Mengenang Haji Wada

Selasa, 26 Mei 2026 16:04
Ilustrasi haji wada HELO LAMPUNG

Penulis Gufron Azis Fuandi
Ustadz

SETELAH hijrah, Rasulullah Saw hanya sekali melaksanakan ibadah haji, pertama dan terakhir, setelah haji disyariatkan pada tahun ke 9 H. Sebelum hijrah, Nabi melaksanakan haji dengan syariat Nabi Ibrahim, sambil melakukan dakwah ke berbagai delegasi sampai akhirnya terjadi baiat Aqbah pertama dan kedua.

Mayoritas ulama berpendapat bahwa syariat perintah ibadah haji diturunkan pada tahun 9 Hijriah. Pendapat yang populer ini merujuk pada turunnya Surat Ali 'Imran ayat 97 di akhir tahun kesembilan hijrah, yang menegaskan kewajiban berhaji bagi yang mampu.

Setelah futuh Mekah (20 Ramadhan 8 H/630 M) pada tahun berikutnya (9) Abu Bakar ditunjuk oleh Rasulullah Saw menjadi amirul hajj yang memimpin jamaah haji. Tetapi beberapa hari berikutnya Rasulullah memerintahkan Ali bin Abi Thalib untuk menyusulnya dengan membawa beberapa pesan untuk diumumkan diantaranya:

PERTAMA

Haji tahun ini (9 H) adalah haji terakhir  bagi orang kafir atau non muslim. Dan kepada mereka diberi waktu empat bulan untuk meninggalkan tanah haram. Untuk selanjutnya tanah haram menjadi daerah terlarang bagi non muslim. Hal ini menyusul turunnya ayat ayat awal surat al Bara'ah/Taubah.

KEDUA

Menyampaikan dan mengajarkan manasik haji yang baru, seperti yang kita lakukan sekarang. Karena sebelumnya manasik haji dilakukan dengan banyak penyimpangan dari yang diajarkan Nabi Ibrahim dan Ismail.

KETIGA

Kewajiban ibadah haji disyariatkan pada tahun 9 Hijriah, beberapa hari setelah kafilah jaji Abu Bakar berangkat. Oleh karena itu nabi baru melaksanakannya pada tahun ke 10. Karena nabi tidak ingin berhaji bersama dan berbarengan dengan orang orang kafir yang juga melakukan ibadah haji. Hal ini tentu agar tidak dijadikan dalil bagi orang yang kebablasan dalam bertoleransi.

Alasan mendasar Rasulullah SAW menunda ibadah haji hingga tahun 10 Hijriah adalah karena pada tahun 8 dan 9 Hijriah, tata cara ibadah haji di Makkah masih bercampur dengan tradisi kaum musyrik Jahiliyah (seperti tawaf tanpa busana dan pemujaan berhala).

Kalimat talbiyah yang disisipi kesyirikan:

لَبَّيْكَ لَا شَرِيكَ لَكَ، إِلَّا شَرِيكًا هُوَ لَكَ، تَمْلِكُهُ وَمَا مَلَكَ
Labbaik laa syariika laka, illaa syariikan huwa laka, tamlikuhu wa maa malak.”
Artinya:
"Aku penuhi panggilan-Mu, tidak ada sekutu bagi-Mu. Kecuali sekutu yang menjadi milik-Mu; Engkau menguasainya dan ia tidak berkuasa atas apa pun."

Beliau baru berhaji setelah Makkah benar-benar bersih dari kaum musyrik dan adat Jahiliyah melalui maklumat yang disampaikan di tahun 9 Hijriah.

Tahun berikutnya, setelah mengambil miqat di Dzulhulaifah atau masjid Bir Ali, rombongan haji Rasulullah tiba di Mekkah pada hari Ahad pagi tanggal 4 Dzulhijjah 10 H (632 M). Perjalanan haji wada disebut juga dengan haji Islam (karena haji pertama yang berdasarkan syariat Islam), haji wada' (perpisahan) dan haji Al-Balagh (penyampaian, karena menyampaikan tatacara manasik haji dan khutbah wada' yang menyampaikan rangkuman pokok pokok ajaran Islam).

Tempat miqat ini swring disebut Bir Ali karena dimasa pemerintahan Ali Bin Abi Thalib, banyak digali sumur (bir, jamaknya abyar, bukan ambyar) untuk kepentingan persiapan miqat haji dan umrah.

Haji wada' (wukuf nya) berlangsung pada hari jumat 10 Zulhijjah 8 H, yang menjadi dalil haji akbar. Saat itu dihadapan 140 ribu jamaah haji di Arafah Rasulullah Saw menyampaikan khutbahnya yang kemudian dikenal sebagai khutbah wada'. Khutbah ini berisi poin poin pokok ajaran Islam yang disampaikan oleh nabi kepada umatnya untuk dipersaksikan kepada Allah. Ini terkait dengan sifat Nabi, tabligh dan amanah.

Nabi memulai khutbahnya dengan menggunakan:
"Wahai sekalian manusia! Dengarkanlah baik-baik dan perhatikan apa yang akan aku sampaikan dalam khotbah ini, karena aku akan memaparkan beberapa hal yang teramat penting, sedangkan aku tidak tahu apakah di tahun yang akan datang aku masih bisa bersama kalian di tempat ini, dalam suasana seperti ini. Jangan-jangan aku sudah tak bisa bertemu kalian lagi setelah tahun ini..."

Selanjutnya, Beliau SAW menyampaikan, beberapa poin penting agama ini.

Berikut 12 poin dari khotbah sebagai berikut:

1.  Sesungguhnya darah kalian harta benda kalian adalah Mulia. Kehormatan diri kalian terpelihara (haram bagi orang lain) sampai kalian menemui Tuhan, dan suci sebagaimana sucinya hari ini (Arafah) sebagaimana sucinya bulan ini (Dzulhijjah), dan seperti sucinya negeri ini (tanah Haram Makkah) dan sekitarnya. 

2. Barangsiapa memegang amanah di antara kalian, maka hendaknya mengembalikan amanah itu kepada pemiliknya yang berhak. 

3. Ingatlah! Segala macam amalan dan taradisi jahiliyah telah berada di bawah telapak kakiku (telah ku hapus seluruhnya), yang tak sesuai dengan syariat Islam. 

4. Tuntutan hutang darah yang terjadi di Zaman Jahiliyah sebelum Islam telah diampuni. Dan tuntutan darah yang aku batalkan untuk pertama kalinya adalah darah Amir bin Rabiah bin al-Harits yang disusukan oleh Bani Sa'ad kemudian dibunuh oleh Hizail. 

5. Riba (rente) adalah 1 sistem ekonomi yang diharamkan Allah dan aku memulainya dengan membatalkannya atau menghapuskan riba yang akan diterima oleh pamanku sendiri yaitu Abbas bin Abdul Muthalib. 

6. Bertawakallah kepada Allah SWT dalam hal berkaitan dengan urusan wanita. Sesungguhnya kalian telah mengambil mereka sebagai amanat dari Allah SWT dan mereka telah dihalalkan buat kalian dengan kalimat Allah. Istri-istri kalian mempunyai hak terhadap kalian, sebagaimana juga kalian mempunyai hak terhadap mereka. Oleh karenanya hanya kalian yang diperkenankan tidur bersama mereka dan menyentuh ranjangnya, dan mereka tidak boleh memasukkan seseorang yang tidak kalian sukai ke rumah kalian, kecuali atas izin kalian.

7. Semua orang mukmin itu bersaudara, oleh karena itu tidak halal bagi seorang mukmin mengambil harta orang lain kecuali setelah mendapat pembenaran dari pemiliknya.

8. Sepeninggalan Ku, janganlah kalian menjadi kafir lagi, di mana sebagian di antara kalian memerangi sebagian yang lain. Aku tinggalkan untuk kalian dua buah pusaka yang jika kalian tetap berpegang teguh pada keduanya, kalian tidak akan pernah sesat untuk selama-lamanya, yaitu Kitab Alquran dan Sunnah rasulnya, hadis. 

9. Sesungguhnya setelah aku tidak ada lagi nabi, dan sesudah Kalian juga tidak ada lagi umat. Oleh sebab itu, Aku berpesan kepada kalian agar tetap menyembah Allah SWT, Tuhan kalian, mendirikan salat lima waktu, berpuasa pada bulan Ramadan, membayar zakat dengan ikhlas, dan mengerjakan haji di Baitullah nicaya kalian masuk surga. 

10. Tuhan kalian adalah satu Yang Maha Esa, kakek Kalian juga satu, karena kalian berasal dari Adam dan Adam telah Allah ciptakan dari tanah. Orang yang paling baik atau mulia di antara kalian ialah yang paling bertakwa kepada Allah.  Tidak ada keistimewaan bagi orang Arab atau bangsa yang bukan Arab (Ajam), kecuali dengan taqwa. 

11. Allah telah menentukan dan menetapkan hak menerima pusaka bagi keluarga yang meninggal dunia. Oleh karenanya, tidak boleh berwasiat bagi penerima waris.  Sesungguhnya laknat Allah bagi seorang yang (mengakui menisbatkan) diri bapak kepada yang bukan bapaknya, juga laknat dari malaikat dan seluruh manusia. 

12. Kemudian pada waktunya kelak, kamu semua akan ditanya tentang aku Apa jawaban kalian? 
Maka dengan bergemuruh jamaah serentak menjawab. 
"Kami bersaksi bahwa engkau Ya Rasulullah SAW telah menyampaikan dan menyempurnakannya risalahmu."
Kemudian baginda Rasulullah SAW mengangkat tangannya ke langit seraya berseru.
"Ya Allah saksikanlah!" 
Rasulullah Saw, tiga kali mengulangi ucapan ini.

Setelah menyampaikan pointer di atas, Nabi juga berpesan:
"Maka hendaklah yang (hadir) menyaksikan menyampaikannya kepada yang tidak hadir, dan janganlah kalian kembali menjadi kafir sepeninggalku, kalian saling memukul tengkuk kalian satu sama lain (saling membunuh)".

Banyak ahli yang menyebutkan bahwa khutbah wada' merupakan deklarasi HAM pertama dunia. Bandingkan dengan deklarasi Magna Chatra 1215 M di Inggris yang sering dijadikan patokan pengakuan HAM dunia. Ada selisih 583 tahun lebih dulu khutbah wada'.

Wallahu a'lam bi shawab.
(Gaf)

Berita Terkini

Mengenang Haji Wada

Ragam • 59 menit lalu