SEMARANG, HELOINDONESIA.COM - Jika Anda ingin menikmati kelezatan buah durian bawor ataupun montong, kini saatnya datang ke Kecamatan Mijen, Kota Semarang, Jawa Tengah. Mulai Jumat 8 November hari hingga Minggu 17 November 2024 mendatang, digelar ''Gerebek Durian'' di Pasar Modern (Pasmod) BSB City.
Mengacu laman Disparbud Kota Semarang, Gerebek Durian adalah salah satu event unggulan Kota Semarang di bulan November 2024, selain Semarang Pet Expo 2 (6-10 November), dan Penerbad Expo (13-17 November).
Baca juga: TPA Jatibarang Overload, Pemkot Semarang Olah Sampah jadi Energi Listrik
Event Gerebek Durian yang diinisiasi Kontak Tani Nelayan Andalan (KTNA) Semarang dan Posmod BSB City ini dibuka oleh Wali Kota Semarang Hevearita Gunaryanti Rahayu. Pembukaan ditandai membuka kulit durian dan memperlihatkan isinya yang tampak harum dan ranum. Selain disaksikan Wakil Kepala Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) Amarulla Octavian, dan hadir pula pejabat dari pemkot dan kecamatan Mijen.
Sejumlah petani durian anggota KTNA ikut menyemarakkan acara ini, diantaranya Kholil dan Muhlis Wijaya. Mereka membawa ratusan durian jenis bawor dan lokal untuk dijual kepada para pengunjung. Dengan telaten, keduanya melayani permintaan pembeli untuk mengupas durian yang dipilih.
Dari segi harga, durian ini cukup murah mulai dari Rp 75 ribuan hingga Rp 250 ribu per buah, ada pula yang dijual perkilogram Rp 100 ribu hingga Rp 150 ribu untuk durian montong, bawor dan lainnya.
"Aneka durian ini dari Mijen, seperti Karang Malang, Bubakan dan lainnya. Potensinya sangat besar untuk dikembangkan," kata Mbak Ita, panggilan wali kota Semarang saat membuka acara Gerebek Durian, Jumat 8 November 2024.
Mbak Ita mengungkapkan, Kota Semarang merupakan salah satu kota penghasil durian yang memiliki kualitas bagus. Bahkan ada banyak petani durian dari Kota Lunpia, yang berhasil memenangi lomba durian ditingkat provinsi ataupun nasional.
Baca juga: Pertunjukan Seni Budaya Rembang Siap Meriahkan TMII pada Minggu Ini
Dia menambahkan, ada beberapa durian khas asal Semarang, misalnya durian Malika dan Kholil dimana indukannya memiliki usia lebih dari 250 tahun. BRIN, kata dia juga akan memberikan support untuk mengembangkan durian asal Semarang.
"BRIN siap memberikan support untuk menyilangkan durian, ada jenis Kholil dan Malika yang juga harus dikembangkan agar tidak punah," jelasnya.
Dengan menggandeng BRIN kata dia, buah durian di Semarang bisa lebih berkembang dan bisa berbuah setiap tahun. "Musim durian kan November sampai Desember, kalau bisa dikembangkan tentu bisa berbuah setiap tahun," bebernya.
Varian Asli
Dari informasi yang ada, sedikitnya ada 20 varian durian asli Semarang, dengan riset dan inovasi dari BRIN diharapkan durian asal Semarang bisa memenuhi permintaan nasional bahkan internasional. Apalagi pangsa pasar ekspor seperti Cina saat ini sangatlah besar.
"Kalau dari BRIN ada riset dan sepanjangan tahun bisa berbuah sangat luar biasa. Di Cina, mereka minta rasa yang manis pahit kita bisa coba pasar di sana," tambah dia.
Baca juga: 206 Mahasiswa FT USM Ikuti LKMM-TD dan Makrab di Kolat Rindam IV TNI AD
Karakter rasa durian di Semarang sendiri, lanjut Mbak Ita berbeda-beda. Bahkan ada durian yang dikembangkan petani belum memiliki nama, pemkot kata dia, akan mendorong petani bisa melakukan sertifikasi agar bisa mendapatkan bantuan dari pemerintah.
"Baru dua jenis yang tersertifikasi, yakni Malika dan Kholil, sebenarnya kalau digali potensinya luar biasa, harus bisa masuk pasar ekspor agar memberikan kesejahteraan ke petani," tambahnya.
Sekretaris KTNA Kota Semarang Anang Purnomo menjelaskan, Gerebek Durian ini guna memanfaatkan momen memasuki musim durian yang puncaknya pada Desember hingga Februari.
Menurut dia, di Kecamatan Mijen sendiri sebenarnya banyak petani durian. Hanya saja yang sudah besertifikan sekitar 30 hingga 40 petani.
"Durian lokal Mijen dan Gunungpati memiliki aroma rasa cenderung manis dan pahit, semua tergantung dari cuaca. Kalau hujan terus menerus rasa durian bisa jadi tawar, tapi kalau terlalu panas akan menjadi manis," bebernya.
Selain menikmati buah durian, pengunjung Gerebek Durian iniu juga bisa merasakan sensasi olahan durian seperti es dawet durian, es ketan, es teler, wedang ketan durian, kopi dan pancake durian. (Aji)