Helo Indonesia

Jempol Terakhir Maestro Tari Kreasi Lampung: Hari Jayadiningrat

Herman Batin Mangku - Hiburan -> Seni Budaya
Senin, 4 November 2024 15:31
    Bagikan  
WAFAT
Helo Lampung

WAFAT - Jempol terakhir Mas Hari dan foto terakhirnya bersama Renald Caropeboka. (Foto Ist/Helo)

Catatan Duka Herman Batin Mangku (2)*

LAMPUNG, HELOINDONESIA.COM -- Pembaca kabar lelayu yang hampir 30 ribu pembaca sejak diposting Helo Indonesia, Minggu (3/10/2024), habis magrib, dapat menjadi indikator sosok Raden Hari Widianto Jayadiningrat bin Raden Ruhadi Saputro (Mas Hari).

Sederet papan bunga ucapan duka dan mereka yang datang ke rumah almarhum dari berbagai kalangan bukti penghormatan terakhir atas dedikasinya sekitar 40 tahun sebagai koreografi, pemusik tradisi dan tari kreasi Lampung hingga jadi lebih indah dan enerjik.

Baca juga: Selamat Jalan Mas Hari Jayaningrat, 40 Tahun Warnai Seni Lampung

Penyanyi legendaris Lampung, Andi Ahmad Sampurnajaya merasa kehilangan separuh jiwanya. Mas Hari kepada saya sering bercerita keakraban dengan Kanjeng, panggilan Andi Ahmad, sejak di Sanggar Purantu Sedaya Lampung tahun 80-an.

Saya sampai diajak Mas Hari membantunya di bagian humas wadah seniman yang dipimpin Andi Ahmad di Persatuan Artis Penyanyi Pencipta Lagu dan Musik Republik Indonesia (PAPPRI). Almarhum patut jadi teladan bagi seniman, ujar Kanjeng.

Budayawan yang juga ketua Akademi Lampung, tempat singgah Mas Hari pascapensiun sebagai ASN menuliskan kesedihan mendalam serta sayangnya terhadap adindanya lewat saya sebagai berikut:

Selamat jalan adindaku tercinta ...
Selalu akan kukenang hatimu yang sangat hangat dan baik..
Tegur sapamu yang menyenangkan..
Semangatmu yang tak pernah padam..
Rindu akan selalu
Mengingat kehadiranmu diantara kami yang menyayangimu..
Ya Sang Maha Penyayang..
Terimalah dia Harry Jayadiningrat di SURGAMU..

SELAMAT JALAN HAR..

4 November 2024..

Anshori Djausal
(Kyaimu yang menyayangi mu)

undefined

DETIK TERAKHIR

Seorang penari tradisional Lampung, Renald Caropeboka temannya yang menjadi saksi detik-detik terakhir Mas Hari dipanggil Alloh SWT. Bahkan, dia sempat mengabadikan foto terakhir berdua di RS Hermina, Kota Bandarlampung, Minggu (3/10/2024).

Renald Caropeboka mengabadikannya untuk diposting di whatsapp sahabat sesama seniman di Dewan Kesenian Lampung (DKL). Mas Hari memberikan jempol sebagai kode dirinya baik-baik saja walau pakai selang oksigen.

Ternyata, itu jempol terakhirnya buat kita sebagai kenangan terakhir dari maestro tari kreasi Lampung. 

Menurut Renald Caropeboka kepada Helo Indonesia ketika melayat ke rumah duka, keduanya ngobrol sekitar satu jam ditemani istri almarhum, Nyi Ayu Zunaidah. "Saya sempat mengancam mau pulang agar dirinya jangan menggebu-gebu membahas lembaga dan keseniannya," katanya.

Dalam satu jam itu, banyak yang dibicarakannya, termasuk rencana-rencana dirinya nanti setelah pulih dan gagasan-gagasan terus mengembangkan tari Lampung. Renald Caropeboka tak menyangka jika semua yang dikatakannya jadi pesan terakhirnya.

Di detik-detik ujung usianya, 64 tahun, Mas Hari meminta Renald Caropeboka yang sudah seperti adik untuk terus melestarikan tari tradisional Lampung. "Kamu orang asli Lampung, ajari adik-adik agar meneruskan kekayaan budaya sendiri," kata Mas Hari dikutip Renald.

Mas Hari telah 40 tahun mengangkat tari Lampung walau dirinya sejak SD--SMA di Yogyakarta dan sempat jadi murid Padepokan seni Bagong Kussudiarja, Pusat Pendidikan Tari Bali Saraswati Gianyar (Bali) hingga belajar pada Didik Nini Thowok.

Begitu cintanya pada tari dan lagu Lampung. Bahkan, dirinya bisa bercakap-cakap dengan Bahasa Lampung. Dia sempat beberapa kali menggali tarian dan musik tradisional Lampung di berbagai kabupaten. Karya kreasinya sederet.

Lampung sangat membutuhkanya, namun Alloh SWT telah memintanya istirahat panjang. Renald mengatakan sudah berusaha agar Mas Hari secepatnya pasang ring di RSUD Abdul Moeloek. Dia diminta tim dokter merayu Mas Hari agar mau dioperasi jantung

Sang maestro tari kreasi Lampung itu sempat menolak mengingat gula darahnya hingga 300 lebih. Ketika oke, Renald sudah menandatangani semua berkas kesiapan operasi, Alloh SWT berkehendak lain terhadap Mas Hari.

Saat sedang ngobrol meyakinkannya agar dipasang ring, kepala Mas Hari mendadak ke bantal dan matanya langsung terbalik, tak ada keluhan, tak ada napas yang tersenggal. Renald langsung takbir dan meminta tolong paramedia. Sang isteri berdiri dan sangat cemas.

Para dokter berjuang agar jantungnya bergerak, tahapan rangsangan obat pun sudah tahap yang paling kuat. Namun, ikhtiar sudah maksimal, Mas Hari meninggal sehari jelang pemasangan ring, Minggu (3/10/2024), pukul 16.16 WIB.

Semalam, jenazah disemayamkan di rumah duka Jalan Laksamana Malahayati, Gang Masjid IV/52 D, Telukbetung. Keluarga menunggu ketiga anaknya pulang dari Jakarta (Raden Evan Gian Amar Putra, Raden Gayuh Refri Chawal, Roro Gendis Putri Kinasih).

Senin ini (4/11/2024), ribuan orang mengantarkannya ke tempat peristirahatannya terakhir. Jasadmu kembali kepada pemiik-Nya, namun semua kebaikanmu, kreasimu akan menjadi amal jariah yang insya-Alloh terus mengalir ke langit sepanjang masa.
Innalilahi winnalilahi rojiun...

* Komunitas Pimred Club


 -