Helo Indonesia

Bandarlampung Punya Ikon Wisata Baru, Tugu Pagoda Hampir Rampung

Annisa Egaleonita - Ragam
Senin, 22 September 2025 15:02
    Bagikan  
Bandarlampung Punya Ikon Wisata Baru, Tugu Pagoda Hampir Rampung

Tugu pagoda

LAMPUNG, HELOINDONESIA.COM - Proyek Tugu Pagoda akhirnya hampir rampung di Kelurahan Pesawahan, Telukbetung Selatan, Kota Bandarlampung. Pembangunan ikon baru ini sempat terhenti beberapa bulan akibat adanya keberatan dari sejumlah elemen masyarakat yang menilai desainnya terlalu bercorak Tionghoa tanpa mengakomodasi nilai lokal.

Senin (22/9/2025), para pekerja tampak menyelesaikan tahap finishing pada tugu setinggi sembilan meter. Tugu didominasi warna merah, putih, dan emas dengan aksen ukiran khas pagoda. Jika tak ada aral melintang, monumen ini akan segera diresmikan sebagai penanda baru di kawasan wisata "Kota Tapis Berseri".

undefined

Di jalan masuk kawasan yang selama ini dikenal sebagai China Town atau Telukbetung Town, telah berdiri gerbang besar setinggi 18 meter dengan ornamen naga. Kawasan ini memang menjadi salah satu pusat aktivitas warga keturunan Tionghoa sejak Abad ke-19.

Di kawasan ini, banyak bangunan tua peninggalan kolonial dan rumah toko masih bertahan hingga kini. Menurut data Dinas Pariwisata Bandarlampung, ada lebih dari 40 bangunan bersejarah di kawasan tersebut yang potensial dijadikan destinasi wisata heritage.

Pemkot berencana menjadikan Tugu Pagoda sebagai titik orientasi wisata, melengkapi keberadaan Kelenteng Thay Hin Bio yang sudah berusia lebih dari 160 tahun dan kerap dikunjungi wisatawan domestik maupun mancanegara.

Wali Kota Bandarlampung Eva Dwiana sebelumnya menegaskan, pembangunan tugu ini bukan hanya untuk memperkuat identitas kawasan pecinan, tetapi juga untuk menarik kunjungan wisata. Tahun 2024 lalu, kunjungan wisatawan ke Bandarlampung mencapai 1,7 juta orang, dengan kontribusi terbesar dari wisata kuliner dan heritage

Dengan rampungnya Tugu Pagoda, wajah Telukbetung Selatan diproyeksikan bakal semakin ramai. Kawasan ini pun diproyeksikan menjadi sentra wisata malam, kuliner, hingga festival budaya yang dapat menggerakkan ekonomi masyarakat sekitar. (Prapthy)