LAMPUNG, HELOINDONESIA.COM – Di balik senyum ramahnya, ada kisah penuh semangat siswi SMAN 1 Tumijajar, Tulangbawang Barat (Tubaba). Nayla Azzahra Rasikah Hasan, akrab disapa Nayla. Awal tahun 2025, ia menjadi salah satu delegasi Indonesia di ajang Asia Youth International Model United Nations (AYIMUN) ke-16 di Kuala Lumpur, Malaysia.
Bagi Nayla, langkah itu bukan perjalanan biasa. Ia datang dari sebuah daerah yang jauh dari pusat kota, di mana nama daerahnya, Tubaba, mungkin jarang terdengar di forum internasional. Namun, dengan tekad kuat, ia berhasil membawa nama sekolah dan daerahnya menembus panggung dunia.
Perjuangan Panjang di Balik Prestasi
Keikutsertaan Nayla di AYIMUN tidak diraih dengan mudah. Ia menghabiskan berbulan-bulan untuk mempersiapkan diri. Malam-malam panjang ia lewati dengan membaca literatur global, mendalami isu-isu dunia, hingga menghafal tata cara sidang ala Perserikatan Bangsa-Bangsa.
Yang paling menantang baginya adalah bahasa Inggris. Nayla mengaku sempat kesulitan berkomunikasi, namun ia tidak menyerah. Setiap hari ia berlatih, merekam suaranya, lalu mengulang-ulang kembali. Sedikit demi sedikit, rasa gugup berubah menjadi percaya diri.
“Saya merasa bangga banget, karena bisa mengenalkan SMAN 1 Tumijajar ke kancah internasional. Orang-orang jadi tahu kalau anak-anak berprestasi dari Lampung bukan hanya dari Bandarlampung atau Metro saja,” tutur Nayla dengan mata berbinar.
Bangga dari Kampung untuk Dunia
Di AYIMUN 2025, Nayla terpilih sebagai delegasi council WHO. Dalam forum itu, ia duduk sejajar dengan ratusan pelajar dari berbagai negara, berdiskusi dan mencari solusi atas masalah-masalah global. Dari sanalah, ia belajar arti penting diplomasi, negosiasi, hingga kerja sama lintas budaya.
Bagi sekolahnya, prestasi Nayla adalah bukti nyata bahwa anak-anak dari daerah pun bisa bersaing di level internasional. Wakil Kepala SMAN 1 Tumijajar bidang Kesiswaan, Santoso, S.Pd., Gr, tidak bisa menyembunyikan rasa bangganya.
“Ini luar biasa. Anak seusia Nayla bisa mengeksplor dunia luar, bahkan sampai ke luar negeri. Kita buktikan, meski dari kampung, anak-anak kita bisa berkiprah di panggung dunia,” ujarnya penuh semangat.
Inspirasi untuk Generasi Muda Lampung
Perjalanan Nayla adalah kisah tentang keberanian bermimpi dan kerja keras mewujudkannya. Ia tidak hanya membawa pulang pengalaman berharga, tetapi juga inspirasi bagi teman-temannya di SMAN 1 Tumijajar, bahkan bagi pelajar Lampung secara luas.
Partisipasinya di AYIMUN menjadi langkah awal yang menyalakan harapan: bahwa anak-anak dari pelosok Lampung pun punya peluang yang sama untuk bersuara di forum internasional, asalkan berani mencoba dan bekerja keras. (Tim)