Benny Susetyo: Pemimpin Itu Leader, Bukan Dealer

Rabu, 26 Juli 2023 20:33
Antonius Benny Susetyo

JAKARTA, HELOINDONESIA.COM - Pakar komunikasi politik Antonius Benny Susetyo menyampaikan, dinamika politik jelang Pilpres 2024 semakin hari semakin cair. Pertemuan ketua-ketua partai politik menjadi pemberitaan yang tiap hari menjadi santapan media massa.

Benny menyebut, partai-partai politik cenderung saling menyandera, karena keinginan ketua umum parpol menjadi salah satu bakal calon wakil presiden. Hal itu menjadikan pertarungan politik menjadi sulit untuk memprediksi bagaimana partai-partai politik tersebut mendeklarasikan presiden dan wakil presidennya.

Budayawan itu juga menyebut, diperlukannya kecerdasan publik untuk menentukan calon pemimpin masa depan, pemimpin yang otentik dan mampu mengantarkan Indonesia kedalam pintu gerbang kemerdekaan yaitu membangun peradaban dunia internasional.
Maka, lanjut dia, publik harus cerdas menentukan pilihannya, karena publik saat ini disuguhkan oleh realitas yang semu, yaitu membongkar kepalsuan atau dalam teori komunikasi adalah realitas yang berealitas, realitas yang dilebih-lebihkan.

''Realitas yang sebenarnya hanyalah semu di permukaan karena pemimpin yang otentik bukan sekadar dealer yaitu jadi perantara, tetapi miskin gagasan, tidak bisa kerja, tetapi dia hanya pandai beretorika,” kata dia dalam keterangan tertulisnya di Jakarta, Rabu 26 Juli 2023.

Bukan Dealer

Pemimpin ke depan adalah pemimpin yang punya karakter kuat untuk memajukan Indonesia di kancah dunia internasional, tegas Benny, yaitu seorang yang mampu memanfaatkan sumber daya alam dan sumber daya manusianya untuk mempercepat menjadi negara yang maju dan modern.

“Amanat cita-cita kemerdekaan yaitu memberi rasa aman dan damai memajukan kesejahteraan rakyat menjadikan masyarakat cerdas dan Indonesia mampu menjadi tolak ukur bagi perdamaian dunia. Itu bisa diwujudkan dengan pemimpin yang memiliki yang disebut orisinalitas dan bukan pemimpin sekadar perantara atau hanya sekadar dealer,'' bebernya.

Selain itu, dikatakan Benny, mencari pemimpin dapat dilihat dari rekam jejak dan aktivitasnya selama dia memimpin, baik itu saat menjadi Gubernur, Menteri ataupun pejabat negara.

Menurut Benny, pemilih terbesar dalam pemilu nanti adalah Generasi X dan Z, pihaknya mengharapkan media sosial bisa menjadi sarana untuk mencerdaskan generasi X dan Z. Carilah pemimpin berdasarkan rasionalitas bukan emosional.
Dia juga menambahkan dalam memilih pemimpin harus dilihat bahwa pemimpin tersebut terbukti mampu membuat rakyatnya mesem, guyub dan membuat rakyat bahagia.

“Sejauh mana mereka melayani rakyat dan sejauh mana mereka berbuat untuk rakyat. ukurannya sederhana, apakah dalam masa baktinya dia menjadi pemimpin mampu mengurangi angka pengangguran, apakah dalam masa baktinya dia mampu mengurangi stunting, apakah dalam masa baktinya mampu membuat rakyat itu mesem dan guyub, karena memperhatikan perumahannya, memperhatikan kesehatannya, memperbaiki anak-anak sekolahnya atau memperhatikan mereka yang miskin dan tersisih,” jelasnya. (Aji)

Berita Terkini