HELOINDONESIA.COM - Terkait deklarasi Muhaimin Iskandar sebagai cawapres Anies Baswedan menjadi duet Anies-Cak Imin, rupanya mendapat tanggapan dari Ketua Gusdurian, Alissa Wahid, putri almarhum Gud Dur.
Gusdurian adalah organisasi para pengikut pemikiran Gus Dur (KH Abdurahman Wahid, mantan Presiden RI. Pengikutnya tersebut di seluruh Indonesia.
Alissa Wabid mempersilakan para anggota Gusdurian memilih capres-cawapren sesuai pertimbangan pribagi, tanpa melibatkan organisasi Gusdurian.
“Sekalian saya pesankan kpd teman2 @gusdurians, silakan mendukung & memilih atas pertimbangan pribadi , jangan bawa nama organisasi Gusdurian ya,” ungkap Alissa dalam unggahan di x (Twitter).
Baca juga: Manuver KPK Usik Cak Imin Diduga Akal-akalan Intrik Jokowi, SBY Juga Dituding
Sebab, menurut dia, organisasi Gusdurian dan jaringannya, tidak berpolitik praktis. Kalau anggota memilih capres-cawapres, dipersilakan dengan hati nuraninya.
“Jaringan Gusdurian tetap komit utk tidak terlibat politik praktis. Perjuangan kita jangka panjang, bukan untuk urusan 5 tahunan,” ungkap Alissa Wahid (@AlissaWahid).
Alissa mengatakan, satu saja komunitas Gusdurian lokal membawa nama JGD (Jaringan Gusdurian) untuk dukung-mendukung politik praktis, seluruh jaringan kita akan berkurang kredibilitasnya.
Baca juga: Dampak Musim Kemarau, Warga Kedungasri Gali Sumur di Tengah Sungai Kering
“Mari kita jaga baik² konsistensi menjaga kesepakatan kita selama 13 tahun ini. Ruang kerja kita bersama rakyat, bukan dg politisi,” tandasnya.
Dia juga sempat mengemukakan kawan Cak Imin adalah sosok yang pernah meremehkan Gudurian karena menyebut organisasi ini cuma beranggota 150 orang.
“Walaupun cs-nya Cak Imin meremehkan gusdurian yang katanya cuma 150 orang aja, setidaknya kami keukeuh mengambil keteladanan #GusDur utk bersikap adil & memikirkan Indonesia, tidak mikir hanya balas dendam, & tidak menggadaikan ideologi demi jabatan & kekuasaan,” kata Alissa Wahid.
Terhadap kondisi politik Tanah Air berikut dinamikanya, Alissa mengatakan kondisinya seperti diaktakan Gus Dur para 2002, yakni kita bukan sibuk mencari pemimpin bangsa, tapi hanya pertarungan mendapat kekuasaan belaka.
Dia lantas mengunggah kutipan kata-kata Gus Dur tersebut, bunyainya seperti berikut ini:
“Kehidupan kita sekaranghanya dipenuhi oleh kegiatan untuk mempertahankan kekuasaan, bukannya mencapai kepemimpinan yang diharapkan. Kekuasaan disamakandengan kepemimpinan dan kekuasaan tidak lagi mengundahkan aspek moral dalam kehidupan kita sebagai bangsa. Gus Dur 7 November 2002.” (**)