawaran, sedangkan besok ada hajat besar yaitu Pemilu dan Pilpres, bukan tidak mungkin dapat mempengaruhi simpati masyarakat bahkan kepada Ketua Umum Gerindra yang akan maju pada pilpres," kata dia.
"Lagian itu kan dugaannya bukan hanya kasus asusila ada juga skandal dugaan proyek yang dikerjakan anaknya, jadi kami berharap, partai Gerindra tidak tutup mata," pungkasnya. (Rama)