Formappi Bilang KPU Kurang Gencar Sosialisasikan Pemilu ke Masyarakat

Jumat, 28 Juli 2023 08:32
(Ist) Foto : Ist

HELOINDONESIA.COM - Forum Masyarakat Peduli Parlemen Indonesia (Formappi) mengkritik kinerja Komisi Pemilihan Umum (KPU) sebagai lembaga penyelenggara Pemilu 2024.

Menurut peneliti Formappi, Lucius Karus KPU kalah aktif dengan para peserta Pemilu dalam mensosialisasikan Pemilu 2024.

Demikian dikatakan Licius Karus dalam diskusi "Evaluasi Sosialisasi Peserta Pemilu dan Upaya Mendorong Kampanye Pemilu 2024 yang Informatif dan Edukatif", yang dikutip Jumat (28/7/2023). 

"Untuk KPU, malah yang terlihat aktif untuk melakukan sosialisasi ini sejauh ini peserta pemilu partai politik," ujar Lucius Karus.

Baca juga: Polda Jateng Kembali Tegaskan Komitmen Netralitas dalam Pemilu 2024

Lucius mengaku belum melihat adanya perkembangan terkait sosialisasi ke publik. Padahal sosialisasi menjadi tanggung jawab penyelenggara.

Hal itu sesuai amanat PKPU Nomor 10 Tahun 2018 tentang Sosialisasi, Pendidikan Pemilih, dan Partisipasi Masyarakat dalam Penyelenggaraan Pemilihan Umum.

PKPU tersebut berisikan informasi mengenai tahapan penyelenggaraan pemilu dan penjelasan tentang makna pemilu.

Baca juga: Noufal Zidan Siswa Terbaik SMAN 01 Tanjung Raya Mesuji Terpilih ikuti Jambore di Korea Selatan.

 Lucius mengatakan banyuak hal yang belum dilakukan oleh penyelenggara pemilu yaitu KPU, Bawaslu, dan DKPP yang tercantum dalam PKPU itu.

"Sosialisasi penyelenggaraan pemilu tidak hanya sekadar membacakan pesan secara umum. Perlu ada sosialisasi secara masif dengan penjelasan detail agar para pemilih menjadi paham proses penyelenggaraan pemilu," kata dia 

"Saya mulai menduga kenapa kemudian sosialisasi dari penyelenggaraan itu tidak cukup berkembang di tengah hiruk-pikuk atau riuh-rendah sosialisasi dari peserta pemilu," imbunnya.

Dia menuturkan sosialisasi terkait pemilu yang dilakukan oleh para penyelenggara tidak masif. Lucius menilai sosialisasi yang tidak sesuai dengan PKPU dapat menjadi lahan proyek oknum parpol.

Baca juga: Ganjar Salah Branding Kostum Nih, Ternyata Garis Hitam Putih Identik Bintang Syur, Badut, Tahanan Nazi dan Algojo

"Saya melihat banyak penyakit politisi yang juga diikuti oleh penyelenggara. Saya melihat sosialisasi ini cenderung jadi proyek jadi asal sudah mengumpulkan 20 sampai 100 orang, dalam suatu ruangan lalu biacara soal tahapan pemilu, sosialisasi sudah selesai untuk dilakukan di puluhan TV," ungkapnya.

Untuk diketahui, dskusi ini turut dihadiri Manajer Riset dan Program The Indonesian Institute, Arfianto Purbolaksono, Sekretaris Advokasi Pusat Pemilihan Umum Akses Disabilitas (PPUAD), Mahretta Maha, dan Kabag Tim Teknis Kampanye KPU, Hendrika Ferdinandus.

Berita Terkini