Helo Indonesia

Jackie Chan: Terlalu Banyak Uang Sebabkan Rush Hour 3 Biasa Saja

Satwiko Rumekso - Hiburan -> Selebriti
Kamis, 5 Juni 2025 14:19
    Bagikan  
Jackie Chan
Istimewa

Jackie Chan - Usia 71 masih aktif main film

HELOINDONESIA.COM - Aktor Hong Kong Jackie Chan mengomentari penerimaan yang beragam terhadap film ketiga trilogi “Rush Hour”, dengan mengaitkan kekecewaan kritis film tersebut dengan “terlalu banyak uang.”

Dalam wawancara dengan BuzzFeed menjelang perilisan "Karate Kid: Legends," di mana Chan kembali memerankan karakternya dari film "The Karate Kid" yang dibuat ulang tahun 2010, Chan membahas tiga film dalam "trilogi Rush Hour," yang dibintanginya bersama komedian Chris Tucker.

Ketika diminta untuk membandingkan penerimaan yang berbeda-beda dari film-film tersebut, Chan ragu-ragu sebelum membagikan pendapatnya tentang mengapa setiap film memiliki kinerja yang berbeda baik secara kritis maupun komersial.

Baca juga: Dewan Mahasiswa Fakultas Psikologi Gelar Training Legislatif dan Gathering

"Saya tidak tahu. Anda tahu, yang pertama: sedikit uang, sedikit waktu. Kami menembaknya seperti, 'Ayo, ayo, ayo, ayo!'" Chan menjelaskan. "Yang kedua: banyak uang, banyak waktu. Yang ketiga: terlalu banyak uang, terlalu banyak waktu. Terlalu banyak uang tidak baik."

Penilaian Chan sejalan dengan lintasan finansial dan kritis trilogi tersebut, sebagaimana dilaporkan oleh Variety . Film "Rush Hour" pertama, yang dirilis pada tahun 1998, dibuat dengan anggaran US$35 juta dan meraup US$244 juta di seluruh dunia, menjadi hit besar.

Sekuelnya yang dirilis pada tahun 2001 dibuat dengan biaya US$90 juta dan menghasilkan US$347 juta secara global. Namun, "Rush Hour 3" pada tahun 2007, meskipun memiliki anggaran US$140 juta yang besar, hanya meraup US$258 juta. Penerimaan kritis juga menurun pada setiap film berikutnya.

Baca juga: Bupati Magelang Sebut Sekolah Rakyat Selaras Program Seribu Sarjana

Trilogi "Rush Hour" berkisah tentang dua detektif polisi—Kepala Inspektur Hong Kong Lee (Chan) dan Detektif Los Angeles James Carter (Tucker)—saat mereka menjalani serangkaian petualangan lucu yang melibatkan sindikat kejahatan di Hong Kong dan Los Angeles.

Pada tahun 2022, Chan menjadi berita utama ketika ia mengumumkan bahwa "Rush Hour 4" sedang dalam pengembangan, sementara Tucker juga menyatakan antusiasmenya untuk kembali ke waralaba tersebut pada waktu yang hampir bersamaan.

Di usianya yang ke-71, Chan tetap menjadi salah satu seniman bela diri paling ikonik dalam dunia film, dengan karier yang telah berlangsung selama lebih dari enam dekade dan lebih dari 150 film. Ia dikenal luas karena perannya dalam komedi kung fu seperti "Snake in the Eagle's Shadow," dan serial "Rush Hour" yang semakin mengukuhkan ketenarannya di kancah internasional.***