HELOINDONESIA.COM -Surya Paloh telah bertemu Presiden Jokowi di Istana Kepresidenan, Senin 17 Juli. Menurut Surya Paloh, Presiden Jokowi sempat menanyakan, siapa calon wakil presiden (Cawapres) pendamping Anies Baswedan.
Menurut pengamat politik Rocky Gerung, pertanyaan Jokowi, siapa cawapres Anies Baswedan adalah semacam umpan-umpan kecil. Padahal dia sudah tahu, AHY yang digadang-gadang Anies untuk menjadi cawapres pendampingnya.
Maka, dapat dipandang, bahwa pertanyaan Jokowi soal siapa cawapres Anies itu di baliknya adalah penolakan dia terhadap AHY. Sekaligus itu juga sinyal buat SBY.
“Sekarang kalau Jokowi bertanya siapa cawapres Anies, itu artinya Jokowi tidak menginginkan AHY. Kan sebenarnya Jokowi sudah tahu, AHY yang digadang-gadang oleh Anies. Itu artinya kirim sinyal ke SBY bahwa AHY belum tentu jadi cawapres Anies,” ujar Rocky Gerung seperti dikatakan di chanel FNN Youtube.
Baca juga: Messi Sudah Pindah ke Inter Miami, Namun Status Hukum Transfer dari Barcelona ke PSG Diangkat Lagi
Menurut Rocky hal tersebut terkait juga dengan sikap Nasdem, kalau Nasdem / Surya Paloh bisa dibujuk atau dirangkul, dan kemudian diberi sogokan, misalnya dua menterinya aman di kabinet, pasca Johnny G Plate tersandung kasus BTS 4G.
“Itu kalau Nasdem bisa dibujuk atau disogok atau dirangkul, itu artinya AHY tidak jadi cawapres kan. Maka akibatnya muncul lagi ketegangan lagi di situ, ketegangan Nasdem dan Demokrat,” katanya.
Rocky Gerung melihat, pertanyaan Jokowi siapa cawapres Anies tersebut ini semacam umpan-umpan kecil, Jokowi sebenarnya mau apa. Dengan pertanyaan itu, sudah pasti Demokrat berpikir, mau apa Jokowi.
Baca juga: PDI Perjuangan Teratas, Parpol Paling Sering Diekspos
“Demokrat berpikir lagi, apa sebenarnya yang dimaksud. Masak nggak tahu AHY yang digadang-gadang Anies seabgai cawapresnya,” ujar Rocky Gerung.
Itu artinya, sangat mungkin Jokowi percaya di internal Nasdem masih ada keretakan, belum firm AHY cawapres Anies. “Maka dia provokasi lagi, siapa sebetulnya. Kan sampai sekarang belum ada kepastian tuh, Nasdem dukung AHY atau nggak,,” katanya.
Tapi di sisi lain, dalam alur ini, Rocky Gerung menduga bahwa akhirnya Jokowi menyadari, menghalangi Anies Baswedan itu membuang-buang energi, dan kini merelakan Anies untuk maju sebagai capres. (*)
(Winoto Anung)