HELOINDONESIA.COM - Di era moderen ini teknologi semakin canggih. Termasuk juga di kedokteran ataupun di dalam perawatan tubuh. Banyak teknologi baru yang bisa dipakai, dan semua komputerize pula.
Begitu juga dalam pelayanan Kesehatan, terdapat teknologi canggih. Kita sudah mengenal vaksinasi, menggunakan antibiotik berbagai generasi sampai generasi terbaru dan juga pakai terapi cell.
“Perawatannya memang menjadi komprehensif dibanding tradisional. Gaya hidup ini yang penting ya. Gaya hidupnya memang harus gaya hidup yang healthy. Life style seperti itu baik itu tradisional, akarnya gaya hidup sehat,” papar dr Wanarani Aries dikutip dari akun Youtube Indonesia Wellness Tourism International Festival pada Jumat (20/12/2024).
Dikatakan dr Wanarni, soal gaya hidup sehat di era moderen ini diutamakan speed atau temponya lebih cepat. Dan tentunya orang-orang sekarang efisiensi menjadi penting.
Baca juga: Chatbot AI di WhatsApp: Kemudahan dan Tantangan Baru
Namun demikian, lanjut dr Wanarni, penting juga memadukan filosofi kehidupan tradisional leluhur kita ke era modern saat ini. Sehingga bisa menjalankan kehidupan sehat dengan tidak melupakan akar tradisinya.
“Tradisional ini kita mendapat gambaran istiadat dan kebiasaan. Di daerah di Indonesia ini banyak sekali adat istiadat. Beda lagi di Betawi adat istiadatnya, beda lagi nanti di Jawa, beda lagi di Sumatera dan seterusnya. Jadi Indonesia kaya raya dengan berbagai ragam kesehatan tradisionalnya,” papar dr Wanarni Arie.
Nah, yang menjadi pertanyaan, moderen itu apa sih?
dr Wanarni mengungkapkan, moderen merupakan cara kita mengadopsi nilai-nilai baru yang terukur dan lebih rasional.
“Diyakini ini membawa kemajuan dan kita terbuka menerima ide-ide baru di era sekarang. Kalau kita tidak bisa menerima ide baru maka akan ketinggalan. Tetapi bagaimana ide baru tetap berdasarkan dari leluhur kita. Masyarakat tradisional memang terbatas peralatannya, terbatas knowledgenya,” jelas dr Wanarni.
Ketika membahas etnaprana, lanjut dr Wanarni, dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) berasal dari dua kata, etnis yakni sifat satu kelompok yang berdiri sama dan prana yang merupakan energi kehidupan.
“Jadi cara mendapatkan keseimbangan hidup yang dijalani melalui ciri-ciri dari etnis yang ada di berbagai wilayah di Indonesia. Kemudian menghasilkan kehidupan yang seimbang dengan adanya energi kehidupan,” jelasnya.
Jadi, menurutnya, etnaprana ini merupakan bagian dari wellness atau bugar, namun berakar pada budaya, pada tradisi, pada kekayaan alam Indonesia yang sudah ada secara turun temurun.
Baca juga: Jadwal Piala AFF 2024: Indonesia vs Filipina, Laga Penentuan Garuda Lolos Atau Tidak
“Kita tahu biota tanaman kita adalah nomor 2 di dunia setelah Brazil. Beragam dari tanaman. Namun kalau kita masuk ke biota air di laut, maka Indonesia menjadi lebih unggul dari Brazil,” ungkapnya.
Namun demikian, dr Wanarni mengingatkan harus hati-hati kepada para pakar.
“Karena alam kita istilahnya disebar aja benih langsung tumbuh begitu. Ini bisa berkonotasi positif. Namun demikian juga bisa membuat kita terlena. Di lepas di ladang aja hidup kok,” terangnya.
Karena itu, tegasnya, dalam etnaprana rdapat konsep wellness ini keseimbangan tubuh, fisik, body, pikiran, mind, jiwa, spiritual spiritualitas menyatu dengan kehidupan di alam
“Jadi keseimbangan alam itu juga sangat mempengaruhi. Kalau kita tidak memperhatikan alam, pohon ditebang, maka akan terjadi banjir. Kita tidak menggunakan herbal, tapi menggunakan zat-zat kimia dengan berbagai dampaknya. Mari kita kembali lagi ke alam di era moderen,” ajaknya.
Baca juga: Berikut 7 Kode Redeem Game Free Fire hari ini, Jumat 20 Desember 2024
Ketika ditanya apa saja wujud etnaprana?
“Ketika bicara etnaprana, tiap daerah punya konsepnya, produk herbalnya, kemudian ada makanan, minuman tradisional tiap daerah berbeda. Kemudian aktivitas fisik dan juga aktivitas mental yang tiap daerah punya masing-masing. Jadi kita sangat beragam sekali. Juga dengan karya-karya seninya di daerah kita sangat beragam sekali,” paparnya.
Saat ini, terangnya, sudah diidentifikasi sebanyak 15 etnaprana. Dan masih harus terus digali.
“Produk-produk herbal, minyak atsiri atau esensial oil ini bisa didapatkan di berbagai kita bisa beli di mana aja ya. Namun juga kita bisa menggunakan dari essential apothecary,” tandasnya.
15 etnaprana tersebut adalah:
1.Minang
2.Batak
3.Betawi
4.Sunda
5.Peranakan Semarang
6.Madura
7.Bali
8.Timor
9.Maluku
10.Banjar
11.Dayak
12.Bugis
13.Minahasa
14.Papua
15.Jawa
