Helo Indonesia

Masjid Raya Al Bakrie di Mata Tokoh Batanghari Sembilan Darussalam

Herman Batin Mangku - Ragam
Sabtu, 13 September 2025 07:31
    Bagikan  
MASJID AL. BAKRIE
HELO LAMPUNG

MASJID AL. BAKRIE - Darussalam (peci hitam) berdiri bersama Gubernur Mirza dan Menteri Agama RI serta para tokoh lainnya di sela peresmian Masjid Raya Al Bakrie (Foto Helo)

LAMPUNG, HELOINDONESIA.COM – Jumat siang itu (12/9/2025), langit Kota Bandarlampung tampak cerah. Ribuan masyarakat berbondong-bondong menuju Jl. Jenderal Sudirman No.59, jantung ibu kota Lampung. Sejak pagi, halaman megah berlapis marmer putih sudah dipenuhi jemaah yang ingin menjadi bagian dari sejarah: salat Jumat perdana di Masjid Raya Lampung Al Bakrie.

Masjid berwarna putih bersih dengan kubah menjulang itu kini menjadi wajah baru kawasan yang dulunya dikenal sebagai Lapangan Saburai. Dari tempat yang dsempat dipandang kelam, kini menjelma rumah Allah yang indah, lengkap dengan taman hijau terbuka yang ramah untuk masyarakat.

undefined

“Sekarang tinggal tugas kita bagaimana meramaikannya,” ujar H. Darussalam, SH., MH., Ketua Ormas Batanghari Sembilan yang juga tenaga ahli gubernur Lampung periode 2025-2030, yang sejak awal dia dan tablighnya mendukung pembangunan masjid ini.

Darussalam dan sebagaimana harapan semua orang, terutama Gubernur Rahmat Mirzani Djausal dan pendirinya Aburizal Bakrie, masjid ini berdiri megah bertujuan agar bagaimana keberadaannya benar-benar akan menjadi pusat peradaban Islam yang bersinar dari Kota Bandarlampung. 

Seperti pesan Abur Rizal Bakrie dan Ketua MUI Lampung, kata Darussalam, masjid ini diharapkan menjadi rahmat bagi segala alam. Tak hanya bagi umat muslim, mereka yang beragama lain dapat pula ikut "memakmurkanny".

undefined

Darussalam yang satu pengajian dengan Ketua Persatuan Tarbiyah Islamiyah (PERTI) Lampung, Dr. Ir. H. Firmansyah YA, MBA., M.Bc di Masjid Al Amin, Pahoman, senada bahwa masjid ini jangan sampai hanya secara arsitektural, tetapi juga harus menjadi pusat dakwah, pendidikan, dan pembinaan umat.

Kedua optimistis jika umat muslim provinsi ini saling memakmurkannya Masjid Raya Lampung Al Bakrie bisa menjadi mercusuar syiar Islam di Lampung bahkan Sumatra. Masjid ini dapat menjadi pusat ibadah dan dakwah melalui kajian Islam, tahfiz Alquan, dan majelis ilmu.

Lainnya, pusat pendidikan dengan kegiatan pembinaan generasi muda dan kelas keislaman, pusat sosial-ekonomi umat dengan program pemberdayaan, koperasi syariah, dan bazar halal, hingga ruang publik Islami tempat warga bisa berkumpul, bersantai, dan memperkuat silaturahmi.

Darussalam ikut bangga atas kehadiran Masjid Raya Lampung Al Bakrie di jantungnya Kota Bandarlampung. Dari yang sebelumnya Lapangan Saburai, kini jadi pusat ibadah. Di lokasi ini, sejak dulu, menjadi titik kumpul warga dan ikon kota Bandarlampung.

undefined

Kawasan ini sejak era 1970–1980-an dikenal sebagai ruang terbuka untuk berbagai kegiatan, mulai dari apel militer, upacara kenegaraan, hingga konser musik dan pameran. Pada masanya, Saburai menjadi titik kumpul warga dan ikon kota Bandarlampung.

Namun, seiring waktu, kawasan ini mengalami penurunan fungsi. Banyak warga mengeluhkan kondisinya yang tak lagi terawat, bahkan kerap disalahgunakan menjadi tempat nongkrong hingga praktik negatif di malam hari. Identitas Saburai yang dulunya membanggakan perlahan memudar.

Kini, wajah itu berubah total. Di atas lahan seluas 3,5 hektare, berdiri masjid megah yang mampu menampung hingga 12.000 jemaah. Transformasi ini menjadi simbol bagaimana ruang publik yang dulu “kelam” disulap menjadi pusat peradaban Islami yang terang benderang.

Darussalam juga mengagumi keindahan arsitektur Islami dengan sentuhan ornamen bernuansa Lampung. Masjid Raya Lampung Al Bakrie hadir dengan desain arsitektur modern bercorak Islami yang berpadu dengan nuansa kearifan lokal Lampung, katanya.

undefined

Kubah utama berwarna putih menjulang tinggi, melambangkan kesucian dan kejernihan hati. Empat menara yang mengapit masjid melambangkan empat sifat Nabi Muhammad SAW: shiddiq, amanah, tabligh, dan fathanah.

Ornamen tapis Lampung menghiasi interior masjid, memberikan sentuhan lokal yang memperkuat identitas kedaerahan. Ruang dalam dipenuhi kaligrafi ayat-ayat Al-Qur’an dengan gaya kontemporer yang elegan.

Area wudhu dan koridor dibangun luas dan modern, memastikan kenyamanan ribuan jemaah sekaligus. Taman hijau dan air mancur di pelataran masjid berfungsi sebagai ruang publik Islami, tempat warga berkumpul dalam suasana religius dan sejuk.

Peresmian pada Jumat (12/9/2025) dihadiri Menteri Agama Nasaruddin Umar, Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal, dan Aburizal Bakrie, putra Lampung sekaligus donatur utama pembangunan. Sejumlah tokoh nasional dan daerah juga hadir, mulai dari anggota DPR RI Hanan A Rozak, mantan Gubernur Lampung Arinal Djunaidi, Ketua DPRD Lampung, Ketua MUI, hingga para rektor perguruan tinggi.

Suasana khidmat bercampur haru menyelimuti peresmian. Begitu azan berkumandang, jemaah memenuhi saf hingga ke pelataran. Banyak warga yang mengabadikan momen dengan kamera ponsel, sambil sesekali meneteskan air mata bangga.

Pemerintah Provinsi Lampung bersama pengelola masjid telah menyiapkan berbagai program untuk menjadikan Masjid Raya Al Bakrie sebagai pusat peradaban Islam modern.

undefined

Beberapa rencana jangka panjang antara lain:

Pusat Kajian Islam Internasional, yang menghadirkan ulama dari Timur Tengah dan Asia Tenggara untuk memperkaya wawasan keislaman masyarakat Lampung.

Festival Islam Nusantara, agenda tahunan yang menampilkan seni budaya Islami, kaligrafi, musik religi, hingga bazar halal.

Wisata Religi Lampung, menjadikan masjid ini sebagai destinasi utama bagi wisatawan domestik dan mancanegara yang ingin merasakan pengalaman spiritual sekaligus menikmati arsitektur Islami-modern bercorak lokal.

Digitalisasi Dakwah, melalui kanal online resmi masjid yang menyiarkan kajian, khutbah, dan kegiatan secara langsung, agar dapat diakses umat Islam dari seluruh dunia.

Pusat Ekonomi Umat, dengan menghadirkan pasar halal modern dan inkubasi usaha mikro berbasis syariah di sekitar kawasan masjid.

"Semoga Masjid Raya Lampung Al Bakrie berdiri bukan hanya sebagai rumah ibadah, tetapi juga simbol kebangkitan spiritual Lampung. Dari jantung kota Bandarlampung, masjid ini diharapkan memancarkan cahaya Islam yang menuntun umat, mempererat persaudaraan, dan menumbuhkan peradaban yang rahmatan lil alamin," pungkaa Darussalam. (HBM)



 -