Helo Indonesia

Hati-hati di Ukraina Sel Diambil dari Otak Bayi Manusia, Stem Cells Lagi Tren, Teknologi Medis Anti Tua

M. Haikal - Teknologi -> Sains
Selasa, 12 November 2024 22:35
    Bagikan  
Anti Aging
Foto: tangkapan layar

Anti Aging - Stem cells merupakan teknologi medis untuk anti aging atau anti penuaan.

HELOINDONESIA.COM - Persoalan aging population atau populasi manusia yang semakin menua di seluruh negara menjadi problema.

Tak hanya di Indonesia, tapi juga di negara-negara maju. Seperti di Jepang, Korea dan banyak negara lainnya.

Namun demikian, kini ada roadmap dari proses aging dan dari sisi medicalnya atau pun pengobatan agar penuaan populasi manusia ke depannya tidak menjadi beban sebuah negara.

Sehingga masalah populasi penuaan itu bisa distop atau diperlambat dengan merefresh penuaan tersebut. Karena pada hakikatnya bagaimana pun juga semua manusia tidak ingin menjadi tua.

Nah, ada teknologi medis yang bisa membuat manusia bisa merefresh penuaan dan umur sudah tidak menjadi masalah dengan teknologi stem cells.

Baca juga: Kisah Heroik Radin Intan 2 Akan Digelar di Taman Budaya Lampung

“Saya akan menyampaikan tentang pemanfaatan stem cells dan secretome dalam kontek terapi regenerative medicine,” papar dr Sandy Qlintang m.Biomed, pakar rekayasa jaringan dan sel terapi Indonesia dalam webinar Indonesia Wellness Tourism International Festival 2024 (IWTIF 2024) pada Selasa (12/11/2024).

Dalam paparannya, dr Sandi menjelaskan cara kerja stem cells dan secretome untuk terapi regeneratif ini.

Menurutnya, stem cells merupakan teknologi medis untuk anti aging atau anti penuaan.

“Ini poin yang sangat banyak diminati oleh masyarakat tentang wellness dan nanti kita tahu bahwa poin-poin yang akan saya sampaikan tentang stem cells ini sedikit mengulas kembali tentang apa itu stem cells. Karena masih banyak yang belum paham dan keliru,” terang dr Sandy mengingatkan masyarakat agar tidak salah pilih klinik pengobatan anti penuaan.

Dia juga mengingatkan terkait penggunaan teknologi medis moderen ini dari sisi etik dan safety sebuah produk stem cells itu sendiri.

“Supaya kita paham. Karena banyak sekali stem cell abal-abal yang dijual dalam perkembangan ataupun tren tentang stem cell di dunia ini,” tambah
konsultan klinik wellness Indonesia tersebut.

Baca juga: Masih Ada 8 Kelurahan Rawan Pangan di Bandarlampung, 7 Solusi PKS

Pertama, tentang definisi dan sifat atau hal apa yang dimiliki oleh stem cells.

Dikatakan dr Sandy, stem cells itu suatu sel yang tidak atau belum terbentuk atau terdiferensiasi menjadi sel-sel organ tubuh manusia lainnya yang lebih spesifik.

Stem cells bisa memperbanyak diri, menduplikasi, bahkan 200 jenis sel bisa membentuk organ tubuh lengkap seperti pada tubuh manusia umumnya.

“Jadi kita semua bermula di dalam stem cells ini. Di mana terjadi pembuahan antara sel sperma dan sel ovum ibu yang terbentuk di rahim dan itu menjadi embryonic stem cells. Dan memperbanyak diri, bisa berkembang menjadi sel-sel khusus, baik sel saraf, sel darah, sel otot, sel tulang dan sebagainya,” papar dr Sandy.

Embryonic stem cells ini kalau diteruskan menjadi poin yang potensial atau pluripotent stem cells. Karena dia bisa memperbanyak diri dan terdiferensiasi menjadi apa pun juga.

“Banyak sel-selnya yang disebut pluripotent stem cells. Pluripotent stem cells itu adalah kalau kita menjadi dewasa seperti saat ini. Diambil dari sumsum tulang contohnya menjadi adult stem cell atau stem sel darah,” terangnya.

Baca juga: Trump Puji Prabowo, Great Job, Your English is So Good

Adult stem cells darah itu sendiri asalnya dari bone marrow. Dia tidak bisa memperbanyak diri seperti seperti embryonic stem cells.

Tapi stem cells ini memiliki sifat bisa tetap terdiferensiasi menjadi sel-sel lainnya yaitu sel darah, sel tulang ataupun bermacam-macam sel darah lainnya.

“Kemudian stem cells yang memiliki sifatnya special life atau artinya pluripotent, yakni sel darah merah, sel otot dan sebagainya yang disebut dengan pluripotent special life,” jelasnya.

Sumber dari pada stem cells itu sendiri, lanjutnya, pertama dari embryonic stem cells, yaitu sebelum terbentuknya janin. Karena memiliki kekuatan yang hebat, dia membentuk embryonic stem cells.

Kedua, setelah jadi janin atau jadi seorang individu. Di mana tidak diambil dari bagian-bagian tubuh bayi. Namun dari bagian-bagian sekitar bayinya, seperti tali pusar dan ari-ari.

Baca juga: Eva Dwiana: Mengatasi Tantangan Adalah Hal Yang Buat Hidup Bermakna

“Tapi hati-hati, ada beberapa negara yang mengambil dari organ tubuh bayinya sendiri. Seperti dari otak bayi atau yang disebut neural stem cells. Terutama di Ukraina. Jangan sampai kita menggunakan stem cells yang tidak wajar seperti itu,” ujar dr Sandy mengingatkan masyarakat.

Kemudian, ada adult stem cells dari orang dewasa. Stem cells ini diambil dari bermacam-macam. Mulai dari tulang, dari lemak dan sebagainya.

Terakhir adalah Induced Pluripotent Stem Cells. Menurutnya, ini adalah stem cells yang terbaik. Ditemukan di tahun 2012. Di mana sel tubuh kita yang sudah tua bisa direfresh menjadi seperti stem cell embryonic.

“Secara etika dan agama diperbolehkan. Kenapa? Karena diambil dari jaringan tubuh manusia atau bukan dari calon makhluk hidup, tapi sel yang sudah tua,” tandas pengurus pusat dokter anti Penuaan Indonesia ini.

dr Sandy menyarankan untuk para lansia yang ingin memanfaatkan stem Cell agar tidak merasa tua untuk bergabung dengan ratusan pelanggan  yang sudah merasakan manfaat Stemcells & Secretome Therapy di Etnaprana Wellness Clinic”.