Imbas Dukungan PBB, Partai Non Parlemen Diprediksi Ikut Merapat ke Prabowo

Selasa, 1 Agustus 2023 19:15
Ketua Umum Partai Gelora saat bertemu Prabowo Subianto, saat acara Milad ke-25 PBB, di Tangerang, Minggu 30 Juli. (Foto: dok. Partai Gelora. ) Partai Gelora

HELOINDONESIA.COM - Dukungan dari PBB (Partai Bulan Bintang) semakin menambah kekuatan calon presiden (capres) Prabowo Subianto dalam pelaksanaan kontestasi Pilpres 2024.

Pengamat politik Yusak Farchan menilai meskipun PBB hanya partai non parlemen, namun di balik PBB ada sosok Yusril Ihza Mahendra yang saat ini menjabat sebagai Ketua umum PBB. 

Menurut Yusak, Yusril memiliki segudang pengalaman dalam dunia politik. Dia meyakini dengan pengalamannya itu, Yusril akan memainkan peran penting dalam membantu Prabowo Subianto meraih suara terbanyak di Pilpres 2024.

"Ketokohan dan kapasitas Yusril akan banyak membantu Prabowo. Hal ini penting dalam menaikan elektoral Prabowo," kata Yusak saat dihubungi di Jakarta, Selasa (1/8/2023). 

Baca juga: Wanita Disabilitas Mental Ditipu dan Dirudakpaksa di Pringsewu

Paling tidak menurut dia, PBB bisa mengimbangi dukungan kelompok Islam kanan yang sebagian merupakan pendukung capres Anies Baswedan.

Selain itu, Yusak berpendapat dukungan dari PBB menambah daya tarik Prabowo Subianto di mata partai politik peserta pemilu lainnya. 

Langkah PBB kata dia juga diikuti sejumlah parpol lain diantaranya yang akan mendeklarasikan dukungan kepada Prabowo yaitu PKN, Partai Gelora, PAN, Partai Garuda dan PSI. Parpol tersebut tertarik merapat dengan Koalisi Kebangkitan Indonesia Raya (KKIR). 

Baca juga: Janji Dinikahi Pemuda, Pelajar 14 Tahun Dibawa Kabur dari Sekolah

"Momen dukungan PBB kepada Prabowo menandai bahwa Prabowo semakin memiliki magnet elektoral bagi partai lain untuk bergabung," ujarnya. 

Dia menambahkan, dengan koalisi parpol yang semakin bertambah, dipastika Prabowo yang lebih dulu membentuk Koalisi Kebangkitan Indonesia Raya (KKIR) bersama Ketum PKB Muhaimin Iskandar, bakal menjadi lawan berat dua bacapres lainnya, terutama Ganjar Pranowo. 

"Ganjar jelas dirugikan jika parpol-parpol tersebut bergabung ke Prabowo. Termasuk Anies juga akan mengalami defisit dukungan dengan bergabungnya parpol-parpol tersebut ke Prabowo," pungkasnya.

Berita Terkini